Rabu, 14 Desember 2016

Resume Materi Pertemuan #9 dan Tanya Jawab Kelas Matrikulasi IIP Jakarta Batch 2

BUNDA SEBAGAI AGEN PERUBAHAN
Perempuan khususnya seorang ibu adalah instrumen utama yang sangat berperan sebagai agen perubahan. Dari sisi individu untuk menjadi agen perubahan adalah hak semua orang tidak berbatas gender. Karena semua memiliki potensi dasar yang sama berupa akal, naluri dan kebutuhan fisik. Sedangkan dalam konteks masyarakat, keberadaan ibu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan keluarga, dimana keduanya memiliki porsi prioritas yang sama.
Keberadaan Ibu di masyarakat akan meningkatkan kualitas pendidikan keluarga di rumah, demikian juga pendidikan keluarga di rumah akan memberikan imbas positif pada peningkatan kualitas masyarakat.
Maka berkali-kali di Ibu Profesional kita selalu mengatakan betapa pentingnya mendidik seorang perempuan itu. Karena
Mendidik 1 perempuan sama dengan mendidik 1 generasi
Maka apabila ada 1 ibu membuat perubahan maka akan terbentuk perubahan 1 generasi yaitu generasi anak-anak kita. Luar biasa kan impactnya.
Darimanakah mulainya?
Kembali lagi, kita harus memulai perubahan di ranah aktivitas yang mungkin menjadi
MISI SPESIFIK HIDUP KITA
Kita harus paham JALAN HIDUP kita ada dimana. Setelah itu baru menggunakan berbagai CARA MENUJU SUKSES.
Setelah menemukan jalan hidup, segera lihat lingkaran 1 anda, yaitu keluarga. Perubahan- perubahan apa saja yang bisa kita lakukan untuk membuat keluarga kita menjadi CHANGEMAKER FAMILY.
Mulailah dengan perubahan-perubahan kecil yang selalu konsisten dijalankan. Hal ini untuk melatih keistiqomahan kita terhadap sebuah perubahan.
Maka gunakan pola KAIZEN ( Kai = perubahan , Zen = baik) Kaizen adalah suatu filosofi dari Jepang yang memfokuskan diri pada pengembangan dan penyempurnaan secara terus menerus dan berkesinambungan.
Setelah terjadi perubahan-perubahan di keluarga kita, mulailah masuk lingkaran 2 yaitu masyarakat /komunitas sekitar kita. Lihatlah sekeliling kita, pasti ada misi spesifik Allah menempatkan kita di RT ini, di Kecamatan ini, di kota ini atau di negara ini. Lihatlah kemampuan anda, mampu di level mana. Maka jalankan perubahan-perubahan tersebut, dari hal kecil yang kita bisa.
START FROM THE EMPHATY
Inilah kuncinya.
Mulailah perubahan di masyarakat dengan membesarkan skala perubahan yang sudah kita lakukan di keluarga.
Sehingga aktivitas kita di masyarakat tidak akan bertabrakan dengan kepentingan keluarga. Bahkan akan saling mendukung dan melengkapi.
Setelah *EMPHATY* maka tambahkan *PASSION* , hal ini akan membuat kita menemukan banyak sekali *SOLUSI* di masyarakat.
*KELUARGA tetap no 1*, ketika bunda aktif di masyarakat dan suami protes , maka itu warning lampu kuning untuk aktivitas kita, berarti ada yang tidak seimbang. Apabila anak yang sudah protes, maka itu warning keras, LAMPU MERAH. Artinya anda harus menata ulang tujuan utama kita aktif di masyarakat.
Inilah *indikator bunda shalehah, yaitu bunda yang keberadaannya bermanfaat bagi dirinya, keluarganya dan lingkungan sekitarnya*.
Sehingga sebagai makhluk ciptaan Allah, kita bisa berkontribusi kebermanfaatan peran kita di dunia ini dengan *“Rasa TENTRAM”*.
Salam
/Tim Matrikulasi IIP/
Sumber Bacaan :
- Masaaki Ima, Kaizen Method, Jakarta , 2012
- Ashoka Foundation, Be a Changemaker: Start from the Emphaty, 2010
- Materi-materi hasil diskusi keluarga bersama Bapak Dodik Mariyanto, Padepokan Margosari, 2016
--------------------------------------
🎇 Sesi Tanya Jawab 🎇
1⃣ Penanya : Agustine
(T) Seringkali saya ingin melakukan sesuatu tapi menunggu sesuatu dulu. Seperti: saya ingin beternak bebek, punya kolam ikan gurami TETAPI saya harus pindah dulu ke kota kecil. Padahal saat ini blm memungkinkan. Seandainya tetap dilaksanakan di tempat tinggal saya sekarang, keinginan saya juga tidak bisa diwujudkan.
Apakah yang seperti ini dibolehkan untuk bisa menjadi bunda sukses?
(J) Nah, jika sudah terlihat kemungkinan-kemungkinan yang muncul dan bunda bisa berhitung atas kemungkinan tersebut, maka coba untuk dibuat petanya. Bisa dengan mengklasifikasikan pada prioritas masing-masing aktivitas atau melalui perencanaan jangka pendek, menengah dan jangka panjang
Suksesnya seorang bunda, ketika melakukan aktivitas sudah di level 'rasa TENTRAM' baik secara pribadi maupun keluarga
2⃣ Penanya : Febri
(T) Apakah seorang ibu profesional hanya boleh punya misi spesifik nya 1 saja? Bagaimana jika bisa menjadi inspirator, lalu pengajar, tekhnisi, designer?
