Tampilkan postingan dengan label Institut Ibu Profesional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Institut Ibu Profesional. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

Aliran Rasa Level#12

    

   Alhamdulillah tidak terasa perkuliahan kelas bunda sayang sudah setahun berjalan. 12 level sudah terlalui dengan sensasinya masing-masing. Karena bagi saya, setiap level memunculkan kesan tersendiri baik saat menerima materinya, mengaplikasikannya maupun saat melaporkannya dalam bentuk tulisan. Selalu ada kejutan, entah itu materi, tugas maupun peraturannya. Meskipun terkait peraturan yang gonta ganti kadang bikin gimana gitu, tetapi saya menyakini bahwa semata2 peraturan dibuat untuk kebaikan bersama. Saya lantas mengazzamkan diri untuk meluruskan niat bahwa saya sudah memutuskan untuk belajar di kelas bunda sayang, maka konsekuensinya saya pun harus mengikuti segala peraturan yang ada. Up and down saat mengerjakan tugas, saya akui memang itu saya alami. Apalagi saat di semester 3. Akhirnya saya pun fokus pada kewajiban2 saya sebagai siswa di kelas bunda sayang dan fokus pada tujuan saya saat mengikuti kelas ini. Seperti quotes yang saya sertakan diatas. Saya ingin menjadi orang hebat yang bisa mengalahkan karakter negatif dalam diri. 
   Di penghujung level ini rasanya bersyukur sekali bisa mendapat kesempatan menikmati sajian di kelas bunda sayang yang dikemas apik dan kreatif oleh tim dapur bunda sayang. Di lain sisi rasanya gimana gitu, serasa belum maksimal menerapkan materi dari level 1 sampai 12. Masih tertatih-tatih untuk konsisten mengaplikasikan setiap materi. Serasa hanya terpacu saat mengerjakan tantangan 10 hari karena merasa itu tugas. Tetapi dari sini saya justru tersadarkan dan harus lekas bangkit untuk berkomitmen mengkonsistensikan pengaplikasian setiap materi dari bunda sayang. Agar tujuan awal mengikuti kelas bunda sayang bisa tercapai.
      Terimakasih untuk bu Septi yang selalu menginspirasi, tim dapur bunda sayang yang pasti telah meluangkan tenaga, pikiran dan waktunya untuk memberikan sajian yang nikmat bagi kami, keenam fasilitator di kelas bunda sayang Jakarta 02 yang selalu sabar mendampingi kami, teman2 kelas bunda sayang yang selalu menginspirasi dan saling menyemangati, serta para korlan yang telah membantu merekap T10 kami. Semoga semuanya mendapatkan balasan kebaikan atas apa yang telah ditanam.aamiin

#Aliran rasa
#Level12
#KuliahBunSayIIP
#KeluargaMultimedia

Jumat, 16 Februari 2018

Keluarga Multimedia Part#10

    Tantangan 10 hari di level 12 ini memang memberikan sensasi tersendiri bagiku. Banyak hal baru yang saya peroleh. Di hari ke-2 tantangan 10 hari, saya pernah mereview tentang aplikasi Buku Bayi untuk memantau perkembangan bayi. Nah ternyata ada aplikasi yang baru saya ketahui dari mba leila, yang ternyata lebih komplit dan juga dari IDAI, lebih mantap lagi kan.hehe
    Setelah dikasih tau mba leila tentang aplikasi ini, selang beberapa hari saya unduh aplikasi tersebut lewat play store. Setelah berhasil mengunduh dan membuat akunnya, ternyata banyak fitur keren di dalamnya yang sebelumnya belum saya temukan di aplikasi sebelumnya. Aplikasi ini namanya PRIMA. Bunda dapat mengunduhnya disini https://play.google.com/store/apps/details?id=com.prima. PRIMA itu merupakan singkatan dari Program IDAI untuk membangun anak Indonesia. Tampilan aplikasi beserta fitur-fiturnya seperti berikut ini.





   Dan masih banyak lagi informasi yang bisa kita dapatkan dari aplikasi ini. Silakan mencoba bunda, untuk mengeksplore manfaat aplikasi ini😊.

#Tantangan10Hari
#Hari10
#Level12
#KuliahBunSayIIP
#KeluargaMultimedia

Rabu, 14 Februari 2018

Keluarga Multimedia Part#9

    Smartphone dengan keunggulannya diakui sangat membantu orang dalam berkomunikasi. Banyak applikasi yang bisa dijalankan melalui smartphone. Jadi sekarang komunikasi tak hanya bisa dilakukan dua orang saja tetapi melalui aplikasi-aplikasi di smartphone, komunikasi bisa dilakukan dalam grup. Aplikasi yang bisa mengakomodir komunikasi untuk banyak orang seperti whatsapp, telegram, bbm, line dan sebagainya.
    Saat ini aplikasi instan messenger atau aplikasi chatting kini telah menggusur fasilitas sms. Orang kebanyakan sudah beralih ke whatsapp, line, bbm maupun telegram. Aplikasi ini tentu sudah tidak asing lagi bagi pengguna smartphone.
    Pada kesempatan kali ini, saya ingin mereview salah satu diantara aplikasi tersebut yaitu Telegram. Aplikasi ini sempat mau ditutup oleh pemerintah namun sampai saat ini belum jadi ditutup.




   Dikutip dari brilio.net aplikasi ini memiliki beberapa kelebihan diantaranya yaitu tidak berbayar alias gratis, mengirim pesan dengan cepat, lebih ringan dijalankannya, dapat diakses dari berbagai perangkat secara bersamaan, berbagi file dengan ukuran lebih besar, grup dapat menampung 5000 orang, fitur channel, memiliki fitur bot yang memungkinkan untuk dijalankan oleh aplikasi, lebih interaktif dan lebih aman.
 Aplikasi ini dapat diunduh melalui https://play.google.com/store/apps/details?id=org.telegram.messenger. Untuk membuat akunnya pun mudah juga. Tinggal mengikuti perintahnya. Bagaimana bunda, tertarik menggunakannya? Atau bagi yang sudah menggunakannya bisa memanfaatkannya dengan optimal😊. Salam keluarga pembelajar💪💪.

#Tantangan10Hari
#Hari9
#Level12
#KuliahBunSayIIP
#KeluargaMultimedia

Selasa, 13 Februari 2018

Keluarga Multimedia Part#8

    Sebagai ibu yang bekerja di ranah domestik, tentu pasti tetap berkeinginan untuk produktif. Produktif bisa diartikan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dengan aktivitas yang bermanfaat sehingga bisa menorehkan karya. Karya bisa dimaknai dengan banyak hal. Hal ini bisa sebagai sarana untuk menyalurkan passion agar tetap berkembang.
  Untuk membuat karya tentunya membutuhkan asupan ide. Ide bisa muncul dimanapun dan kapanpun saat melihat suatu benda ataupun kejadian. Nah, salah satu aplikasi yang biasanya saya gunakan untuk belanja ide adalah Pinterest.


