Saat pekerjaan rumah sudah selesai dan azhima sedang tertidur, saya membuka facebook sebentar. Saat itu yang terpampang di layar adalah tulisan teman saya di sebuah grup komunitas menulis. Langsung saja saya baca sampai tuntas. Membaca tulisan teman itu rasanya langsung terbayang dengan kondisi diri.
Teman tersebut menuliskan kisah seorang suami yang menelantarkan anak dan istrinya. Memberikan nafkah yang seadanya bahkan bisa dibilang tidak bertanggung jawab atas anak dan istrinya. Bagaimana tidak bertanggung jawab, kalau istrinya tidak diberi uang belanja. Bahkan dalam kondisi menyusui, istrinya sampai kelaparan dan hanya minum air putih saja. Hingga akhirnya istrinya pun banting tulang sembari momong anaknya untuk mencari penghasilan. Istri yang seharusnya jadi tulang rusuk malah jadi tulang punggung.
Saya penasaran dengan tulisan teman ini, apakah diambil dari kisah nyata atau fiksi. Hati ini pun semakin geram saat saya coba tanyakan ke penulisnya, ternyata ini adalah kisah nyata. Astaghfirulllah ya Allah...Saya pun langsung teringat kebaikan-kebaikan suami selama ini. Rasanya langsung tertunduk lemas. Selama ini saya menganggap apa yang dilakukan suamiku adalah hal yang lumrah yang seharusnya dilakukan suami. Ternyata tak semua suami seperti itu. Ya Allah, betapa seringnya saya ga bersyukur atas nikmatMu ini. Astaghfirullah...
Suami yang selama ini sudah sabar menghadapi istri yang cerewet, selalu ringan membantu istrinya, saat istri kelelahan dia yang mengganti jagain anak meski dia sendiri lelah seharian bekerja, selalu diam kalau istrinya ngomel, selalu menanyakan bunda kepingin apa/mau nitip apa setiap ia pulang kerja dan kebaikan-kebaikan lainnya yang tak bisa dihitung lagi. Ya Allah, ampunilah dosaku.
Dari kisah ini hikmah yang kudapatkan adalah bisa jadi sesuatu yang kita miliki yang kita anggap sepele, bisa menjadi berharga bagi orang lain. Maka tetaplah bersyukur atas apa yang kamu miliki. Terimakasih teman, kisahmu menjadi pengingat untukku.
#Ruangberkaryaibu
#Ibuprofesional
#Mandiriberkaryapercayadiritercipta
#Kenalipotensimuciptakanruangberkaryamu
#Project2RBI
#Day28
Tampilkan postingan dengan label Ruang Berkarya Ibu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ruang Berkarya Ibu. Tampilkan semua postingan
Jumat, 08 Juni 2018
Rabu, 06 Juni 2018
Bahagiamu, bahagiaku nak (o.d.o.s project#6)
Salah satu kebahagiaan seorang ibu itu adalah saat melihat anaknya semakin bertambah kemampuannya. Entah itu kognitif, afektif ataupun psikomotorik. Saat ini anak saya berumur 14 bulan. Ia sedang belajar berdiri sendiri dan berjalan. Proses ini melatih kesabaran emaknya untuk sedikit menahan kelelahan karena ia lagi senang-senangnya berjalan sehingga sering minta ditatih.
Pagi tadi saat saya sedang bermain dengannya, tetiba dia ambil posisi seperti rukuk tapi tangan diberdirikan ke bawah (apa ya namanya..hehe, kayak setengah berdiri gtu) terus perlahan mencoba menarik badannya dan taraaa dia berdiri sendiri. MasyaAllah emaknya ini melihat peristiwa itu langsung nangis bahagia. Alhamdulillah rasanya terharu dan bahagia saat melihat perkembangannya karena itu artinya ia akan segera bisa berjalan. Selain itu kebahagiaan emaknya adalah yang pertama kali menyaksikan setiap perkembangan anaknya. Semoga Allah selalu memudahkan dalam setiap tumbuh kembangmu ya nak😘. Semangat belajar terus nak.