(J) Misi spesifik adalah jalan hidup. Jika ternyata jalan hidupnya lebih dari satu, maka dirumuskan satu per satu dan temukan cara menuju suksesnya
3⃣ Penanya : Sari
(T) Ketika melihat lingkungan kita yg masih banyak pengaruh negatif, saya lebih bersikap menutup diri. Menjaga keluarga saya dari pengaruh negatif tersebut. Apa yg sebaiknya yang kita lakukan apabila berada pada situasi tersebut, menutup diri? atau justru ikut keluar mencari solusi? karena masih besar perasaan takut jika pengaruh negatif dari luar dapat masuk.
(J) Ibu profesional fokus pada solusi. Ketika tantangan yang dihadapi bisa jadi terhitung berat dan merasa belum mampu untuk menghadapinya, maka langkah awal, jadikan hal-hal tersebut sebagai pelajaran untuk diri dan keluarga. Kasusnya ada di depan mata dan kita bisa langsung mengambil pelajarannya, kemudian belajar untuk memikirkan solusinya bagi diri dan keluarga
4⃣ Penanya : Ratna
(T) Sebagai seorang ibu dan istri, kita juga adalah individu yang punya misi hidup. Untuk menjalankan misi hidup tentu saja perlu keseriusan dan step by step yang harus dijalani.
Bagaimana kalau misi hidup kita sebagai individu tidak berkaitan langsung dengan pendidikan anak, dan apabila berbenturan, bagaimana menyikapinya? Harapannya sebagai individu juga "sukses", sebagai ibu pun berhasil mendidik anak-anak.
(J) Ya, sebagai individu kita bisa tumbuh, pun sebagai istri dan ibu kita juga mampu menjalankan amanah dengan baik
Ini cita-cita kita yaa😊
Nah, misi hidup seperti apa yang berbenturan itu?
Pada intinya, apa yang kita lakukan tersebut mampu membuat kehidupan diri dan keluarga kita semakin baik, tentram dan penuh manfaat
5⃣ Penanya : Diah
(T) Yang dimaksud dengan Start From Empathy itu spt apa ya, soalnya saya merasa bukan orang yang punya strength Empathy 😁
(J) Poin ini diawali dari perubahan-perubahan dalam keluarga inti kita berdasarkan dari pemetaan misi spesifik.
Untuk langkah awal, kita mencoba melihat lingkungan sekitar :
*Apa yang terjadi di sekitar kita?*
*Pelajaran apa yang bisa kita petik?*
*Kontribusi apa yang mampu kita berikan sesuai dengan misi spesifik?*
Intinya dimulai dengan mengasah kepekaan kita melihat perkembangan lingkungan sekitar
6⃣ Penanya : Oktin
(T) Bagaimana ketika sebenarnya kita sudah dapat izin dari suami untuk berkegiatan di luar, tapi suami kadang membolehkan juga kadang di lain waktu tidak memberi izin. Jadi seperti setengah-setengah. Saya jadi tidak bisa fokus karena harus melihat-lihat situasi suami.
Bagaimana menyikapi sikap keluarga yg seperti itu, baik suami atau anak2 kelak?
(J) Ngobrol lagi dengan suami dan anak-anak ya bunda……..apa yang dipikirkan dan dirasakan, kemudian selesaikan dengan memunculkan kesepakatan-kesepakatan yang jelas
Jadi, keputusan-keputusan yang diambil nantinya, tidak meninggalkan ganjalan di hati😊
7⃣ Penanya : Oktin
(T) Mengenai Kaizen. Saya belum terlalu paham. Apakah ada contoh pola tsb?
(J) Kaizen merupakan aktivitas harian yang pada prinsipnya memiliki dasar sebagai berikut:
Berorientasi pada proses dan hasil. Berpikir secara sistematis pada seluruh proses.Tidak menyalahkan, tetapi terus belajar dari kesalahan yang terjadi di lapangan.
[Materi ini ada di Bunda Cekatan secara lengkapnya, saya ambil beberapa point penting]
Beberapa point penting dalam *proses penerapan KAIZEN* yaitu :
🍀 *Konsep 3M* (Muda, Mura, dan Muri) dalam istilah Jepang. Konsep ini dibentuk untuk mengurangi kelelahan, meningkatkan mutu, mempersingkat waktu dan mengurangi atau efsiensi biaya. Muda diartikan sebagai mengurangi pemborosan, Mura diartikan sebagai mengurangi perbedaan dan Muri diartikan sebagai mengurangi ketegangan.
🍀 *Gerakkan 5S*(Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu dan Shitsuke) atau 5R. Seiri artinya membereskan tempat kerja. Seiton berarti menyimpan dengan teratur. Seiso berarti memelihara tempat kerja supaya tetap bersih. Seiketsu berarti kebersihan pribadi. Seiketsu berarti disiplin, dengan selalu mentaati prosedur ditempat kerja. Di Indonesia 5S diterjemahkan menjadi 5R, yaitu Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin
🍀 *Konsep PDCA dalam KAIZEN*. Setiap aktivitas usaha yang kita lakukan perlu dilakukan dengan prosedur yang benar guna mencapai tujuan yang kita harapkan. Maka PDCA (Plan, Do, Check dan Action) harus dilakukan terus menerus.
🍀 *Konsep 5W + 1H*. Salah satu alat pola pikir untuk menjalankan roda PDCA dalam kegiatan KAIZEN adalah dengan teknik bertanya dengan pertanyaan dasar 5W + 1H ( What, Who, Why, Where, When dan How).
(Septi Peni Wulandani)