     Aplikasi ini nampaknya sudah tidak asing lagi bagi sebagian para ibu. Banyak inspirasi yang bisa kita temukan saat kita membuka aplikasi ini. Apa yang akan ditampilkan dalam aplikasi ini pun sesuai dengan apa yang kita minati yang kita pilih saat kita membuat akun di aplikasi ini.
       Jika ingin mencoba membuat akun di Pinterest, bisa di unduh dulu aplikasinya di Play Store lalu install atau langsung klik disini https://play.google.com/store/apps/details?id=com.pinterest. Setelah itu ikuti petunjuknya untuk membuat akun. Berikut ini adalah contoh beberapa ide yang berkaitan dengan pilihan saya saat saya membuat akun di aplikasi ini.



 
     Demikian review aplikasi dari saya di hari ke-8 ini. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba😊😉.

#Tantangan10Hari
#Hari8
#Level12
#KuliahBunSayIIP
#KeluargaMultimedia

Senin, 12 Februari 2018

Keluarga Multimedia Part#7

   Tak bisa dipungkiri, saat ini banyak transaksi yang dilakukan secara online. Salah satunya adalah pembelian tiket pesawat, kereta, ataupun bus dan reservasi hotel. Jadi kita ga perlu repot2 antri, menghemat tenaga dan waktu untuk aktivitas lain. Nah, karena saya perantau dan seringkali membutuhkan tiket untuk mudik, jadilah saya menggunakan aplikasi untuk mempermudah saya membeli tiket. Aplikasi yang saya gunakan adalah Padiciti.
     Aplikasi ini dapat digunakan untuk melakukan pemesanan tiket pesawat, kereta, kereta bandara, bus maupun reservasi hotel serta pembelian pulsa/data.

         
    Untuk pembayarannya pun sangat mudah. Bisa transfer langsung atau melalui indomaret/alfamart.

#Tantangan10hari
#Hari7
#Level12
#KuliahBunSayIIP
#KeluargaMultimedia

Minggu, 11 Februari 2018

Keluarga Multimedia Part#6

    Di hari ke-6 tantangan 10 hari level 12 ini, aplikasi yang akan saya review adalah Google Maps. Aplikasi ini saya kira sudah tak asing lagi bagi para bunprof karena memang sangat membantu sekali. Tak bisa dipungkiri, kemajuan teknologi saat ini banyak memberikan kebermanfaatan bagi kita untuk mensupport aktivitas kira sehari-hari. Jadi sayang jika tidak dimanfaatkan dengan baik.
     Bagi saya pribadi aplikasi ini sangat membantu, terlebih saya adalah perantau yang tak tau menahu tentang tempat-tempat baru. Dengan fitur-fitur yang ada, aplikasi ini bisa memberikan informasi pada kita saat kita sedang membutuhkan informasi tertentu. Meskipun terkadang kurang begitu akurat saat menunjukkan suatu tempat tetapi setidaknya mendekati. Jadi memang tetap butuh keberanian untuk bertanya atau kemampuan navigasi saat menggunakan aplikasi ini😁 (karena pernah mengalami sampai di gang buntu saat mengandalkan aplikasi ini😂). Ini salah satu kelemahannya diantara segudang manfaat yang diberikan.
    Saat kita membutuhkan informasi tentang kondisi lalu lintas, kita bisa menggunakan pilihan fitur traffic sehingga di dalam peta akan terlihat warna hijau, orange, merah atau merah pekat. Hijau mengindikasikan jalanan itu lancar, sebaliknya kalau merah pekat mengindikasikan bahwa jalanan itu maceettt. Jadi bisa memilih jalan alternatif jika tidak ingin bermacet-macet ria.
      Selain fitur traffic, juga masih ada fitur lain yang bisa kita manfaatkan seperti yang tertera pada gambar berikut ini.



    Biasanya aplikasi ini sudah terinstall di smartphone. Jika belum bisa diunduh melalui play store. Bunda bisa mengeksplorasi fitur-fiturnya lebih lanjut lagi jika ingin mengetahui manfaatnya secara lebih dalam😊. Demikian review dari saya, semoga bermanfaat🤗.

#Tantangan10Hari
#Hari6
#Level12
#KuliahBunSayIIP
#KeluargaMultimedia

Keluarga Multimedia Part#5

   Aplikasi selanjutnya yang ingin saya review adalah Expense Manager. Aplikasi ini dapat membantu kita untuk mencatat keuangan keluarga kita. Pemasukan dan pengeluaran pun dapat terdeteksi. Kita pun dapat membuat anggaran mingguan, bulanan maupun tahunan.
      Aplikasi ini memiliki beberapa fitur seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini.
1. Income
Fitur ini digunakan untuk mencatat sumber pemasukan keuangan kita
2. Expense
Fitur ini untuk mencatat transaki pengeluaran yang telah kita lakukan
3. Account
Fitur ini untuk mencatat nama akun atau nama transaksi yang kita gunakan
4. Budget
Fitur ini untuk membuat rencana anggaran. Ada pilihan anggaran mingguan, bulanan maupun tahunan
5. Report
Fitur ini untuk memberikan gambaran kepada kita secara menyeluruh tentang rekam jejak transaksi yang telah kita lakukan baik pemasukan maupun pengeluaran atau istilah akuntansinya laporan keuangan. Laporan ini bisa kita gunakan untuk membuat keputusan-keputusan mengenai keuangan kita
6. Calendar
Fitur ini memberikan gambaran secara real-time dari transaksi yang telah kita lakukan per tanggal dan akan muncul juga nominalnya saat kita sudah menginputnya di fitur income maupun expense
7. Statistic
Fitur ini memberikan gambaran secara menyeluruh tentang record suatu transaksi dari waktu ke waktu sehingga bisa dipakai sebagai bahan perbandingan
8. More
Fitur ini memuat beberapa fitur lain yang tersedia
Demikian review dari saya, semoga bermanfaat😊. Oya bunda, aplikasi ini bisa diunduh melalui https://play.google.com/store/apps/details?id=com.moneytower.expmngr. Selamat mencoba...