#Ruangberkaryaibu
#Ibuprofesional
#Mandiriberkaryapercayadiritercipta
#Kenalipotensimuciptakanruangberkaryamu
#Project2RBI
#Day26
Pagi tadi saat saya sedang bermain dengannya, tetiba dia ambil posisi seperti rukuk tapi tangan diberdirikan ke bawah (apa ya namanya..hehe, kayak setengah berdiri gtu) terus perlahan mencoba menarik badannya dan taraaa dia berdiri sendiri. MasyaAllah emaknya ini melihat peristiwa itu langsung nangis bahagia. Alhamdulillah rasanya terharu dan bahagia saat melihat perkembangannya karena itu artinya ia akan segera bisa berjalan. Selain itu kebahagiaan emaknya adalah yang pertama kali menyaksikan setiap perkembangan anaknya. Semoga Allah selalu memudahkan dalam setiap tumbuh kembangmu ya nak😘. Semangat belajar terus nak.
#Ruangberkaryaibu
#Ibuprofesional
#Mandiriberkaryapercayadiritercipta
#Kenalipotensimuciptakanruangberkaryamu
#Project2RBI
#Day26
Selasa, 05 Juni 2018
Janji Allah Itu Pasti (o.d.o.s Project#5)
Allah SWT, janjinya selalu pasti. Yupz, hari ini saya benar-benar dibuat mewek saat mengalami kejadian yang hikmahnya adalah tentang kepastian janji Allah yang akan menolong hambaNya saat menolong orang lain. Seperti hadist yang diriwayatkan muslim berikut ini.
Pagi tadi tetangga datang ke rumah. Ia bercerita sedang tidak ada uang cukup untuk membelikan susu cucunya. Lalu berniat meminjam uang kepada saya. Sebenarnya uang saya yang ngasih suami pun pas-pasan untuk mencukupi kebutuhan sampai saat mudik lebaran. Tapi karena saya ga tega dan pasrah saja sama Allah karena tetangga itu baik banget juga sama saya dan seringkali mengantar sayuran ke rumah, saya pun meminjami uang untuk beli susu cucunya. Dalam hati berdoa semoga Allah mencukupkan kebutuhan saya. Saya lihat stok foodprep juga masih cukup untuk 3 hari jadi bisa mengurangi pengeluaran.
Setelah tetangga pulang, saya pun main bersama azhima. Saat azhima lagi anteng, sebentar saya buka ig dan mendapati pengumuman dari RB Menulis IP Jakarta bahwa saya menjadi salah satu pemenang quote contest ramadhan dan berhak mendapatkan voucher belanja 100K. Baca pengumuman ini langsung mewek. MasyaAllah belum juga jeda sehari, Allah sudah menepati janjinya. Bukan perkara mendapatkan uangnya yang membuatku terharu karena memang saya merasa ini bukan hak saya. Saya hanya membuat 4 quote dari 5 quote yang seharusnya dibuat. Tapi yang membuatku haru, pengumuman ini memberikan hikmah yang jelas kepadaku bahwa saat kita memudahkan kesulitan orang lain, maka Allah pun akan memudahkan urusan kita. Ya Allah, sudah banyak sekali nikmat yang telah Engkau berikan padaku tapi seringkali saya lalai ga mensyukurinya. Astaghfirullahaladzim😭😭😭.
Pikiran saya pun kembali teringat saat beberapa waktu lalu, saya muhasabah diri. Rasanya saya itu ga bermanfaaat. Kurang banget bersyukurnya. Sampai ketakutan jika saya termasuk yang memiliki hati yang 'sakit', naudzubillah mindzalik. Dengan kejadian ini semoga saya lebih bisa bersyukur lagi. Pandai mengolah rasa dan hati agar senantiasa tertaut pada Rabb yang mengasihi. Semoga 10 hari terakhir di bulan ramadhan ini bisa menjadi pelecut untuk berbenah diri. Ya muqollibal qulub tsabit qolbi 'ala dinnik.aamiin
#Ruangberkaryaibu
#Ibuprofesional
#Mandiriberkaryapercayadiritercipta
#Kenalipotensiciptakanruangberkaryamu
#Project2RBI
#Day25
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,
Barangsiapa yang menghilangkan satu kesedihan (kesusahan) dari sekian banyak kesusahan orang mukmin ketika di dunia, maka Allah akan menghilangkan satu kesusahan (kesedihan) dari sekian banyak kesusahan dirinya di hari kiamat kelak.
Dan barangsiapa memberikan kemudahan (membantu) orang yang kesusahan, niscaya Allah akan membantu memudahkan urusannya di dunia dan di akhirat.