Selasa, 13 Desember 2016

Tanya Jawab NHW#8

1⃣ sari
(T) :
Bagaimana mensiasati tuntutan suami pada suatu bidang pekerjaan yang kita tidak sukai? standar seperti apa yg harus kita tentukan, apakah secukupnya atau menjadi ahlinya?
terima kasih
(J):
Untuk mensiasati tuntutan suami pada suatu bidang pekerjaan yang kita tidak sukai, bunda meninjau kembali apakah selama ini memang masuk ke ranah tidak suka atau bunda belum mempelajarinya. Jika ini sudah menjadi komitmen keluarga untuk menjalankan pekerjaan ini maka pelajari dulu tantangannya dan cari strategi agar bunda bisa menguasainya.
2⃣rita
(T):
Terkait dg elemen ke-3 utk produktivitas yaitu kita ingin memiliki apa (have), itu penjelasan dan contohnya seperti apa ya? Terima kasih.
(J):
contoh elemen ke-3 ini bisa bunda lihat pada kuadran suka dan bisa, silahkan di cek kembali daftar yang sudah dibuat, nanti akan terlihat apa yang ingin bunda miliki.
3⃣ oktiin
(T):
Saya masih meraba2 misi spesifik hidup saya bun. Terutama stlh memutuskan rehat dari aktivitas di luar rumah dan skrng full di rumah walaupun sy dan suami blm ada amanah anak. Tdnya sy pikir aktivitas sblmnya itu sdh sesuai dgn misi spesifik sy, tp sy sering merasakan energi negatif dgn lingkungan dimana sy beraktivitas dan sering merasa lelah. Apa itu bs trmsk tanda ketidakcocokan? Jadi sekarang sy memulai dr awal lg dgn belajar di IIP. Tp mmg suka khawatir gagal fokus lagi, bun. Krn msh ada sedikit amanah dr aktivitas sblmnya. Bukan trmsk hal yg sy suka dan bisa, tapi sy sdh terlanjur diberikan amanah. Dan blm bs mendelegasikan ke orang lain. Apakah ini bisa berarti bhw memang amanah ini tanda dari Allah? Apakah kita jg harus belajar utk love what we must do?
Mohon motivasinya jg ya bun 🙏🏻
(J):
Pada dasarnya misi spesifik hidup itu tidak berubah, cara menemukannya saja yang bermacam-macam dan dengan berbagai cara, tapi ketika dilihat benang merahnya ternyata apa yang sudah kita kerjakan mengarah pada misi spesifik hidup kita.
Ciri misi spesifik sudah kita sampaikan pada materi di atas, namun bunda tidak perlu sedih karena apa yang bunda lakukan sekarang akan memperkaya pengalaman bunda.
4⃣ Etty
(T):
Ini sebenernya nyambung ke NHW lalu ya
Di NHW lalu kan membuat kuadran suka, tidak suka, bisa dan tidak bisa
Di materi ini juga ada perkataan, mulai sekarang jalani apa yang kita suka dan kita bisa
Nah kalau ada pekerjaan yang kita nggak suka dan nggak bisa, padahal pekerjaan itu bermanfaat sekali bagi kita dan keluarga, gimana cara membuat itu menjadi pekerjaan yang kita sukai?
Soalnya kalo nggak suka kan jadi males ngerjainnya, padahal sebenernya pekerjaan itu bermanfaat sekali
(J):
Benar sekali mbak Etty, materi hari ini berkaitan dengan NHW yang sudah dikerjakan minggu sebelumnya. SUKA berkaitan dengan RASA. Saran saya, agar cek kembali kenapa pekerjaan yang bermanfaat sekali untuk keluarga, tapi masuk ke kuadran yang tidak suka. Lihatlah dengan cara berbeda dan segera temukan cara berbeda utk melakukan kegiatan tersebut.
5⃣ pipit
(T):
Ketika blm menemukan misi hidup sampai saat ini brrtikan disebut sbgai mid-life crisis.
Dan dikatakan pd materi diatas maka sebaiknya jalankan saja yg anda BISA dan SUKA tnpa pikir panjang.
Nah bagaimana kah jika memang kondisi lingkungan seakan memaksakan untuk kita akhirnya melakukan yang tidak kita suka. Walau akhirnya memang jadi bisa (karena keterpaksaan). Apakah jk seperti itu bisa dikatakan ia tdk akan pernah menemukan misi hidupnya??
(J):
Bunda saat ini sudah memulai perjalanan menemukan misi hidup.
Kita menyarankan pada tahap awal ini melakukan ranah BISA dan SUKA terlebih dahulu agar bunda mendapatkan pola dan tidak kehabisan energi. Kemudian bunda boleh lanjut ke ranah berikutnya.
Saya ingin mengarisbawahi: kondisi lingkungan seakan memaksakan untuk kita akhirnya melakukan yang tidak kita suka
Untuk menjawabnya bunda perlu merenungkan apakah benar lingkungan bisa memaksa bunda atau ada faktor lainnya?
Apakah bunda tidak leluasa menetapkan kuadran suka dan bisa?
Mhn diingat juga bahwa tidak suka ini adalah rasa / persepsi bunda terhadap sesuatu.
6⃣Rita Fithra Dewi:
(T):
Bagaimana mensinkronisasikan rencana2 yg sudah dibuat ketika ada "Argo bromo" yg kadang tak terduga didahulukan, sehingga sy harus ambil keputusan utk memprioritaskan satu target serta menunda target yg sudah direncanakan dgn pertimbangan2. Apakah kejadian tsb bisa ditoleransi? Mengingat target akan mudur dan mungkin akan timbul masalah.
(J):
Bunda Rita, dalam keluarga tentunya ada urutan prioritas. Apakah kejadian tidak terduga tersebut membutuhkan waktu lama dan membutuhkan banyak perhatian. Jika iya, bunda perlu menyusun ulang rencana.
Perlu diperhatikan juga:
🌺PENTING berkaitan dengan prioritas, waktu dan jam terbang