#Tantangan10Hari
#Hari5
#Level12
#KuliahBunSayIIP
#KeluargaMultimedia

Jumat, 09 Februari 2018

Keluarga Multimedia Part#4

   وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Hanya milik Allah asmaa-ul husna, Maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang Telah mereka kerjakan. (al-A’raf:180)

     Asmaul husna, sebagai seorang muslim tentulah nama ini sudah tak asing lagi kita dengar. Apa itu asmaul husna? Ya, asmaul husna adalah nama-nama yang indah bagi Allah. Ada sebuah hadist yang menerangkan tentang asmaul husna.
Dari Abu Hurairah r.a bahwa Nabi SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah mempunyai 99 nama, yaitu 100 kurang satu. Siapa yang menghafalnya akan masuk surga". Shahih bukhari

   Dari hadist itu tentulah menambah semangat kita untuk memahami serta berusaha menghafalkannya juga. Untuk memudahkannya, saya menggunakan aplikasi Allah Names. Seperti yang sudah-sudah, aplikasi ini saya unduh melalui Play Store.
    Di aplikasi Allah  Names ini kita bisa mendengarkan asmaul husna dan memilih versi siapa, Dr Ary Ginanjar atau hijaz. Sebelum kita play akan muncul pilihan seperti ini.


Setelah memilih baru kita klik simbol Play di pojok bawah untuk mendengarkan audionya. Selain itu kita juga bisa menyimak, mengikuti serta memahami arti asmaul husna dari tulisan Asmaul husna versi tulisan arab, Indonesia dan terjemahannya.

     Selanjutnya, untuk mengetahui makna dari setiap asmaul husna, kita bisa klik satu nama, maka nanti akan muncul penjelasannya beserta dalilnya. Aplikasi ini menggunakan bahasa melayu.










    Saya menggunakan aplikasi ini sudah beberapa tahun lalu dan alhamdulillah terbantu dengan aplikasi ini. Demikian review aplikasi dari saya hari ini. Semoga bermanfaat😊.

#Tantangan10Hari
#Hari4
#Level12
#KuliahBunSayIIP
#KeluargaMultimedia

Kamis, 08 Februari 2018

Keluarga Multimedia Part#3

   Di era kemajuan teknologi informasi yang begitu cepat seperti saat ini, kita dapat melakukan berbagai hal melalui smartphone kita. Contohnya yang sekarang sudah tidak asing lagi adalah belanja online. Nah daripada pergi ke tokonya langsung jauh, banyak kepentingan lain, belum lagi jalanan macet. Beuuhh, sudahlah akhirnya search barang yang di cari melalui aplikasi atau toko online lalu bayarnya tinggal transfer.
    Eh tapi kalau sering transaksi online jadi sering transfer, trus gimana dong dengan biaya adminnya kalau transfernya antar bank yang berbeda? Nah lo masalah baru muncul ni bun🤔.  Saat sering melakukan transfer apalagi antar bank yang berbeda pasti akan terasa ya biaya adminnya. Meski memang bisa dianggap itu sebagai biaya pengganti bensin kalau kita jalan sendiri. Eh tapi jika ada pilihan biaya adminnya gratis gimana? Pastinya mau dong ya? (ngomong ke diri sendiri di depan cermin🤣).
    Ternyata saat ini sudah ada aplikasi yang namanya Flip. Aplikasi ini dapat di unduh di Play Store. Berikut linknya
https://play.google.com/store/apps/details?id=id.flip. Lalu bagaimana cara pengoperasiannya? Berikut langkahnya :
1. Unduh aplikasi via Play Store

2. Install aplikasi

3. Jika sudah berhasil di install, bukalah aplikasinya. Lalu disitu akan muncul pilihan masuk dengan facebook, daftar, dan masuk.

Jika belum memiliki akun maka kita pilih daftar lalu kita diminta untuk melengkapi data.

Jika sudah memiliki akun maka kita pilih masuk atau masuk dengan facebook juga bisa.

4. Untuk yang baru membuat akun, setelah melengkapi data. Kita diminta untuk verifikasi melalui email dan membayar registrasi sebesar 6.000 di alfamart yang bukan frenchise. Biasanya akan ditunjukkan yang paling dekat dengan alamat rumah yang tertera pada data yang telah diisikan.
5. Nah setelah akun sudah aktif, sebelum melakukan transaksi, bunda diminta untuk melampirkan ktp.

Keunggulan dari aplikasi Flip ini adalah :
1. Transfer dari dan ke bank terbesar di Indonesia tanpa biaya admin
2. Pengecekan nomor rekening tujuan otomatis
3. Status pengiriman transferan yang update secara real-time
4. Flip akan mengirimkan bukti transfer lewat aplikasi dan email
5. Flip juga dapat membantu untuk pembelian pulsa dan paket data
6. In app-live chat yang dapat membantu jika ada kesulitan
7. Flip mengenskripsi data-data sensitif dan memberika  keamanan ganda untuk data pribadi kita
8. Flip berijin resmi dan terlisensi oleh bank Indonesia

Transfer dari dan ke bank apa saja yang bisa dilakukan dengan Flip?
BNI, BCA, Mandiri, BRI, CIMB Niaga, BNI Syariah, Mandiri Syariah, CIMB Niaga Syariah dan Muamalat.

Cukup itu dulu review tentang aplikasi Flip dari saya. Selamat mencoba dan menggunakan aplikasi Flip bunda😊.

#Tantangan10Hari
#Hari3
#Level12
#KuliahBunSayIIP
#KeluargaMultimedia

Rabu, 03 Mei 2017

Games#4 Hari#8 Tantangan 10 Hari Kuliah Bunda Sayang IIP

Rabu, 03 Mei 2017 merupakan hari ke8 pelaksanaan tantangan 10 hari mengenai gaya belajar. Berbicara tentang belajar, bagi saya seorang ibu baru dengan anak yang baru berusia 1 bulan, setiap hari adalah sarana belajar. Belajar darimanapun. Dari buku, teman, internet, guru dan lainnya bahkan bisa dari anak langsung.
Terkadang apa yang terjadi saat menghadapi anak berbeda dengan teori. Karena saat sudah berhadapan dengan anak langsung rasanya teori itu sudah 'ambyar' duluan, meskipun terkadang juga masih sesuai dengan teorinya. Kejadian2 seperti ini yang membuat saya belajar langsung dari kejadian sama yang berulang sehingga saya ambil kesimpulan, learning by doing. Setiap anak unik sehingga perlakuannya pun tidak bisa disamakan. Dari uraian diatas mengindikasikan bahwa gaya belajar saya visual

Minggu, 30 April 2017

Games#4 Hari#5 Tantangan 10 Hari Kuliah Bunda Sayang IIP

      Pada hari kelima tantangan 10 hari mengenai gaya belajar kali ini, stimulus yang saya berikan untuk diri saya sendiri yaitu dengan melakukan kegiatan membaca. Melanjutkan kegiatan yang sama dengan hari keempat. Tetapi yang saya rasakan hari ini berbeda.
       Bab di buku yang sedang saya baca sudah masuk pada praktik yang dilakukan penulis dalam hal pengasuhan anaknya. Oleh karena itu setelah membaca kalimat demi kalimat, saya mencoba membayangkan apa yang dilakukan penulis kepada anaknya seakan saya melakukan hal yang sama terhadap anak saya. Usai selesai membaca dan membayangkan, saya mencoba mempraktekkan langsung apa yang saya pahami dari buku tersebut dan dari hasil yang saya bayangkan. Dari hasil pengamatan tersebut mengindikasikan bahwa gaya belajar saya adalah visual dan kinestetik.

