Tampilkan postingan dengan label Kemandirian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kemandirian. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Maret 2017

Games#2 Hari#8 Tantangan 10 Hari Bunda Sayang IIP



    Ada banyak hal yang bisa kita lakukan bersama partner. Entah itu pasangan maupun teamwork. Meskipun berpartner agar semakin 'ship' tetap dibutuhkan kemandirian masing-masing individu.
      Hal ini saya rasakan saat menjalankan tantangan 10 hari ini. Sampai di hari#8 ini, saya masih berusaha untuk konsisten melatih kemandirian diri yang sudah saya sepakati bersama suami. Berikut progress kemandirian di hari#8. 
Istri :
1. Kemandirian dalam ketrampilan hidup : memasak
  Hari ini saya membuat camilan sederhana yaitu roti bakar.
2. Kemandirian psikososial : empati, bijak dalam menentukan 
     Pekan ini saya memutuskan tidak ikut senam hamil karena terkendala transportasi. Agar tetap fit dan melatih kesiapan fisik saat persalinan, saya tetap melakukan senam hamil di rumah dengan panduan dari youtube.
3. Kemandirian emosional : pengendalian emosi
    Hari ini saya merasakan landai2 saja. Tidak ada sesuatu yang menguras emosi.

Suami:
1. Kemandirian dalam ketrampilan hidup
       Alhamdulillah hari ini suami berhasil bangun pagi lagi.
2. Kemandirian psikososial : empati, bijak dalam menentukan sikap
    Sejak LDM, karena sendirian suami memutuskan untuk tidak memasak dan membeli makanan matang saja karena setelah mempertimbangkan waktu dan tenaga, lebih efektif dan efisien untuk membeli makanan yang sudah matang. 
3. Kemandirian emosional : pengendalian emosi
     Hari ini suami bercerita tentang gejolak hatinya mengenai kebersihan rumah. Beberapa hari pulang kehujanan sehingga lantai jadi kotor. Niat hati ingin mengepel lantai kotor tetapi selalu terkalahkan dengan rasa capek yang melanda sehingga ada pertentangan di dalam hatinya. Lalu ia putuskan untuk membersihkan rumah saat weekend nanti.

Rabu, 01 Maret 2017

Games#2 Hari#7 Tantangan 10 Hari Kuliah Bunda Sayang IIP

   Kemandirian tidaklah muncul tiba-tiba begitu saja tetapi perlu dilatih secara konsisten. Nah konsistensi inilah yang menjadi tantangan tersendiri. Membutuhkan sebuah komitmen.
      Hal ini saya rasakan saat menjalankan tantangan 10 hari ini. Sampai di hari#7 ini, saya masih berusaha untuk konsisten melatih kemandirian diri yang sudah saya sepakati bersama suami. Berikut progress kemandirian di hari#7. 
Istri :
1. Kemandirian dalam ketrampilan hidup : memasak
    Hari ini saya tidak memasak camilan tetapi tetap memasak menu makanan pokok untuk makan ^_^. Efek LDM jadi memilih yang praktis-praktis. Karena ortu juga tidak begitu suka nyamil.hehe
2. Kemandirian psikososial : empati, bijak dalam menentukan 
     Hari ini saya memutuskan untuk pergi naik motor sendirian, karena tidak ada yang mengantar, setelah hampir setahun tidak naik motor untuk menyelesaikan urusan di luar rumah dengan tetap mengantongi ijin suami. Alhamdulillah meskipun pelan-pelan bisa sampai tempat tujuan dengan selamat dan urusan di luar rumah bisa terselesaikan.
3. Kemandirian emosional : pengendalian emosi
    Untuk kemandirian emosionalnya, hari ini berhasil.