🌺GENTING berkaitan dengan kondisi dan manajemen waktu
Saya mengalami ini ketika putri kedua perlu menjalani operasi penggantian lensa mata. Ini memerlukan masa pengobatan yang lama dan butuh banyak perhatian. Dinilai genting karena jika ditunda akibatnya akan fatal. Dengan kondisi ini maka saya melakukan perubahan total.
7⃣kartini
(T):
1. Disini tertulis hindari membuat daftar yang panjang karena membuat kita "gagal fokus"
Yang ingin ditnyakan agar qta fokus, berapa point yg mesti dibuat agar qt fokus, karena biasanya banyak yang mau diraih tetapi saking banyaknya malah tdk tercapai.
2. Jika qt melakukan hal yg qt sukai & bisa artinya apakah qt sdh produktif? Bgmn dg hal yang disukai tetapi belum bisa, karena ini jg menarik bagi sy, & membuat mata berbinar2,berpa lama wkt qt fokus pada kegiatan yang qt sukai &bisa dlu?
(J):
Pada review sebelumnya kita menyarankan agar bunda memasuki ranah SUKA dan BISA terlebih dahulu, ini penting agar bunda bisa menemukan pola di sana. Jika sudah merasa " Enjoy, Easy, dan Excellent" silahkan melanjutkan ke ranah lainnya. Lama jangka waktunya bisa berbeda-beda untuk setiap orang. Bunda juga bisa memutuskan sendiri berapa banyak yang bisa membuat bunda tetap fokus.
🍀SUKA - TIDAK BISA
Pertanyaannya adalah apakah ini sudah pernah dilakukan atau belum?
Apakah pernah dilakukan dan merasa BISA?
kalau ya berarti masuk kuadran SUKA dan BISA, tetapi selama ini belum produktif karena kendala manajemen waktu, kalau MAU sedikit disiplin di manajemen waktu pasti BISA produktif.
Kalau ternyata SUKA saja, dan belun pernah dilakukan sama sekali, ini sama dengan mimpi yg belum jadi kenyataan, maka masuk kategori SUKA dan TIDAK BISA, pelajari tantangannya apa.
8⃣ Icha
(T):
Gimana caranya 3 elemen yg ada (be, do, have) tidak saling bertentangan/bertabrakan?
Karena terkadang apa yang kita ingin lakukan berbeda dengan apa yang kita citakan & yang ingin kita miliki
(J):
Mulailah dengan melihat kuadran SUKA dan BISA, agar tidak ada yang bertentangan bunda bisa memulainya dari sana. NHW kita nanti akan memandu bunda dalam menjalaninya.
9⃣rahma-ummu abduh
(T):
1. apakah boleh visi-misi hidup berganti dlm kurun waktu tertentu ??
2. terkadang sy "malas" menengok visi-misi jika dlm actionx ada hal yg terjadi di luar skenario. Adakah langkah tuk mwngatasi rasa malas itu ? Atau stidakx bisa slalu move on dan smangat mengevaluasi
3.boleh minta contoh ceklist setahun idealx seorg ibu dan istri
(J):
sebenarnya secara prinsip tidak berubah bunda, hanya bermacam cara untuk mencapainya.
Bunda perlu berjuang mengatasi rasa malas ini, hanya ada dua pilihan : berubah atau kalah.
Ideal atau tidaknya bunda sebagai istri dan ibu dilihat oleh suami dan anak-anak.
Inilah yang kita dapatkan pada NHW lampau, saat kita bertanya pada suami dan anak-anak.
1⃣0⃣ mba asyirin
(T):
Sudah 2 minggu ini saya memikirkan ttg misi hidup saya dan keluarga kami, memang butuh perenungan sehingga benar2 mengerti siapa kita ini..
Selama 2 minggu ini yang ada di fikiran saya dipenuhi dgn keinginan utk ikut kegiatan yang berbentuk sosial, bertemu dgn banyak org, membantu sesama, bertemu dgn berbagai komunitas, seperti bertemu dgn iip.. rasanya ini seperti kebutuhan yg harus saya penuhi..
Apakah ini yang dinamakan saya sedang menuju misi hidup saya?? Yaitu ingin berbagi dgn org lain, ingin membagi kebahagiaan yg saya miliki bersama mereka,
Sudah sejak SMA saya menyukai hal yg bersifat sosial, kegiatan yg tdk diukur oleh materi tp berarti investasi besar bagi saya dunia dan akhirat...
Apa dgn saya ingin mngejar hal di atas dpt mengganggu tahapan dri ibu profesional yg ingin saya jalankan?? Atau bagaimana baiknya y bund?? 😊😊
Trimakasih jawabanya
(J):
Selamat untuk bunda, karena sudah memulai proses menemukan misi hidup. Jika bunda sudah mulai 'galau', maka makin cepat menemukan misi hidup.
Memetakan kuadran Suka, tidak suka, penting dan mendesak mempermudah bunda menemukan misi hidup. Sebagai ibu, perkuatlah di bunda sayang dan cekatan terlebih dahulu. Saat bunda bersungguh-sungguh di dalam, maka kelak kita akan keluar dengan kesungguhan itu. Dengan begini semuanya akan sejalan.
1⃣1⃣ reytia
(T):
Bgmn cara kita mempush diri kita utk melakukan sesuatu yang kita bisa tapi tidak suka tapi harus.
Misalnya: konsisten mengaji, mendidik anak dll
Saya merasa kesulitan sekali utk berinteraksi positif dgn anak. Sering merasa mati gaya dan tidak enjoy
(J):
Ketika kita sudah menetapkan lifetime puspose dan strategic plan, maka kita wajib memulai KOMITMEN PERUBAHAN.
Salah satunya dengan mengubah cara pandang terhadap satu tantangan. Segera temukan cara yang berbeda dalam melakukan sesuatu. Kita juga bisa 'belanja ide' pada teman-teman yang satu visi dengan kita, termasuk dalam hal pengasuhan anak. 