Sabtu, 29 April 2017

Games#4 Hari#4 Tantangan 10 Hari Kuliah Bunda Sayang IIP

     Hari ini sabtu, 29 April 2017 yang merupakan hari ke#4 saya melaksanakan tantangan 10 hari untuk mengamati gaya belajar. Di hari#4 ini stimulasi yang saya lakukan adalah membaca. Kebetulan hari ini suami pulang ke Solo karena hari senin libur jadi lumayan bisa 3 hari memanfaatkan waktu liburan bersama keluarga. Nah sebelum pulang, suami ke gramedia dan membelikan buku untuk saya yang telah saya pesan jauh-jauh hari yaitu Happy Little Soul dari ibuk retnohening.

       Ibuk retnohening merupakan ibuk dari kirana. Kirana adalah anak berusia 3 tahun yang masyaAllah ia begitu cerdas, santun, sopan dan imut serta ceria. Saya mengikuti kegiatan kirana yang di posting ibuk di IG @retnohening. Saya pingin tahu cara ibuk mengasuh kirana sehingga menjadikan kirana anak yang cerdas, santun dan setiap kata2 yang dikeluarkan itu menenangkan seperti ia kayak sudah dewasa. Kebetulan ibuk menulis sebuah buku yang diberi Happy Little Soul yang berisi perjalanan ibuk mengasuh kirana. Akhirnya saya pun bercerita ke suami tentang buku itu dan alhamdulillah suamipun membelikan buku itu untuk saya.
      Saat buku itu disodorin, langsung saya buka sampul plastiknya dan membuka isinya. Saat dedek tertidur dan saya memiliki kesempatan untuk membaca, saya baca buku itu meskipun saat itu suami sama kakak dan ayahnya sedang mengobrol di samping saya, saya tetap menikmati kata demi kata di buku itu. Dari kegiatan membaca ini, saya jadi tahu bahwa saya bisa membaca di situasi yang tidak tenang dan tidak terpengaruh sehingga dari hasil tersebut bisa disimpulkan bahwa gaya belajar saya visual. Salah satu indikasi dari gaya belajar visual adalah bisa membaca/belajar dalam keributan dan tidak terganggu oleh situasinya.
#Tantanganhari4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP

Jumat, 28 April 2017

Games#4 Hari#3 Tantangan 10 Hari Kuliah Bunda Sayang IIP

     Semenjak pasca melahirkan saya tinggal di rumah mertua. Mertua saya yang seorang petani membuatnya sibuk ke sawah di pagi hari sampai ashar sehingga biasanya baru bisa ngobrol selepas maghrib.
     Nah di hari k3 tantangan 10 hari kali ini, saya mencoba mengamati diri saya sendiri saat mengobrol. Dari apa yang saya amati ternyata saat mengobrol saya lebih sering menatap lawan bicara saya dan melihat gerak geriknya, tatapan mata saya seakan melihat ke atas dan tangan saya ikut bergerak saat saya berbicara. Dilihat dari hasil pengamatan tersebut, hasilnya masih sama dengan hari sebelumnya yaitu gaya belajar saya salah satunya adalah visual.
#Tantanganhari3
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIP

Rabu, 26 April 2017

Games#4 Hari#1 Tantangan 10 Hari Kuliah Bunda Sayang IIP

      Yeeaay alhamdulillah akhirnya semangat untuk nulis dan menjalani tantangan 10 hari di perkuliahan bunda sayang level 4 kali ini yang berkaitan dengan gaya belajar anak. Setelah beberapa hari berusaha mengunyah materi yang telah diberikan dan berusaha mengumpulkan kembali puing-puing semangat yang mulai berceceran.
       Lagi-lagi saya diingatkan akan 2 hal dalam mengikuti kelas ini, KOMITMEN dan KONSISTEN. Saat futur menghantui diri ini atau semangat mulai melempem, cara yang ku lakukan adalah 'mengajak ngobrol' dengan diri sendiri atau istilahnya muhasabah diri.
    Nah saat2 yang biasanya saya pilih adalah saat sepertiga malam kayak gini dimana kondisinya sepi dan dedek sudah terlelap. Biasanya saat terbangun tengah malam karena harus ngASI atau dedek pipis/eek, rasanya mata sudah bening dan tidak ngantuk lagi. Nah suasana yamg seperti ini saya gunakan untuk mencerna materi2 dari IIP atau searching2 info seputar per'bayi'an karena sinyal internet lebih mendukung saat jam2 segini.
    Berkaitan dengan tantangan 10 hari bunda sayang kali ini, karena usia anak masih 1 bulan jadi belum bisa dijadikan objek pengamatan, akhirnya saya memgamati gaya belajar diri sendiri. Di hari#1 26 April ini untuk mengetahui diri saya lebih dominan gaya belajar seperti apa, aktivitas yang saya lakukan adalah memulainya dengan memilih beberapa opsi sebagai kecenderungan gaya belajar yang diberikan bersamaan materi. Adapun opsi itu adalah sebagai berikut.

   Dari opsi diatas, yang menjadi kebiasaan saya ada di 3 kotak warna merah, 2 kotak warna ungu yaitu saat berbicara menggunakan tangan atau gesture dan menyukai pelajaran yang berhubungan dengan praktik, serta 1 kotak warna biru yaitu mengemukakan ide dengan ekspresi kata2/verbal. Dilihat dari hasil pengamatan kebiasaan tersebut, kecenderungan gaya belajar saya adalah visual dan kinestetik.
#tantanganhari1
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayiip

Materi#4 Kuliah Bunda Sayang IIP, Memahami Gaya Belajar Anak

_Institut Ibu Profesional_
_Kelas Bunda Sayang  Materi #4_

*MEMAHAMI GAYA BELAJAR ANAK, MENDAMPINGI DENGAN BENAR*

Dulu kita adalah anak/murid yang selalu menerima apa saja yang diberikan orangtua/guru kita, apabila ada hal-hal yang belum kita pahami, lebih cenderung diam, tidak berani untuk menanyakan kembali. Karena paradigma yang muncul saat itu, banyak bertanya dianggap bodoh atau mengganggu proses pembelajaran.