Dan barangsiapa yang menutup aib orang muslim, niscaya Allah akan menutup aibnya dunia dan akhirat.Sesungguhnya Allah akan selalu menolong seorang hamba selama dia gemar menolong saudaranya. (HR Muslim)
Pagi tadi tetangga datang ke rumah. Ia bercerita sedang tidak ada uang cukup untuk membelikan susu cucunya. Lalu berniat meminjam uang kepada saya. Sebenarnya uang saya yang ngasih suami pun pas-pasan untuk mencukupi kebutuhan sampai saat mudik lebaran. Tapi karena saya ga tega dan pasrah saja sama Allah karena tetangga itu baik banget juga sama saya dan seringkali mengantar sayuran ke rumah, saya pun meminjami uang untuk beli susu cucunya. Dalam hati berdoa semoga Allah mencukupkan kebutuhan saya. Saya lihat stok foodprep juga masih cukup untuk 3 hari jadi bisa mengurangi pengeluaran.
Setelah tetangga pulang, saya pun main bersama azhima. Saat azhima lagi anteng, sebentar saya buka ig dan mendapati pengumuman dari RB Menulis IP Jakarta bahwa saya menjadi salah satu pemenang quote contest ramadhan dan berhak mendapatkan voucher belanja 100K. Baca pengumuman ini langsung mewek. MasyaAllah belum juga jeda sehari, Allah sudah menepati janjinya. Bukan perkara mendapatkan uangnya yang membuatku terharu karena memang saya merasa ini bukan hak saya. Saya hanya membuat 4 quote dari 5 quote yang seharusnya dibuat. Tapi yang membuatku haru, pengumuman ini memberikan hikmah yang jelas kepadaku bahwa saat kita memudahkan kesulitan orang lain, maka Allah pun akan memudahkan urusan kita. Ya Allah, sudah banyak sekali nikmat yang telah Engkau berikan padaku tapi seringkali saya lalai ga mensyukurinya. Astaghfirullahaladzim😭😭😭.
Pikiran saya pun kembali teringat saat beberapa waktu lalu, saya muhasabah diri. Rasanya saya itu ga bermanfaaat. Kurang banget bersyukurnya. Sampai ketakutan jika saya termasuk yang memiliki hati yang 'sakit', naudzubillah mindzalik. Dengan kejadian ini semoga saya lebih bisa bersyukur lagi. Pandai mengolah rasa dan hati agar senantiasa tertaut pada Rabb yang mengasihi. Semoga 10 hari terakhir di bulan ramadhan ini bisa menjadi pelecut untuk berbenah diri. Ya muqollibal qulub tsabit qolbi 'ala dinnik.aamiin
#Ruangberkaryaibu
#Ibuprofesional
#Mandiriberkaryapercayadiritercipta
#Kenalipotensiciptakanruangberkaryamu
#Project2RBI
#Day25
Senin, 04 Juni 2018
Jejak Para Pejuang (o.d.o.s project#4)
Beberapa hari ini mendengar dan membaca pemberitaan tentang sosok yang menginspirasi yang mengorbankan harta dan jiwanya untuk berjuang di jalan Allah. Pejuang itu adalah Razan al Najjar dan Ali Banat.
Ali Banat saat divonis kanker mulut oleh dokter dan hanya akan bertahan hidup selama 7 bulan, lantas beliau menjual harta miliknya untuk kemudian disumbangkan kepada orang yang membutuhkan. Dengan hartanya, beliau mampu membantu banyak orang melalui pembangunan rumah untuk janda, rumah sakit, masjid, sekolah, rumah anak yatim dan sebagainya.
Sedangakan Razan Al Najjar pemudi asal Palestina yang baru berusia 21 tahun dan menjadi perawat untuk membantu menyelamatkan korban akibat konflik di Palestine. Saat itu ia sedang membantu menyelamatkan massa yang terkena tembakan air mata, namun tentara israil laknatullah menembak dadanya dengan peluru panas yang membuatnya tersungkur dan akhirnya syahid. Masyarakat Palestina berduka, bahkan dunia pun ikut berduka. Ribuan orang mensholatkan dan mengantarkan jenazahnya ke peristirahatan terakhir. Sungguh Allah sangat menyayangi keduanya.
Jejak para pejuang ini, meskipun ia sudah tiada, masih sangat terasa dan nyata manfaatnya. Ini menjadi pelajaran bagi saya, sudah berjuang apa untuk menolong agama Allah? Pantaskah aku masuk ke surgaNya? Namun aku juga tak masu masuk ke nerakaNya. Astaghfirullah😢😢😢. Semoga ini menjadi pelecut untuk memanfaatkan momentum 10 hari terakhir di bulan ramadan agar bisa meneguk kenikmatan yang Allah suguhkan bagi hambaNya yang bersungguh-sungguh mendekatkan diri.