Kamis, 08 Desember 2016

Nice Homework #8 Kelas Matrikulasi IIP Jakarta

MISI HIDUP DAN PRODUKTIVITAS

Bunda, setelah di materi sesi #8 kita belajar tentang bagaimana pentingnya menemukan misi hidup untuk menunjang produktivitas keluarga. Maka saat ini kita akan lebih menggali bagaimana menerapkannya secara teknis sbb :
a. Ambil salah satu dari ranah aktivitas yang sudah teman-teman tulis di kuadran SUKA dan BISA (lihat NHW#7)
b. Setelah ketemu satu hal, jawablah pertanyaan “BE DO HAVE” di bawah ini :
1. Kita ingin menjadi apa ? (BE)
2. Kita ingin melakukan apa ? (DO)
3. Kita ingin memiliki apa? (HAVE)

c. Perhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah ini dan isilah:
1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)
2.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan ( strategic plan)
3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)

Mulailah dengan PERUBAHAN, karena pilihannya hanya satu BERUBAH atau KALAH
Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulsi IIP/

     Misi hidup sangatlah perlu dimiliki oleh setiap manusia. Dengan misi hidup, hidup bisa terarah dan hal inilah nantinya yang akan membuat kita lebih produktif karena lebih terfokus untuk melakukan hal-hal yang harus dilakukan sesuai misi hidupnya. Oleh karenanya setiap peserta di kelas matrikulasi IIP pun dibimbing untuk menemukan misi hidupnya dengan langkah seperti di atas.
    Bagi saya ketika harus diminta memilih salah satu ranah aktivitas  yang telah dituliskan pada kuadran SUKA dan BISA dalam NHW#7 yaitu mengajar. Sesuai dengan kekuatan saya yang muncul dari hasil test bakat di www.temubakat.com beberapa diantaranya yaitu educator dan server. Menjadi pendidik adalah impian saya sejak dulu dan saat ini saya pun sedang menekuni ranah aktivitas tersebut. Ranah aktivitas ini juga sejalan dengan misi hidup saya yang telah saya tuliskan pada NHW #4 yaitu memberi manfaat untuk orang lain dan peran yang ingin saya jalankan adalah sebagai pengajar dan inspirator. Hidup hanya sekali harus berarti dan sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat, itulah kalimat penyemangat yang sering kali menjadi penyemangat saya untuk menjalankan misi hidup saya.
  Selanjutnya untuk mempertegas kembali tentang misi hidup, sesuai dengan materi #8 bahwa ada 3 elemen yaitu BE, DO, HAVE.
BE 
Saya ingin menjadi perempuan yang bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat
DO 
- Menjadi ibu yang profesional dengan menjalankan perannya dengan baik dengan belajar dan terus memperbaiki diri untuk menjadi ibu yang profesional
- Mengasah kemampuan mengajar
- Mendalami bidang parenting dan anak
HAVE
- Keluarga yang harmonis, bahagia dunia akhirat dan bisa memberikan manfaat bagi lingkungan
- Rumah belajar dan perpustakaan
- Bisnis di bidang media pembelajaran
   Berkaitan dengan pencapaian dari misi hidup, ada 3 dimensi waktu yang perlu saya perhatikan yaitu :
1. Life time purpose
    - Menjadi pendidik yang menginspirasi dan memberikan kebermanfaatan bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat
2. Strategic plan
    - Menjalankan km yang telah ditetapkan seperti yang telah tertulis pada NHW sebelumnya
    - Menerapkan ilmu tentang parenting kepada anak
    - Bergabung dengan komunitas di bidang ibu, anak dan pendidikan
    - Berpartner dengan teman2 untuk membuat rumah belajar dan perpustakaan melalui gardu buku
    - Menebar manfaat dari usaha media pembelajaran semoga bisa memproduksi sendiri sehingga bisa membuka kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar
3. New year resolution
    - Memberikan ASI untuk si debay (InsyaAllah lahir bulan April..semoga lancar.aamiin)
    - Menerapkan ilmu-ilmu yang berkaitan dengan bunda sayang karena sudah ada anak
    - Menulis artikel tentang pendidikan
    - Mengaktifkan kembali gardu buku (gardu buku dibentuk bersama teman2 untuk mengumpulkan buku dan menyalurkan buku di daerah pelosok untuk perpustakaan yang dikelola oleh teman-teman yang mengabdi di daerah pelosok)
    - Mencari supplier media pembelajaran
    - Membuka toko online

Senin, 05 Desember 2016

Resume Materi Pertemuan #8 Kelas Matrikulasi IIP Jakarta Batch#2

MISI SPESIFIK HIDUP DAN PRODUKTIVITAS