Suami:
1. Kemandirian dalam ketrampilan hidup
       Alhamdulillah hari ini suami berhasil bangun pagi, mencuci pakaian, melipat dan menyetrika baju serta membersihkan rumah sendiri.
2. Kemandirian psikososial : empati, bijak dalam menentukan sikap
    Tadi suami cerita kalau tadi pagi saat mau menjemur pakaian, dia bingung apakah mau dijemur di luar atau di dalam. Kalau di luar bisa kering tapi resikonya kemungkinan kehujanan karena sampai rumah sore. Tetapi kalau dijemur di dalam meskipun ga kehujanan, keringnya lama padahal itu seragam kerja. Akhirnya suami memutuskan untuk menjemur di luar dengan resiko kehujanan.
       Nah ternyata benar, sore saat dia masih di kantor, hujan sudah mulai turun. Dia berfikir jemurannya bakalan kehujanan dan basah lagi. Ternyata sampai rumah ada kejutan, pakaiannya sudah ditaruh dipinggir oleh tetangga kontrakan jadi tidak basah lagi. Setiap keputusan memang ada resikonya tetapi kita tetap harus memutuskan.
3. Kemandirian emosional : pengendalian emosi
    Hari ini suami dapat jadwal perpus keliling di AHM Karawang. Stand dibuka dari pagi sampai jam 2. Nah saat dia sudah selesai beres buku-buku dan sudah dimasukkan ke koper karena sudah siap balik Sunter, tiba-tiba ada karyawan yang mau meminjam buku. Dibukalah kembali buku-buku di koper. Setelah dibuka, eh ternyata tidak jadi meminjam buku. Akhirnya suami beresin lagi. Suami tetap berusaha tersenyum katanya, meskipun ada alasan untuk marah atau jengkel. Suami bilang ke saya, yang namanya melayani, kondisi bagaimanapun harus tetap ramah.

Senin, 27 Februari 2017

Games#2 Hari#5 Tantangan 10 Hari Kuliah Bunda Sayang IIP

Assalamu'alaikum bunda pembelajar^_^
  Bagaimana kemandirian di dalam keluarga bunda? Kalau saya masih berkutat dengan diri sendiri bund yaitu berkaitan dengan kemandirian psikososial dab emosionak. Masih terus berusaha untuk melatih kemandirian tersebut. Melanjutkan tantangan hari sebelumnya tentang melatih kemandirian, di hari kelima ini senin 27 Februari 2017 praktik kemandirian yang kami lakukan sebagai berikut.
Istri :
1. Kemandirian dalam ketrampilan hidup : memasak
   Sama dengan di hari keempat, di hari kelima ini saya tidak membuat camilan tetapi tetap memasak untuk makan. Hari ini fokus bersih-bersih rumah dan membantu menjemur hasil panen padi yang belum kering sehingga diputuskan tidak membuat camilan.
2. Kemandirian psikososial : empati, bijak dalam menentukan sikap
    Saya sama suami mulai LDM hari ini untuk persiapan persalinan. Meskipun LDM, saya berusaha meminta ijin suami saat ada kegiatan. Dan hari ini saat saya memutuskan untuk menjenguk saudara di rumah sakit meskipun hujan gerimis dan alhamdulillahnya suami mendukung keputusanku alias memberikan ijin.
3. Kemandirian emosional : pengendalian emosi
    Untuk kemandirian emosionalnya, hari ini berhasil.

Suami:
1. Kemandirian dalam ketrampilan 
      Karena sudah mulai LDM, hari ini suami beberes rumah sendiri dan mencuci pakaian sendiri.
2. Kemandirian psikososial : empati, bijak dalam menentukan sikap
  Meskipun kondisi badannya masih kurang fit, suami masih tetap berangkat kerja. Keputusan yang diambil menurut saya keputusan yang bijak karena memprioritaskan profesionalisme kerja. 
3. Kemandirian emosional : pengendalian emosi
   Sama halnya dengan kemandirian psikososial. Di hari kelima ini suamipun berhasil dalam hal kemandirian emosional. Meskipun suami kondisi kurang fit tetapi tidak ada keluhan yang ia lontarkan.