#Ruangberkaryaibu
#Institutibuprofesional
#Mandiriberkaryapercayadiritercipta
#Kenalipotensimuciptakanruangberkaryamu
#Project2RBI
#Day24
Ali Banat saat divonis kanker mulut oleh dokter dan hanya akan bertahan hidup selama 7 bulan, lantas beliau menjual harta miliknya untuk kemudian disumbangkan kepada orang yang membutuhkan. Dengan hartanya, beliau mampu membantu banyak orang melalui pembangunan rumah untuk janda, rumah sakit, masjid, sekolah, rumah anak yatim dan sebagainya.
Sedangakan Razan Al Najjar pemudi asal Palestina yang baru berusia 21 tahun dan menjadi perawat untuk membantu menyelamatkan korban akibat konflik di Palestine. Saat itu ia sedang membantu menyelamatkan massa yang terkena tembakan air mata, namun tentara israil laknatullah menembak dadanya dengan peluru panas yang membuatnya tersungkur dan akhirnya syahid. Masyarakat Palestina berduka, bahkan dunia pun ikut berduka. Ribuan orang mensholatkan dan mengantarkan jenazahnya ke peristirahatan terakhir. Sungguh Allah sangat menyayangi keduanya.
Jejak para pejuang ini, meskipun ia sudah tiada, masih sangat terasa dan nyata manfaatnya. Ini menjadi pelajaran bagi saya, sudah berjuang apa untuk menolong agama Allah? Pantaskah aku masuk ke surgaNya? Namun aku juga tak masu masuk ke nerakaNya. Astaghfirullah😢😢😢. Semoga ini menjadi pelecut untuk memanfaatkan momentum 10 hari terakhir di bulan ramadan agar bisa meneguk kenikmatan yang Allah suguhkan bagi hambaNya yang bersungguh-sungguh mendekatkan diri.
#Ruangberkaryaibu
#Institutibuprofesional
#Mandiriberkaryapercayadiritercipta
#Kenalipotensimuciptakanruangberkaryamu
#Project2RBI
#Day24
Minggu, 03 Juni 2018
Sekecil Apapun Kemampuan, Tidak Bisa Diremehkan (o.d.o.s project#3)
Pagi tadi saat mengisi BBM, suami tidak mengisi di tempat biasanya. Ternyata di pom tersebut menerapkan sistem self service. Jadi membayar dulu di kasir berapa BBM yang mau dibeli lalu menuangkan BBM sendiri ke kendaraan dari mesinnya. Karena belum terbiasa menggunakan selangnya, suami pun mengalami kendala saat menuangkan BBM ke kendaraan. Terlalu keras menekan vegas selangnya dan belum tahu bagaimana posisi selang agar tidak pas di palangan tempat bensin yang akhirnya banyak BBM yang tumpah karena nyembur keluar saat diisikan. Nah dari sini kami belajar, meskipun hanya sekedar menuang, ternyata tak semudah yang dibayangkan. Sehingga kita pun tak boleh meremehkan pekerjaan ataupun hal-hal yg kita pandang kecil yang dilakukan orang lain. Bisa jadi saat kita diminta melakukannya, meskipun terlihat mudah, kita tak mampu melakukannya. Pembelajaran untuk bersikap saling menghargai dan menghormati.
#Ruangberkaryaibu
#Ibuprofesional
#Mandiriberkaryapercayadiritercipta
#Kenalipotensiciptakanruangberkaryamu
#Project2RBI
#Day23
#Ruangberkaryaibu
#Ibuprofesional
#Mandiriberkaryapercayadiritercipta
#Kenalipotensiciptakanruangberkaryamu
#Project2RBI
#Day23
Sabtu, 02 Juni 2018
Rezeki Tidak Akan Tertukar (o.d.o.s project#2)
Allah telah menjamin rezeki untuk setiap hamba-hambaNya. Bahkan sudah dituliskan sejak dalam kandungan saat ditiupkan ruh. Kemarin saat ke pasar belanja keperluan rumah, saya memperhatikan lapak para pedagang. Di pasar, banyak pedagang yang menjual barang dagangan yang hampir sama bahkan sama jenisnya. Letaknya pun saling berdampingan. Ada yang sepi, ada yang ramai. Saya pun sebagai pembeli saat melewati pedagang yang menjual barang yang saya ingin beli tetapi saya tergerak untuk berhenti pada seorang pedagang Nah ini mungkin yang namanya rezeki tak akan tertukar. Meskipun harga sama, jenis barang sama tapi jika belum rezekinya maka kita pun digerakkan untuk mendatangi pedagang yang telah Allah atur rezekinya melalui perantaraan kita.