 Itu baru tingkat pemahaman, guru/orangtua kita sangat sedikit yang mau memahami bagaimana cara kita bisa belajar dengan baik, yang ada kita harus menerima gaya orangtua/guru kita mengajar.

 Sehingga  anak yang gaya belajarnya tidak sesuai dengan gaya mengajar guru/orangtuanya, akan masuk kategori “siswa dengan tingkat pemahaman rendah” dan kadang mendapat label “bodoh”.

Jaman berubah, dan terus akan berubah. Sudah saatnya kita harus mengubah paradigma baru di dunia pendidikan.

Dari sisi orangtua/pendidik:

*Apabila anak tidak bisa belajar dengan cara/gaya kita mengajar, maka kita harus belajar mengajar dengan cara mereka BISA belajar*

Dari sisi anak/siswa:

*Setiap anak/siswa PASTI BISA belajar dengan baik, setiap anak akan belajar dengan CARA yang BERBEDA*

Sudah saatnya kita belajar memahami gaya belajar anak-anak ( Learning Styles) dan memahami gaya mengajar kita sebagai pendidik ( Teaching Styles ) karena kedua hal tersebut di atas akan berpengaruh pada gaya bekerja kita dan anak-anak ( Working Styles ).

Karena kalau tidak, kita dan anak-anak akan masuk kategori masyarakat buta huruf abad 20, yang didefinisikan Alvin Toffler sbb :

*Mereka yang dikategorikan buta huruf di abad 20 bukanlah individu  yang tidak bisa membaca dan menulis, melainkan orang yang tidak mampu belajar, tidak mau belajar dan tidak kembali belajar*

Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang gaya belajar ada baiknya kita memahami terlebih dahulu untuk apa anak-anak ini harus belajar.


 Ada 4 hal penting yang menjadi tujuan anak-anak belajar yaitu :

a.Meningkatkan Rasa Ingin Tahu anak ( Intellectual Curiosity)

b. Meningkatkan Daya Kreasi dan Imajinasinya ( Creative Imagination)

c. Mengasah seni / cara anak agar selalu bergairah untuk menemukan sesuatu ( Art of Discovery and Invention)

d.Meningkatkan akhlak mulia anak-anak ( Noble Attitude)

Fokuslah kepada 4 hal tersebut selama mendampingi anak-anak belajar. Buatlah pengamatan secara periodik, apakah rasa ingin tahunya naik bersama kita/selama di sekolah? Apakah kreasi dan imajinasinya berkembang dengan bagus selama bersama kita /selama di sekolah? Apakah anak-anak suka menemukan hal baru, dan keluar *Aha! Moment*( teriakan “Aha! Aku tahu sekarang” atau ekspresi lain yang menunjukkan kebinaran matanya) selama belajar?

 Apakah dengan semakin banyaknya ilmu yang anak-anak dapatkan di rumah/di sekolah semakin meningkatkan akhlak mulianya?



Setelah memahami tujuan anak-anak belajar baru kita memasuki tahapan-tahapan memahami berbagai gaya belajar anak-anak.Gaya belajar dapat menentukan prestasi belajar anak. Jika diberikan strategi yang sesuai dengan gaya belajarnya, anak dapat berkembang dengan lebih baik.


Gaya belajar otomatis tergantung dari orang yang belajar. Artinya, setiap orang mempunyai gaya belajar yang berbeda-beda.

Modalitas belajar adalah cara informasi masuk ke dalam otak  melalui indra yang kita miliki.

Tiga macam modalitas belajar anak:

☘Auditory  : modalitas ini mengakses segala macam bunyi, suara, musik, nada, irama, cerita, dialog, dan pemahaman materi pelajaran dengan menjawab atau mendengarkan lagu, syair, dan hal-hal lain yang terkait.

☘ Visual : modalitas ini mengakses citra visual, warna, gambar, catatan, tabel diagram, grafik, serta peta pikiran, dan hal-hal lain yang terkait.

☘ Kinestetik: modalitas ini mengakses segala jenis gerak, aktifitas tubuh, emosi, koordinasi, dan hal-hal lain yang terkait.
           

Mari kita pahami gaya belajar tersebut secara detil, kita pahami ciri-cirinya dan bagaimana strategi kita untuk mendampingi anak-anak dengan gaya belajarnya masing-masing.


📌GAYA BELAJAR VISUAL ( Belajar dengan cara melihat)

Lirikan keatas bila berbicara, berbicara dengan cepat. Bagi anak yang bergaya belajar visual, mata / penglihatan (visual) memegang peranan penting dalam belajar, dalam hal ini metode pengajaran yang digunakan ibu/guru sebaiknya lebih banyak / dititikberatkan pada peragaan / media, ajak mereka ke obyek-obyek yang berkaitan dengan pelajaran tersebut, atau dengan cara menunjukkan alat peraganya langsung pada siswa atau menggambarkannya di papan tulis.

Anak yang mempunyai gaya belajar visual harus melihat bahasa tubuh dan ekspresi muka gurunya/ibunya untuk mengerti materi pelajaran. Mereka cenderung untuk duduk di depan agar dapat melihat dengan jelas. Mereka berpikir menggunakan gambar-gambar di otak mereka dan belajar lebih cepat dengan menggunakan tampilan-tampilan visual, seperti diagram, buku pelajaran bergambar, dan video.


📌 Ciri-ciri gaya belajar visual :

🌷Bicara agak cepat

🌷Mementingkan penampilan dalam berpakaian/presentasi

🌷Tidak mudah terganggu oleh keributan

🌷Mengingat yang dilihat, dari pada yang didengar

🌷Lebih suka membaca dari pada dibacakan

🌷Pembaca cepat dan tekun

🌷Seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata

🌷Lebih suka melakukan demonstrasi dari pada pidato

🌷Lebih suka musik

🌷Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis, dan seringkali minta bantuan orang untuk mengulanginya.

📌Strategi untuk mempermudah proses belajar anak visual :

📝Gunakan materi visual seperti, gambar-gambar, diagram dan peta.

📝Gunakan warna untuk menghilite hal-hal penting.