Games#2 Hari#4 Tantangan 10 Hari Kuliah Bunda Sayang IIP

   Untuk menjaga konsistensi memang butuh komitmen. Apalagi saat ada tantangan yang harus dihadapi. Tak jarang, keluhan itu tak tertahan untuk tidak terucap. Sampai di hari keempat ini, kemandirian yang benar-benar saya kuatkan adalah kemandirian psikososial dan kemandirian emosional.
      Mohon maaf baru bisa mengepost lagi lanjutan tantangan 10 hari untuk hari keempat. Melanjutkan tantangan hari sebelumnya tentang melatih kemandirian, di hari keempat ini minggu 26 Februari 2017 praktik kemandirian yang kami lakukan sebagai berikut.
Istri :
1. Kemandirian dalam ketrampilan hidup : memasak
   Sama dengan di hari ketiga, di hari keempat ini saya tidak membuat camilan tetapi tetap memasak untuk makan. Rencana aktivitas lumayan membutuhkan waktu dan waktu terbatas karena malam harinya suami sudah harus balik ke jakarta sehingga diputuskan untuk tidak membuat camilan.
2. Kemandirian psikososial : empati, bijak dalam menentukan sikap
    Kondisi suami sebenarnya masih belum fit. Bangun tidur suhu badannya panas sekali sehingga saya kompress dengan air hangat dan membuatkan minum air hangat+madu. Alhamdulillah suhu badannya mulai turun. Karena ada aktivitas yang harus diselesaikan sama suami, rasanya saya 'memaksa' suami untuk tetap berangkat. Saya merasa keputusan saya kurang bijak. 
3. Kemandirian emosional : pengendalian emosi
    Untuk kemandirian emosionalnya, hari ini masih belum berhasil.

Suami:
1. Kemandirian dalam ketrampilan hidup
    Karena kondisi badan kurang fit, sampai hari keempat ini suami bangunnya agak belakangan.
2. Kemandirian psikososial : empati, bijak dalam menentukan sikap
     Meskipun kondisi badannya kurang fit, karena dia tau ada akrivitas yang harus kami selesaikan berdua, maka dia pun memutuskan tetap melanjutkan aktivitas yang kami rencanakan. Lagi-lagi, suami berhasil dalam kemandirian psikososial.
3. Kemandirian emosional : pengendalian emosi
   Sama halnya dengan kemandirian emosional. Di hari keempat ini suamipun berhasil dalam hal kemandirian emosional. Meskipun saya emosinya sedang naik-turun, suami tetap tenang-tenang saja.

Games#2 Hari#3 Tantangan 10 Hari Kuliah Bunda Sayang IIP


Assalamu'alaikum bunda pembelajar...^_^
Sebelumnya, saya mohon maaf baru melanjutkan tulisan hari ini karena kemaren sedang berada di rumah mertua ada beberapa kendala, salah satunya koneksi internet. Alhamdulillah hari ini sudah berada di rumah ortu saya, akhirnya bisa terkoneksi lagi dengan internet dan itu artinya bisa mengepost lagi lanjutan tantangan 10 hari. Melanjutkan tantangan hari sebelumnya tentang melatih kemandirian, di hari ketiga ini sabtu 25 Februari 2017 praktik kemandirian yang kami lakukan sebagai berikut.
Istri :
1. Kemandirian dalam ketrampilan hidup : memasak
   Hari ini saya tidak memasak karena baru sampai rumah di desa sekitar pukul 06.30 lalu istirahat sebentar sambil mengobrol dengan ortu dan setelah itu langsung ke periksa ke dokter kandungan dan sampai sore. Sore pun masih berlanjut silaturahmi ke ortu saya dan baru sampai rumah mertua sudah jam setengah 9. Walhasil untuk tantangan masak tidak terlaksana.

2. Kemandirian psikososial : empati, bijak dalam menentukan sikap
    Terkait kemandirian psikososial hari ini belum berhasil karena ternyata saat saja mengambil keputusan tentang sesuatu kurang tepat.
3. Kemandirian emosional : pengendalian emosi
    Di hari ketiga ini banyak hal yang menantang dalam hal pengendalian emosi. Alhamdulillah saya bisa melewatinya.

Suami:
1. Kemandirian dalam ketrampilan hidup
    Karena tidur di kereta jadinya tidurnya kurang nyenyak sehingga tetap bisa bangun pagi karena sebentar-sebentar terbangun.
2. Kemandirian psikososial : empati, bijak dalam menentukan sikap
     Dalam hal kemandirian psikososial, suami memang lebih matang. Di hari ketiga ini saat waktu yang tersedia terbagi-bagi dalam banyak aktivitas yang harus segera diselesaikan serta dalam kondisi yang menuntut untuk segera mengambil keputusan, suami selalu bijak mengambil keputusan.
3. Kemandirian emosional : pengendalian emosi
   Dalam kondisi yang kurang fit dan harus menghadapi saya yang hari ini agak ribet, suami tetap memberikan respon menenangkan dengan gayanya yang humoris sehingga bisa membantu saya juga dalam pengendalian emosi. Sehingga kemandirian emosional untuk hari ini berhasil.