Kejadian kedua saat saya mau beli pisang. Pertama mampir ke lapak pedagang itu, pedagangnya masih tidur. Ada beberapa calon pembeli juga tapi akhirnya ga jadi beli karena pembelinya tidur. Akhirnya saya cari ke pedagang lain. Setelah ke beberapa pedagang dan tidak menemukan pisang yang saya cari, akhirnya saya kembali ke lapak pedagang yang pertama. Ternyata masih tidur. Berusaha membangunkan tetap saja ga bangun. Yasudah akhirnya saya pun ga jadi beli. Mungkin belum rejeki saya mendapatkan pisang itu dan belum rejekinya pedagang itu juga.
Nah dari kedua kejadian tersebut, hikmah yang saya dapatkan adalah memaksimalkan ikhtiar menjemput rezeki dan berdoa agar diberikan rezeki yang berkah dan melimpah selebihnya tawakal pada Allah SWT. Mensyukuri setiap apa yang Allah berikan kepada kita.
#Ruangberkaryaibu
#Ibuprofesional
#Mandiriberkaryapercayadiritercipta
#Kenalipotensiciptakanruangberkaryamu
#Project2RBI
#Day22
Kejadian kedua saat saya mau beli pisang. Pertama mampir ke lapak pedagang itu, pedagangnya masih tidur. Ada beberapa calon pembeli juga tapi akhirnya ga jadi beli karena pembelinya tidur. Akhirnya saya cari ke pedagang lain. Setelah ke beberapa pedagang dan tidak menemukan pisang yang saya cari, akhirnya saya kembali ke lapak pedagang yang pertama. Ternyata masih tidur. Berusaha membangunkan tetap saja ga bangun. Yasudah akhirnya saya pun ga jadi beli. Mungkin belum rejeki saya mendapatkan pisang itu dan belum rejekinya pedagang itu juga.
Nah dari kedua kejadian tersebut, hikmah yang saya dapatkan adalah memaksimalkan ikhtiar menjemput rezeki dan berdoa agar diberikan rezeki yang berkah dan melimpah selebihnya tawakal pada Allah SWT. Mensyukuri setiap apa yang Allah berikan kepada kita.
#Ruangberkaryaibu
#Ibuprofesional
#Mandiriberkaryapercayadiritercipta
#Kenalipotensiciptakanruangberkaryamu
#Project2RBI
#Day22
Selasa, 29 Mei 2018
Belajar Ikhlas (o.d.o.s project#1)
Pagi-pagi saya harus menerima kenyataan bahwa buku yang akan saya beli kemarin saat clearance sale dari sebuah buku anak-anak yang mau tutup sementara itu sudah habis. Duhhh rasanya kok kecewa banget. Buku yang sudah lama ku incar dan pas clearance sale, pas di acc paksu untuk meminangnya dan pas juga sesuai budget yang diberikan pak suami, ehh ternyata gagal untuk meminangnya. Saya membelinya lewat marketplace. Dari pagi sudah lobi-lobi ke paksu dan di acc. Lalu ku bolak balik buku tutup app untuk menyakinkan diri meminangnya lalu ku putuskan untuk memasukkan ke keranjang belanja. Nah sewaktu mau membuat pesanan, saya melihat waktu pengirimannya 14 hari.
Sejenak berpikir, "duh kalau dikirim 14 hari dari sekarang mah ntar pas ngirim, aku sudah mudik", gumamku dalam hati. Akhirnya ku putuskan nunggu paksu pulang untuk meminta persetujuan. Ternyata baru bisa ngobrol sama paksu habis tarawih. Paksu menyarankan untuk tanya ke adminnya, dan saya langsung chat admin, yaaaah ternyata diluar jam operasionalnya. Jadilah nunggu keesokan harinya. Dan ternyata saat saya buka app hari ini, bukunya udah habis...clearance sale udah ditutup. Seketika itu saya langsung merebahkan diri di tempat tidur di samping bocil yang masih tidur dan kebetulan paksu juga lagi rebahan. Paksu tanya, "kecewa bun?", "Bangeeettt", jawabku. "Buku yang selama ini ku incar dan ada kesempatan beli buku pas sesuai budget ternyata habis padahal penerbitnya mau tutup", lanjutku dengan muka sedih. Suami diam memerhatikan reaksiku. Lalu dia berpindah mendekatiku lalu memelukku. Lalu membuka obrolan,
A: "Bun, kalau bukunya habis artinya apa bun?