📝Ajak anak untuk membaca buku-buku berilustrasi.

📝Gunakan multi-media (contohnya: komputer dan video).

📝Ajak anak untuk mencoba mengilustrasikan ide-idenya ke dalam gambar.


📌GAYA BELAJAR AUDITORI (belajar dengan cara mendengar)


Lirikan kekiri/kekanan mendatar bila berbicara. Anak yang bertipe auditori mengandalkan kesuksesan belajarnya melalui telinga ( alat pendengarannya ), untuk itu maka ibu/ guru sebaiknya harus memperhatikan siswa/anaknya hingga ke alat pendengarannya. Anak yang mempunyai gaya belajar auditori dapat belajar lebih cepat dengan menggunakan diskusi verbal dan mendengarkan apa yang guru/ibu katakan.

Anak auditori dapat mencerna makna yang disampaikan melalui tone suara, pitch (tinggi rendahnya), kecepatan berbicara dan hal-hal auditori lainnya. Informasi tertulis terkadang mempunyai makna yang minim bagi anak auditori dibandngkan dengan mendengarkannya.

Anak-anak seperi ini biasanya dapat menghafal lebih cepat dengan membaca teks dengan keras dan mendengarkan kaset.

         
📌Ciri-ciri gaya belajar auditori :

🌷Saat bekerja suka bicara kepada diri sendiri

🌷Penampilan rapi

🌷Mudah terganggu oleh keributan

🌷Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan dari pada yang dilihat

🌷Senang membaca dengan keras dan mendengarkan

🌷Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca

🌷Biasanya ia pembicara yang fasih

🌷Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya

🌷Lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik

🌷Mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan Visual

🌷Berbicara dalam irama yang terpola

🌷Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, berirama dan warna suara


📌 Strategi untuk mempermudah proses belajar anak auditori :

📝Ajak anak untuk ikut berpartisipasi dalam diskusi baik di dalam kelas maupun di dalam keluarga.

📝Dorong anak untuk membaca materi pelajaran dengan keras.

📝Gunakan musik untuk mengajarkan anak.

📝Diskusikan ide dengan anak secara verbal.

📝Biarkan anak merekam materi pelajarannya ke dalam kaset dan dorong dia untuk mendengarkannya sebelum tidur.


📌  GAYA BELAJAR KINESTETIK (belajar dengan cara bergerak, bekerja dan menyentuh)


Lirikan kebawah bila berbicara, berbicara lebih lambat. Anak yang mempunyai gaya belajar kinestetik belajar melalui bergerak, menyentuh, dan melakukan. Anak seperti ini sulit untuk duduk diam berjam-jam karena keinginan mereka untuk beraktifitas dan eksplorasi sangatlah kuat. Anak  yang bergaya belajar ini belajarnya melalui gerak dan sentuhan


📌  Ciri-ciri gaya belajar kinestetik :

🌷Berbicara perlahan

🌷Penampilan rapi

🌷Tidak terlalu mudah terganggu dengan situasi keributan

🌷Belajar melalui memanipulasi dan praktek

🌷Menghafal dengan cara berjalan dan melihat

🌷 Menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca

🌷Merasa kesulitan untuk menulis tetapi hebat dalam bercerita

🌷Menyukai buku-buku dan mereka mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca

🌷Menyukai permainan yang menyibukkan

🌷Tidak dapat mengingat geografi, kecuali jika mereka memang pernah berada di tempat itu

🌷Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka Menggunakan kata-kata yang mengandung aksi.


📌Strategi untuk mempermudah proses belajar anak kinestetik:

📝Jangan paksakan anak untuk belajar sampai berjam-jam.

📝Ajak anak untuk belajar sambil mengeksplorasi lingkungannya (contohnya: ajak dia baca sambil bersepeda, gunakan obyek sesungguhnya untuk belajar konsep baru).

📝Izinkan anak untuk mengunyah permen karet pada saat belajar.

📝Gunakan warna terang untuk menghilite hal-hal penting dalam bacaan.


📝 Izinkan anak untuk belajar sambil mendengarkan musik


Ketika belajar memahami anak-anak, sejatinya kita sedang belajar memahami diri kita sendiri. Apabila bunda semuanya bisa melihat gaya belajar anak-anak karena sering mengamati perkembangan mereka, maka kitapun akan dengan mudah mengamati gaya belajar kita, gaya mengajar kita dan gaya bekerja kita.


 Hal ini akan lebih membuat kita bahagia menjalankan proses belajar. Dijamin proses belajar juga tidak akan pernah berhenti dari buaian sampai ke liang lahat.



Anak-anak sangat menyukai bermain, karena energi yang dimunculkan ketika bermain tidak akan pernah habis. Apabila kita bisa memaknai belajar dan bekerja selayaknya anak-anak bermain, sudah dapat dibayangkan betapa asyiknya belajar dan bekerja dalam kehidupan ini. Karena setiap saat anak-anak akan menemukan energi yang terbarukan dalam proses belajarnya dan kita akan mendapatkan energi yang terbarukan dalam proses bekerja.


*Don’t Teach me , I Love to Learn*



 Salam Ibu Profesional,



/Tim Fasilitator Bunda Sayang/


📚Sumber Bacaan:

_Gordon Dryden and JeanetteVos, The Learning Revolution, ISBN-13: 978-1929284009_

_Barbara Prashing, The Power of Learning Styles, Kaifa, 2014_

_Institut Ibu Profesional, Bunda Sayang : Memahami Gaya Belajar Anak, GazaMedia, 2016_

Kamis, 02 Maret 2017

Games#2 Hari#8 Tantangan 10 Hari Bunda Sayang IIP



    Ada banyak hal yang bisa kita lakukan bersama partner. Entah itu pasangan maupun teamwork. Meskipun berpartner agar semakin 'ship' tetap dibutuhkan kemandirian masing-masing individu.
      Hal ini saya rasakan saat menjalankan tantangan 10 hari ini. Sampai di hari#8 ini, saya masih berusaha untuk konsisten melatih kemandirian diri yang sudah saya sepakati bersama suami. Berikut progress kemandirian di hari#8. 
Istri :
1. Kemandirian dalam ketrampilan hidup : memasak
  Hari ini saya membuat camilan sederhana yaitu roti bakar.
2. Kemandirian psikososial : empati, bijak dalam menentukan 
     Pekan ini saya memutuskan tidak ikut senam hamil karena terkendala transportasi. Agar tetap fit dan melatih kesiapan fisik saat persalinan, saya tetap melakukan senam hamil di rumah dengan panduan dari youtube.
3. Kemandirian emosional : pengendalian emosi
    Hari ini saya merasakan landai2 saja. Tidak ada sesuatu yang menguras emosi.