Jumat, 24 Februari 2017

Games#2 Hari#2 Tantangan 10 Hari Kuliah Bunda Sayang IIP


Assalamu'alaikum bunda pembelajar...^_^
Melanjutkan tantangan hari sebelumnya tentang melatih kemandirian, di hari kedua ini praktik kemandirian yang kami lakukan sebagai berikut.
Istri :
1. Kemandirian dalam ketrampilan hidup : memasak
   Hari ini saya membuatkan camilan suami berupa pisang gapit. Lagi-lagi berbekal resep dari google. Alhamdulillah berhasil, dan suami suka. Dia bilang 'enak bun, bahannya apa saja?'. Hehe dalam hati rasanya senang sekali. Tersemangati untuk terus mencoba resep-resep baru.


2. Kemandirian psikososial : empati, bijak dalam menentukan sikap
    Karena hari ini kami mau mudik dan LDM sampai anak usia sekitar 6 bulan sehingga saya harus membereskan barang-barang yang sekiranya tidak diperlukan suami agar tidak terkena debu. Saya berusaha membereskan dan menyiapkan apa yang harus dibereskan dan disiapkan. Nah pada saat suami tadi menelpon dan menanyakan beberapa hal yang harus saya bereskan, alhamdulillah sudah beres semua tanpa menunggu instruksi suami.
3. Kemandirian emosional : pengendalian emosi
    LDM bagiku sangatlah berat meskipun sebelumnya juga pernah LDM. Kemaren malam saat makan malam akhirnya tangisku pun pecah saat curhat dengan suami. Tetapi hari ini meskipun berat dirasa tetapi harus dijalani. Ya inilah proses yang harus dilalui saat kami memutuskan untuk bersalin di Solo karena dekat orang tua dan suami pun pekerjaannya di Jakarta sehingga mau tidak mau harus LDM. Saat tadi suami menelepon dan menanyakan bagaimana perasaannya, saya sudah bisa menjawab dengan perasaan yang lebih tenang.

Suami:
1. Kemandirian dalam ketrampilan hidup
    Pagi tadi untuk kemandirian bangun bagi, masih belum berhasil karena tetap duluan saya yang bangun dan suami harus dibangunkan. Semoga saat nanti LDM, lebih tersemangati lagi untuk bangun pagi.
2. Kemandirian psikososial : empati, bijak dalam menentukan sikap
     Hari ini kami mudik naik kereta jam 8. Dan kami memutuskan untuk berangkat dari rumah jam setengah 6. Suami yang biasanya jam 5 baru pulang, pulang setengah jam lebih awal agar tidak ketinggalan kereta. Nah karena diperkirakan tak bisa makan malam di rumah akhirnya suami memutuskan untuk beli makan nasi kotak. Sehari sebelumnya sudah disepakati memang tidak masak tapi beli di stasiun. Dengan beberapa pertimbangan akhirnya suami pun memutuskan tidak membeli makan di stasiun dan dia membeli di rumah makan yang dilewati saat pulang. Jadi meskipun tadi saat berangkat macet tetapi tetap merasa tenang tidak terburu-buru
3. Kemandirian emosional : pengendalian emosi
   Nah saat tadi mau makan ternyata tempat duduk penuh semua. Akunya berasa pingin segera duduk karena perut kerasa agak kurang enak dan jalan sedari tadi tidak menemukan kursi kosong. Akhirnya suami pun mengajak untuk duduk dan makan di bawah pohon. Suami bilang suasana kayak gini malah romantis bunda.

Scale Up Impact

Assalamu'alaikum Ibu Pembaharu... Pekan kemarin merupakan pekan terakhir perkuliahan di bunsal. Hampir 6 bulan menjalani perkuliahan ini...