S: Artinya kenapa ga segera beli tadi malam. Masih dengan muka masam dan diselimuti rasa kecewa.
A: Masih ada yang jual ga?
S: Masih sih tapi mahal, harga normal.
A: Bun, belajar ikhlas bun. Meski dengan nominal yang sama tapi dapatnya lebih dikit, siapa tau lebih berkah. Siapa tau dengan harga yang mahal, bunda jadi semangat membacakan bukunya untuk azhima. Karena ga mau kan, udah ngluarin uang lumayan tapi bukunya ga dibaca. Beda mungkin kalau bunda dapat harga diskon trus bukunya dapat banyak, bisa jadi bunda malah meremehkan bukunya. Karena bisa dapat buku banyak dengan harga murah tanpa ada "perjuangan". Akhirnya bukunya cuma buat pajangan. Jadi ga bermanfaat kan?
S : terdiam meresapi kata-kata paksu sambil sesekali mengiyakan.
A: Ingat kayak yang dibilang Marie Kondo. Suatu barang bisa jadi hanya memiliki saya tarik saat mau dibeli. Sehingga setelah dibeli karena dirasa tidak cocok atau apa, barang itu akhirnya diacuhkan. Jangan sampai bunda seperti itu.
S: Menarik napas panjang...melepaskan rasa kekecewaan yang tadi memenuhi ruang batinku. Dan mencoba mengikhlaskan. Karena mungkin ini yang terbaik sehingga saat nanti memiliki buku ini, buku ini benar-benar bermanfaat.
#Ruangberkaryaibu
#Ibupofesional
#Mandiriberkaryapercayadiritercipta
#Kenalipotensimuciptakanruangberkaryamu
#Project2RBI
#Day19
Sejenak berpikir, "duh kalau dikirim 14 hari dari sekarang mah ntar pas ngirim, aku sudah mudik", gumamku dalam hati. Akhirnya ku putuskan nunggu paksu pulang untuk meminta persetujuan. Ternyata baru bisa ngobrol sama paksu habis tarawih. Paksu menyarankan untuk tanya ke adminnya, dan saya langsung chat admin, yaaaah ternyata diluar jam operasionalnya. Jadilah nunggu keesokan harinya. Dan ternyata saat saya buka app hari ini, bukunya udah habis...clearance sale udah ditutup. Seketika itu saya langsung merebahkan diri di tempat tidur di samping bocil yang masih tidur dan kebetulan paksu juga lagi rebahan. Paksu tanya, "kecewa bun?", "Bangeeettt", jawabku. "Buku yang selama ini ku incar dan ada kesempatan beli buku pas sesuai budget ternyata habis padahal penerbitnya mau tutup", lanjutku dengan muka sedih. Suami diam memerhatikan reaksiku. Lalu dia berpindah mendekatiku lalu memelukku. Lalu membuka obrolan,
A: "Bun, kalau bukunya habis artinya apa bun?
S: Artinya kenapa ga segera beli tadi malam. Masih dengan muka masam dan diselimuti rasa kecewa.
A: Masih ada yang jual ga?
S: Masih sih tapi mahal, harga normal.
A: Bun, belajar ikhlas bun. Meski dengan nominal yang sama tapi dapatnya lebih dikit, siapa tau lebih berkah. Siapa tau dengan harga yang mahal, bunda jadi semangat membacakan bukunya untuk azhima. Karena ga mau kan, udah ngluarin uang lumayan tapi bukunya ga dibaca. Beda mungkin kalau bunda dapat harga diskon trus bukunya dapat banyak, bisa jadi bunda malah meremehkan bukunya. Karena bisa dapat buku banyak dengan harga murah tanpa ada "perjuangan". Akhirnya bukunya cuma buat pajangan. Jadi ga bermanfaat kan?
S : terdiam meresapi kata-kata paksu sambil sesekali mengiyakan.
A: Ingat kayak yang dibilang Marie Kondo. Suatu barang bisa jadi hanya memiliki saya tarik saat mau dibeli. Sehingga setelah dibeli karena dirasa tidak cocok atau apa, barang itu akhirnya diacuhkan. Jangan sampai bunda seperti itu.