Bunda, perjalanan kita untuk menemukan misi hidup selaras dengan perjalanan produktivitas hidup kita. Maka materi menemukan misi hidup ini, akan menjadi materi pokok di kelas bunda produktif.
Sebelumnya kita sudah memahami bahwa “Rejeki itu pasti, Kemuliaan yang harus dicari”. Sehingga produktivitas hidup kita ini tidak akan selalu diukur dengan berapa rupiah yang akan kita terima , melainkan seberapa meningkat kemuliaan hidup kita dimata Allah dan seberapa manfaat hidup kita bagi alam semesta.
_Be Professional, Rejeki will Follow_
Tagline Ibu Profesional di atas menjadi semakin mudah dipahami ketika kita masuk ranah produktif ini. “Be Professional” diartikan sebagai bersungguh-sungguh menjalankan peran. Kesungguhan dan keistiqomahan seseorang dalam menjalankan peran hidupnya akan meningkatkan kemuliaan dirinya di mata Allah dan kebermanfaatan untuk sesama.
“Rejeki will follow’ bisa dimaknai bahwa rejeki setiap orang itu sudah pasti, yang membedakan adalah nilai kemanfaatan dan keberkahannya seiring dengan bersungguh-sungguh tidaknya seseorang menjalankan apa yang dia BISA dan SUKA.
_Uang akan mengikuti sebuah kesungguhan , bukan bersungguh-sungguh karena uang_
Pada dasarnya menemukan misi hidup itu tidak ada hubungannya dengan usia seseorang. Semakin awal seseorang merasa “galau” kemana arah hidupnya, semakin “risau” untuk mencari sebuah jawaban “mengapa Allah menciptakan dirinya di muka bumi ini?” maka semakin cepat akan menemukan misi hidup.
Kalau di pendidikan berbasis fitrah, proses ini secara alamiah akan dialami oleh anak-anak pre aqil baligh akhir ( sekitar 10-13 th) dan memasuki taraf aqil baligh ( usia 14 th ke atas). Maka kalau sampai hari ini ternyata kita masih galau dengan misi hidup kita, maka bersyukurlah, karena kita jadi tahu kesalahan proses pendidikan kita sebelumnya, dan tidak perlu lagi mengalami hal tersebut di saat usia paruh baya yang secara umum dialami oleh sebagian manusia yang disebut sebagai (mid-life crisis).
Maka sekarang, jalankan saja yang anda BISA dan SUKA tanpa pikir panjang, karena Allah pasti punya maksud tertentu ketika memberikan kepada kita sebuah kemampuan. Apabila kita jalankan terus menerus, kemungkinan itulah misi hidup kita.
Seseorang yang sudah menemukan misi hidup tsb apabila menjalankan aktivitas produktif akan lebih bermakna, karena keproduktivitasannya digunakan untuk mewujudkan misi-misi hidupnya. Sehingga selalu memiliki ciri-ciri :
a. Selalu bersemangat dengan mata berbinar-binar
b. energi positifnya selalu muncul, rasanya tidak pernah capek.
c. rasa ingin tahunya tinggi, membuat semangat belajar tinggi
d. Imunitas tubuh naik, sehingga jarang sakit, karena bahagia itu imunitas tubuh yang paling tinggi.
Ada 3 elemen yang harus kita ketahui berkaitan dengan misi hidup dan produktivitas :
a. Kita ingin menjadi apa (be)
b. Kita ingin melakukan apa (do)
c. kita ingin memiliki apa (have)
Dari aspek dimensi waktu ada 3 periode yang perlu kita perhatikan :
a. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)
b. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahunke depan ( strategic plan)
c. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)
Setelah mendapatkan jawaban-jawaban dari pertanyaan di atas, maka mulailah berkomitmen untuk “BERUBAH” dari kebiasaan-kebiasaan yang anda pikir memang harus diubah.
Berikutnya mulai susun langkah-langkah usaha apa saja yang bisa kita lakukan untuk menunjang sebuah produktivitas hidup kita.Mulailah dengan menetapkan target waktu dan jadwal kegiatan selama satu tahun, serta menentukan ukuran atau indikator keberhasilan dalam setiap kegiatan yang kita lakukan.Buatlah prioritas dan pilih hal-hal yang memang kita perlukan. Hindari membuat daftar yang terlalu panjang, karena hal tersebut membuat kita “gagal fokus”.
Demikian sekilas tentang pentingnya misi hidup dengan produktivitas, nanti akan kita lanjutkan dengan diskusi dan kami akan lebih detilkan materi ini secara real di nice homework #8 berbasis dari kekuatan diri teman-teman yang sudah dituliskan di Nice homework #7.
Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi IIP/
_Sumber bacaan_:
_Antologi para Ibu Profesional, BUNDA PRODUKTIF, 2014_
_Materi Matrikulasi IIP, Bunda Produktif, 2016_
_Materi kuliah rutin Ibu Profesional, kelas bunda produktif, Salatiga, 2015_