Suami:
1. Kemandirian dalam ketrampilan hidup
       Alhamdulillah hari ini suami berhasil bangun pagi lagi.
2. Kemandirian psikososial : empati, bijak dalam menentukan sikap
    Sejak LDM, karena sendirian suami memutuskan untuk tidak memasak dan membeli makanan matang saja karena setelah mempertimbangkan waktu dan tenaga, lebih efektif dan efisien untuk membeli makanan yang sudah matang. 
3. Kemandirian emosional : pengendalian emosi
     Hari ini suami bercerita tentang gejolak hatinya mengenai kebersihan rumah. Beberapa hari pulang kehujanan sehingga lantai jadi kotor. Niat hati ingin mengepel lantai kotor tetapi selalu terkalahkan dengan rasa capek yang melanda sehingga ada pertentangan di dalam hatinya. Lalu ia putuskan untuk membersihkan rumah saat weekend nanti.

Rabu, 01 Maret 2017

Games#2 Hari#7 Tantangan 10 Hari Kuliah Bunda Sayang IIP

   Kemandirian tidaklah muncul tiba-tiba begitu saja tetapi perlu dilatih secara konsisten. Nah konsistensi inilah yang menjadi tantangan tersendiri. Membutuhkan sebuah komitmen.
      Hal ini saya rasakan saat menjalankan tantangan 10 hari ini. Sampai di hari#7 ini, saya masih berusaha untuk konsisten melatih kemandirian diri yang sudah saya sepakati bersama suami. Berikut progress kemandirian di hari#7. 
Istri :
1. Kemandirian dalam ketrampilan hidup : memasak
    Hari ini saya tidak memasak camilan tetapi tetap memasak menu makanan pokok untuk makan ^_^. Efek LDM jadi memilih yang praktis-praktis. Karena ortu juga tidak begitu suka nyamil.hehe
2. Kemandirian psikososial : empati, bijak dalam menentukan 
     Hari ini saya memutuskan untuk pergi naik motor sendirian, karena tidak ada yang mengantar, setelah hampir setahun tidak naik motor untuk menyelesaikan urusan di luar rumah dengan tetap mengantongi ijin suami. Alhamdulillah meskipun pelan-pelan bisa sampai tempat tujuan dengan selamat dan urusan di luar rumah bisa terselesaikan.
3. Kemandirian emosional : pengendalian emosi
    Untuk kemandirian emosionalnya, hari ini berhasil.

Suami:
1. Kemandirian dalam ketrampilan hidup
       Alhamdulillah hari ini suami berhasil bangun pagi, mencuci pakaian, melipat dan menyetrika baju serta membersihkan rumah sendiri.
2. Kemandirian psikososial : empati, bijak dalam menentukan sikap
    Tadi suami cerita kalau tadi pagi saat mau menjemur pakaian, dia bingung apakah mau dijemur di luar atau di dalam. Kalau di luar bisa kering tapi resikonya kemungkinan kehujanan karena sampai rumah sore. Tetapi kalau dijemur di dalam meskipun ga kehujanan, keringnya lama padahal itu seragam kerja. Akhirnya suami memutuskan untuk menjemur di luar dengan resiko kehujanan.
       Nah ternyata benar, sore saat dia masih di kantor, hujan sudah mulai turun. Dia berfikir jemurannya bakalan kehujanan dan basah lagi. Ternyata sampai rumah ada kejutan, pakaiannya sudah ditaruh dipinggir oleh tetangga kontrakan jadi tidak basah lagi. Setiap keputusan memang ada resikonya tetapi kita tetap harus memutuskan.
3. Kemandirian emosional : pengendalian emosi
    Hari ini suami dapat jadwal perpus keliling di AHM Karawang. Stand dibuka dari pagi sampai jam 2. Nah saat dia sudah selesai beres buku-buku dan sudah dimasukkan ke koper karena sudah siap balik Sunter, tiba-tiba ada karyawan yang mau meminjam buku. Dibukalah kembali buku-buku di koper. Setelah dibuka, eh ternyata tidak jadi meminjam buku. Akhirnya suami beresin lagi. Suami tetap berusaha tersenyum katanya, meskipun ada alasan untuk marah atau jengkel. Suami bilang ke saya, yang namanya melayani, kondisi bagaimanapun harus tetap ramah.

Senin, 27 Februari 2017

Games#2 Hari#4 Tantangan 10 Hari Kuliah Bunda Sayang IIP

   Untuk menjaga konsistensi memang butuh komitmen. Apalagi saat ada tantangan yang harus dihadapi. Tak jarang, keluhan itu tak tertahan untuk tidak terucap. Sampai di hari keempat ini, kemandirian yang benar-benar saya kuatkan adalah kemandirian psikososial dan kemandirian emosional.
      Mohon maaf baru bisa mengepost lagi lanjutan tantangan 10 hari untuk hari keempat. Melanjutkan tantangan hari sebelumnya tentang melatih kemandirian, di hari keempat ini minggu 26 Februari 2017 praktik kemandirian yang kami lakukan sebagai berikut.
Istri :
1. Kemandirian dalam ketrampilan hidup : memasak
   Sama dengan di hari ketiga, di hari keempat ini saya tidak membuat camilan tetapi tetap memasak untuk makan. Rencana aktivitas lumayan membutuhkan waktu dan waktu terbatas karena malam harinya suami sudah harus balik ke jakarta sehingga diputuskan untuk tidak membuat camilan.
2. Kemandirian psikososial : empati, bijak dalam menentukan sikap
    Kondisi suami sebenarnya masih belum fit. Bangun tidur suhu badannya panas sekali sehingga saya kompress dengan air hangat dan membuatkan minum air hangat+madu. Alhamdulillah suhu badannya mulai turun. Karena ada aktivitas yang harus diselesaikan sama suami, rasanya saya 'memaksa' suami untuk tetap berangkat. Saya merasa keputusan saya kurang bijak. 
3. Kemandirian emosional : pengendalian emosi
    Untuk kemandirian emosionalnya, hari ini masih belum berhasil.

Suami:
1. Kemandirian dalam ketrampilan hidup
    Karena kondisi badan kurang fit, sampai hari keempat ini suami bangunnya agak belakangan.
2. Kemandirian psikososial : empati, bijak dalam menentukan sikap
     Meskipun kondisi badannya kurang fit, karena dia tau ada akrivitas yang harus kami selesaikan berdua, maka dia pun memutuskan tetap melanjutkan aktivitas yang kami rencanakan. Lagi-lagi, suami berhasil dalam kemandirian psikososial.
3. Kemandirian emosional : pengendalian emosi
   Sama halnya dengan kemandirian emosional. Di hari keempat ini suamipun berhasil dalam hal kemandirian emosional. Meskipun saya emosinya sedang naik-turun, suami tetap tenang-tenang saja.