S: Menarik napas panjang...melepaskan rasa kekecewaan yang tadi memenuhi ruang batinku. Dan mencoba mengikhlaskan. Karena mungkin ini yang terbaik sehingga saat nanti memiliki buku ini, buku ini benar-benar bermanfaat.
#Ruangberkaryaibu
#Ibupofesional
#Mandiriberkaryapercayadiritercipta
#Kenalipotensimuciptakanruangberkaryamu
#Project2RBI
#Day19
Sabtu, 19 Mei 2018
Project Griya Hanan Part 8
Kategori kedua setelah pakaian adalah buku. Semua buku kami kumpulkan dan letakkan semuanya di lantai. Satu per satu kami sentuh sekaligus dibersihkan. Saat mulai memilah yang spark joy, ternyata ini bukanlah hal yang mudah bagiku. Lalu ku coba mengumpulkan buku sesuai pengarangnya, tujuannya agat ketahuan kalau jumlahnya banyak berarti memang buku itu disukai. Namun lagi-lagi saat memegang buku itu, terselip rasa menginginkan buku itu masih mengisi rak buku di perpustakaan mini AHA Team. Dari kegiatan memilah ini akhirnya hanya menyisihkan beberapa buku saja. Berikut ini foto saat kami meletakkan semua buku di lantai, lalu mengelompokkan berdasarkan pengarang dan penampakan rak buku kami.
Meletakkan semua buku di lantai
Mengelompokkan berdasarkan pengarang
Buku yang dipilah dan ditata
Buku yang dipilah dan ditata
#Ruangberkaryaibu
#Ibuprofesional
#Mandiriberkaryapercayadiritercipta
#Project2RBI
#Day8
Jumat, 18 Mei 2018
Project Griya Hanan Part 7
Di hari ke-7 untuk pakaian, kami menyortir dan melipat pakaian anak. Ada beberapa baju yang harus dikeluarkan dari lemari saat proses memilah. Karena anak belum bisa memilah sendiri mana yang spark joy, maka kami memilah berdasarkan kondisi baju dan kira-kira cocok dipakai oleh anak. Setelah berhasil menyortir, selanjutnya dilipat sesuai dengan cara melipat yang ada di dalam metode KonMari.
Nah, di hari ke-7 ini, rencana kami untuk berbenah pakaian akhirnya sudah terlaksana. Rencananya baju yang dikeluarkan dari lemari hasil memilah atau sortir, yang masih layak pakai akan disumbangkan dan yang sudah tidak layak pakai akan di-recycle. Ini kondisi lemari kami saat ini dan baju yang berhasil dikeluarkan dari lemari.
Nah, di hari ke-7 ini, rencana kami untuk berbenah pakaian akhirnya sudah terlaksana. Rencananya baju yang dikeluarkan dari lemari hasil memilah atau sortir, yang masih layak pakai akan disumbangkan dan yang sudah tidak layak pakai akan di-recycle. Ini kondisi lemari kami saat ini dan baju yang berhasil dikeluarkan dari lemari.
#Ruangberkaryaibu
#Ibuprofesional
#Mandiriberkaryapercayadiritercipta
#Project2RBI
#Day7
Selasa, 15 Mei 2018
Project Griya Hanan Part 4
Di hari ke-4 ini, saya berkutat pada pakaian anak. Memilih mana yang masih bagus dan mana yang perlu disingkirkan. Ada beberapa yang masih bagus tapu nampaknya tidak cocok dengan azhima, jadi saya sendirikan untuk nanti disumbangkan bersama pakaian lain hasil memilah yang masih layak pakai.
#RuangBerkaryaIbu
#IbuProfesional
#MandiriBerkaryaPercayaDiriTercipta
#KenaliPotensimuCiptakanRuangBerkaryamu
#Project2RBI
#Day4
#RuangBerkaryaIbu
#IbuProfesional
#MandiriBerkaryaPercayaDiriTercipta
#KenaliPotensimuCiptakanRuangBerkaryamu
#Project2RBI
#Day4
Senin, 14 Mei 2018
Project Griya Hanan Part 3
Selanjutnya, setelah semua pakaian di pilih yang spark joy adalah melipat. Melipat dengan metode KonMari dan menyimpannya dengan memberdirikan setiap pakaian. Dengan memberdirikan setiap pakaian, selain mempermudah kita melihat pakaian kita sehingga saat mau mengambil pun mudah karena semua terlihat, tujuannya agar pakaian tetap terjaga, tidak cepat rusak dan tetap rapi. Karena jika ditumpuk, pakaian paling bawah akan sering terabaikan dan menanggung beban berat pakain atasanya. Selain itu untuk mengambilnya pun susah.