Review Nice Homework #7 Kelas Matrikulasi IIP Jakarta

_[Bunda Produktif]_ 
*IKHTIAR MENJEMPUT REJEKI*

Bunda dan calon bunda yang selalu semangat belajar,
Terima kasih bagi yang sudah mengerjakan NHW#7 ini dengan sangat baik. Melihat satu persatu hasil peta kekuatan teman-teman, maka kami melihat beragam potensi fitrah yang dimiliki oleh teman-teman yang bisa dijadikan sebagai bekal untuk memasuki ranah produktif.
NHW #7 ini adalah sesi *KONFIRMASI*. Dimana kita belajar mengkonfirmasi apa yang sudah kita temukan selama ini, apa yang sudah kita baca tentang diri kita dengan tools yang dibuat oleh para ahli di bidang pemetaan bakat.
Ada banyak tools yang sudah diciptakan oleh para ahli tersebut, diantaranya dapat dilihat secara online di www.temubakat.comhttp://tesbakatindonesia.com/ www.tipskarir.com dan masih banyak lagi berbagai tes bakat online maupun offline yang bisa kita pelajari.
Kita menempatkan tools-tools tersebut sebagai alat konfirmasi akhir, sehingga kita tidak akan buru-buru menggunakannya, sebelum kita bisa menggunakan mata hati dan mata fisik kita untuk melihat dan membaca diri dengan jujur. Kita makin paham tanda-tanda yang DIA berikan untuk menjalankan peran produktif kita di muka bumi ini.
Efek yang bisa kita rasakan, saat menjadi ibu kita tidak akan menjadi ibu galau yang buru-buru mencari berbagai alat untuk bisa melihat minat dan bakat anak kita secara instan. Kita justru akan punya pola mengamati bakat minat anak, dari kegiatan aktivitas anak keseharian dg mengamati sifat-sifat dominan mereka, yang mungkin akan menjadi peran hidup produktifnya kelak.
Selain itu juga memperbanyak aktivitas panca indra sehingga kita makin paham bidang yang akan ditekuni anak-anak. Maka modalnya, buka mata, buka hati. Kayakan wawasan anak, kayakan gagasan anak setelah itu buatlah mereka kaya akan aktivitas. Terlibatlah (Engage) , Amati (observe), gunakan mata hati dan mata fisik untuk mendengarkan dan melihat (watch and listen ) keinginan anak selama rentang 2-14 tahun, lalu perkuat pemantauan hal tsb sampai usia 14 tahun ke atas, jadi modal pertama adalah mata hati dan kehadiran orangtuanya.
Alat hanya mempermudah kita untuk mengenali sifat diri kita yang produktif menggunakan bahasa bakat yg sama shg mudah untuk diobrolkan.
Tetapi menggunakan alat bukan sebuah keharusan yang mutlak. Bagi anda yang sudah percaya diri dengan aktivitas anda saat ini, tidak perlu lagi menggunakan alat apapun untuk konfirmasi.
Salah satu tools yang kita coba kemarin adalah www.temubakat.com yang kebetulan kita bisa mengkonfirmasi langsung ke penciptanya yaitu Abah Rama Royani, yang sering menjadi guru tamu di komunitas Ibu Profesional.
Apabila teman-teman memiliki tools lain tentang pemetaan bakat ini yang bisa dikonfirmasi ulang ke penciptanya silakan dipakai, sehingga kita jadi lebih banyak paham tentang berbagai alat konfirmasi bakat kita.
Setelah mendapatkan hasil segera cocokkan hasil temu bakat tersebut dengan pengalaman yang sudah pernah teman-teman tulis di NHW#1 – NHW #6
Semua ini ditujukan agar kita bisa masuk di ranah produktif dengan BAHAGIA.