Games#2 Hari#3 Tantangan 10 Hari Kuliah Bunda Sayang IIP


Assalamu'alaikum bunda pembelajar...^_^
Sebelumnya, saya mohon maaf baru melanjutkan tulisan hari ini karena kemaren sedang berada di rumah mertua ada beberapa kendala, salah satunya koneksi internet. Alhamdulillah hari ini sudah berada di rumah ortu saya, akhirnya bisa terkoneksi lagi dengan internet dan itu artinya bisa mengepost lagi lanjutan tantangan 10 hari. Melanjutkan tantangan hari sebelumnya tentang melatih kemandirian, di hari ketiga ini sabtu 25 Februari 2017 praktik kemandirian yang kami lakukan sebagai berikut.
Istri :
1. Kemandirian dalam ketrampilan hidup : memasak
   Hari ini saya tidak memasak karena baru sampai rumah di desa sekitar pukul 06.30 lalu istirahat sebentar sambil mengobrol dengan ortu dan setelah itu langsung ke periksa ke dokter kandungan dan sampai sore. Sore pun masih berlanjut silaturahmi ke ortu saya dan baru sampai rumah mertua sudah jam setengah 9. Walhasil untuk tantangan masak tidak terlaksana.

2. Kemandirian psikososial : empati, bijak dalam menentukan sikap
    Terkait kemandirian psikososial hari ini belum berhasil karena ternyata saat saja mengambil keputusan tentang sesuatu kurang tepat.
3. Kemandirian emosional : pengendalian emosi
    Di hari ketiga ini banyak hal yang menantang dalam hal pengendalian emosi. Alhamdulillah saya bisa melewatinya.

Suami:
1. Kemandirian dalam ketrampilan hidup
    Karena tidur di kereta jadinya tidurnya kurang nyenyak sehingga tetap bisa bangun pagi karena sebentar-sebentar terbangun.
2. Kemandirian psikososial : empati, bijak dalam menentukan sikap
     Dalam hal kemandirian psikososial, suami memang lebih matang. Di hari ketiga ini saat waktu yang tersedia terbagi-bagi dalam banyak aktivitas yang harus segera diselesaikan serta dalam kondisi yang menuntut untuk segera mengambil keputusan, suami selalu bijak mengambil keputusan.
3. Kemandirian emosional : pengendalian emosi
   Dalam kondisi yang kurang fit dan harus menghadapi saya yang hari ini agak ribet, suami tetap memberikan respon menenangkan dengan gayanya yang humoris sehingga bisa membantu saya juga dalam pengendalian emosi. Sehingga kemandirian emosional untuk hari ini berhasil.

Jumat, 24 Februari 2017

Games#2 Hari#2 Tantangan 10 Hari Kuliah Bunda Sayang IIP


Assalamu'alaikum bunda pembelajar...^_^
Melanjutkan tantangan hari sebelumnya tentang melatih kemandirian, di hari kedua ini praktik kemandirian yang kami lakukan sebagai berikut.
Istri :
1. Kemandirian dalam ketrampilan hidup : memasak
   Hari ini saya membuatkan camilan suami berupa pisang gapit. Lagi-lagi berbekal resep dari google. Alhamdulillah berhasil, dan suami suka. Dia bilang 'enak bun, bahannya apa saja?'. Hehe dalam hati rasanya senang sekali. Tersemangati untuk terus mencoba resep-resep baru.


2. Kemandirian psikososial : empati, bijak dalam menentukan sikap
    Karena hari ini kami mau mudik dan LDM sampai anak usia sekitar 6 bulan sehingga saya harus membereskan barang-barang yang sekiranya tidak diperlukan suami agar tidak terkena debu. Saya berusaha membereskan dan menyiapkan apa yang harus dibereskan dan disiapkan. Nah pada saat suami tadi menelpon dan menanyakan beberapa hal yang harus saya bereskan, alhamdulillah sudah beres semua tanpa menunggu instruksi suami.
3. Kemandirian emosional : pengendalian emosi
    LDM bagiku sangatlah berat meskipun sebelumnya juga pernah LDM. Kemaren malam saat makan malam akhirnya tangisku pun pecah saat curhat dengan suami. Tetapi hari ini meskipun berat dirasa tetapi harus dijalani. Ya inilah proses yang harus dilalui saat kami memutuskan untuk bersalin di Solo karena dekat orang tua dan suami pun pekerjaannya di Jakarta sehingga mau tidak mau harus LDM. Saat tadi suami menelepon dan menanyakan bagaimana perasaannya, saya sudah bisa menjawab dengan perasaan yang lebih tenang.

Suami:
1. Kemandirian dalam ketrampilan hidup
    Pagi tadi untuk kemandirian bangun bagi, masih belum berhasil karena tetap duluan saya yang bangun dan suami harus dibangunkan. Semoga saat nanti LDM, lebih tersemangati lagi untuk bangun pagi.
2. Kemandirian psikososial : empati, bijak dalam menentukan sikap
     Hari ini kami mudik naik kereta jam 8. Dan kami memutuskan untuk berangkat dari rumah jam setengah 6. Suami yang biasanya jam 5 baru pulang, pulang setengah jam lebih awal agar tidak ketinggalan kereta. Nah karena diperkirakan tak bisa makan malam di rumah akhirnya suami memutuskan untuk beli makan nasi kotak. Sehari sebelumnya sudah disepakati memang tidak masak tapi beli di stasiun. Dengan beberapa pertimbangan akhirnya suami pun memutuskan tidak membeli makan di stasiun dan dia membeli di rumah makan yang dilewati saat pulang. Jadi meskipun tadi saat berangkat macet tetapi tetap merasa tenang tidak terburu-buru
3. Kemandirian emosional : pengendalian emosi
   Nah saat tadi mau makan ternyata tempat duduk penuh semua. Akunya berasa pingin segera duduk karena perut kerasa agak kurang enak dan jalan sedari tadi tidak menemukan kursi kosong. Akhirnya suami pun mengajak untuk duduk dan makan di bawah pohon. Suami bilang suasana kayak gini malah romantis bunda.

Scale Up Impact

Assalamu'alaikum Ibu Pembaharu... Pekan kemarin merupakan pekan terakhir perkuliahan di bunsal. Hampir 6 bulan menjalani perkuliahan ini...