#RuangBerkaryaIbu
#IbuProfesional
#MandiriBerkaryaPercayaDiriTercipta
#KenaliPotensimuCiptakanRuangBerkaryamu
#Project2RBI
#Day3
#RuangBerkaryaIbu
#IbuProfesional
#MandiriBerkaryaPercayaDiriTercipta
#KenaliPotensimuCiptakanRuangBerkaryamu
#Project2RBI
#Day3
Minggu, 13 Mei 2018
Project Griya Hanan -memulai dengan memilah'
Hari ini sebagai langkah awal pelaksanaan dari project Griya Hanan, kami memulai dari kategori pakaian. Di dalam metode KonMari, kita diajak untuk menyimpan barang-barang yang kita sukai saja yang mendatangkan kegembiraan. Oleh karena itu, langkah pertama saat berbenah adalah memilah yang mendatangkan kebahagiaan (spark joy). Adapun hal yang perlu diperhatikan saat memilah yaitu :
1. Kumpulkan dan hamparkan semua pakaian di lantai kecuali yang masih dicuci. Untuk memudahkan memilah, pilahlah sesuai kategori. Mulai dari atasan, bawahan dan sebagainya.
2. Pilahlah mana yang mendatangkan kebahagiaan. Jika kesulitan maka peganglah dua pakaian lalu bandingkan mana yang lebih spark joy
3. Pakaian yang spark joy, singkirkan
1. Kumpulkan dan hamparkan semua pakaian di lantai kecuali yang masih dicuci. Untuk memudahkan memilah, pilahlah sesuai kategori. Mulai dari atasan, bawahan dan sebagainya.
2. Pilahlah mana yang mendatangkan kebahagiaan. Jika kesulitan maka peganglah dua pakaian lalu bandingkan mana yang lebih spark joy
3. Pakaian yang spark joy, singkirkan
#RuangBerkaryaIbu
#IbuProfesional
#MandiriBerkaryaPercayaDiriTercipta
#KenaliPotensimuCiptakanRuangBerkaryamu
#Project2RBI
#Day2
Sabtu, 12 Mei 2018
Rencana Project Griya Hanan
Setelah berdiskusi dengan suami, akhirnya untuk mengaktualisasikan diri saya sekaligus sebagai ruang berkarya atas potensi yang saya miliki, maka kami memutuskan untuk membuat proyek berikut ini.
1.Griya Hanan (Bersih, Rapi dan Nyaman)
a. Ingin menjadikan rumah menjadi tempat yang dikangenin semua penghuninya
b. Rumah menjadi tempat ide2 cemerlang terlahir
c. Menjadikan rumah sebagai tempat menyemai kebaikan-kebaikand. Menerapkan metode konmari
Skemanya :
Rumah bersih, rapi dan nyaman >> penghuni betah >> tercipta suasana harmonis >> pikiran dan hati damai >> muncul ide2 cemerlang
Pelaksana : semua anggota keluarga
Jadwal pelaksanaan :
Selama bulan mei
Minggu 1 : berbenah baju
Minggu 2 : berbenah buku
Minggu 3 : berbenah pernak-pernik
Minggu 4 : berbenah dapur
2. One Day One Story
Ini untuk mewadahi saya mengasah kemampuan menulis. Di mulai dari menulis peristiwa yang bisa di ambil hikmah.
#RuangBerkaryaIbu
#IbuProfesional
#MandiriBerkaryaPercayaDiriTercipta
#KenaliPotensimuCiptakanRuangBerkaryamu
#Project2RBI
#Day1
Langganan:
Postingan (Atom)
Scale Up Impact
Assalamu'alaikum Ibu Pembaharu... Pekan kemarin merupakan pekan terakhir perkuliahan di bunsal. Hampir 6 bulan menjalani perkuliahan ini...
-
"Setiap anak adalah limited edition yang memiliki fitur uniknya sendiri, beramal dengan konfigurasi bakat yang dibawanya sejak lahir...
-
Hari ini nampaknya sedang ingin bersembunyi di balik mendung. Angin sepoi2 pun membawa hawa dingin. Aktivitas seharian ini pun banyak dil...
-
Pagi tadi usai mandi, saya ajak azhima duduk di teras rumah. Datanglah pakde dan bilang mau menjemur kambing-kambingnya yang telah lam...
