*FOKUS pada KEKUATAN, SIASATI segala KELEMAHAN*
Fokus pada kekuatan berarti bahwa ke depan, luangkan waktu untuk belajar dan berlatih hanya pada aktivitas yang merupakan potensi kekuatan. Siasati keterbatasan berarti bahwa usahakan untuk mencari cara lain dalam mengatasi keterbatasan yang ada, bisa dengan cara menghindarinya, mendelegasikannya, bersinergi dengan orang lain ataupun menggunakan peralatan atau sistem. Seperti halnya bila kita tidak mampu melihat jauh karena keterbatasan mata yang minus, maka cukup diatasi dengan menggunakan kaca mata.
Ini salah satu contoh pentingnya kita memahami kekuatan diri kita kemudian mencari partner yang cocok. Untuk itu silakan teman-teman amati sekali lagi, potensi kekuatan yang ada pada diri teman-teman, kemudian minta pasangan hidup anda atau partner usaha anda untuk melakukan proses yang sama dengan tools yang sama, agar anda dan partner anda memiliki bahasa bakat yang sama untuk diobrolkan. Setelah itu lihat apakah anda sama-sama kuat di bidang yang sama atau saling mengisi.


Hal ini penting untuk memasuki ranah produktif teman-teman. Akan berkolaborasi dengan pasangan hidup atau memang perlu partner lainnya. Apabila perlu partner lain maka teman-teman sudah paham orang-orang dengan kekuatan seperti apa yang ingin anda ajak kerjasama. Sehingga mulai sekarang sudah tidak lagi asal bilang “saya cocok dengan si A, si B, si C” cocok di bidang mana? Bisa jadi kecocokan anda dengan seseorang tidak bersifat produktif karena memang tidak saling mengisi (komplemen).

*POTENSI KEKUATAN*
Banyak orang masih berpandangan bila kita berlatih atau membiasakan diri melakukan suatu aktivitas, kita akan menjadi semakin hebat. Slogannya mengatakan: “pratice makes perfect”. Namun ternyata slogan ini memiliki kebenaran sepanjang dilakukan pada potensi kekuatan Anda. Sibuk berlatih pada aktivitas yang merupakan keterbatasan hanya akan membuang waktu, energi apalagi biaya. Sayang bila kita berpayah-payah melakukan aktivitas yang merupakan keterbatasan kita.
Menurut Abah Rama Royani dalam bukunya yang beliau tulis bersama teman-teman dari Prasetya Mulya yang berjudul 4 E (2010) 
*_Potensi Kekuatan adalah aktivitas yang anda SUKA melakukannya dan BISA dengan mudah melakukannya, hasilnya bagus dan produktif_*

Setelah mengkonfirmasi ulang bakat kita dengan tools yang ada, kami sarankan jangan percaya 100%. Silakan konfirmasi ulang hasil tersebut sekali lagi dengan mengisi pernyataan aktivitas apa yang anda SUKA dan BISA selama ini.
Setelah memetakan apa yang SUKA dan BISA, maka mulailah menambah jam terbang di ranah anda SUKA dan BISA, mulailah melihat dengan seksama dan kerjakan dengan serius.
Mengapa ranah SUKA terlebih dahulu yang harus kami tekankan. Karena membuat kita BISA itu mudah, membuat SUKA itu baru tantangan. Maka saran kami masuki ranah SUKA dan BISA terlebih dahulu sebagai awalan memasuki ranah produktif teman-teman, kalau anda sudah menemukan “pola”nya disana, sudah merasa “ Enjoy,Easy dan Excellent” , maka mulailah mencoba ke ranah yang lain selama aktivitas tersebut masuk kuadran BISA. Yang sebaiknya tidak dimasuki di awal ini adalah memasuki ranah yang anda TIDAK SUKA dan anda TIDAK BISA.
Seiring berjalannya waktu kita semua akan bisa dengan mudah memaknai kalimat ini :
_It is GOOD to DO what you LOVE, but the secret of life is LOVE what you DO_

Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi IIP/
Sumber Bacaan :
_Materi Matrikulasi IIP Sesi #7, Rejeki itu Pasti, Kemuliaan harus Dicari, 2016_
_Hasil NHW#7, Peserta Matrikulasi IIP, 2016_
_Abah Rama Royani, 4 E (Enjoy, Easy, Excellent,Earn), PPM Prasetya Mulya, 2010_
_Referensi tentang bahasa bakat dan potensi kekuatan di www.temubakat.com_

Scale Up Impact

Assalamu'alaikum Ibu Pembaharu... Pekan kemarin merupakan pekan terakhir perkuliahan di bunsal. Hampir 6 bulan menjalani perkuliahan ini...