Assalamu'alaikum bunda pembelajar ^_^
Bagaimana punya kabar?
Masih semangat belajar?
Tak terasa untuk kuliah bunda sayang Institut Ibu Profesional sudah sampai pada materi#3. Pada materi#3 ini membahas tentang kecerdasan seperti yang telah saya share pada postingan sebelumnya.
Nah untuk mengikat ilmu yang telah diperoleh dalam 3 pertemuan ini, kami para peserta diberi tantangan untuk membuat FAMILY PROJECT.
Apa itu FAMILY PROJECT?
Family project atau projek keluarga adalah aktivitas yang secara sadar dibicarakan bersama, dikerjakan bersama oleh seluruh atau sebagian anggota keluarga dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara bersama pula.
Family project atau projek keluarga bagi kami berguna sebagai sarana belajar untuk meningkatkan komunikasi produktif keluarga, melatih kemandirian dan menstimulus kecerdasan.
Family project merupakan kesepatan bersama. Oleh karena posisi kami saat ini sedang LDM, suami di Jakarta dan saya di Solo sehingga kami membuat family forum melalui komunikasi lewat telepon pada hari Rabu malam, 22 Maret 2017. Dari family forum tersebut kami 'semangat action team' menyepakati family project berikut ini.
1. Nama Projek
MARTABAK MANIS (MerApikan Rumah tercinTA dan berBAgi Kebahagiaan serta senyuMAN bagI Sesama)
Projek ini kami turunkan menjadi 3 yaitu :
- Berbagi baju
- Berbagi buku
- Kencleng ramadhan
2. Latar belakang
Melihat almari baju maupun buku yang semakin hari semakin penuh. Beberapa baju yang masih layak pakai dirasa jarang dipakai dan ada beberapa buku yang sudah terbaca yang dirasa perlu dirapikan kembali untuk dipilih yang masih terpakai. Selain itu saat ini sudah memasuki bulan rajab yang menandakan bulan ramadhan semakin dekat sehingga kami memutuskan untuk menyisihkan sedikit demi sedikit hasil kerja kami untuk nantinya dibagikan kepada anak yatim piatu saat ramadhan.
3. Sasaran
Specific : mengajak anggota keluarga untuk berbagi dan peduli pada sesama sebagai sarana mengasah kecerdasan emosional (empati)
Measurable : minimal sebulan sekali
Timebound :
- berbagi baju : bulan April
- berbagi buku : bulan April
- kencleng ramadhan : 25 Maret-17 Juni
4. Rencana Pelaksanaan
a. Berbagi Baju
PIC : saya & suami
- penyortiran baju :
24 Maret (Saya)
25 Maret (Suami)
Untuk penyortitan baju dilaksanakan di hari yang berbeda karena posisi kami sedang tidak bersama. Saya di Solo, sedangkan suami di Jakarta sehingga masing-masing merapikan almarinya sendiri-sendiri. Karena suami bekerja dan luangnya hari sabtu dan ahad, maka rencana penyortiran bajunya pada hari sabtu, 25 Maret 2017.
- penyaluran : Ahad, 26 Maret 2017
Saya : sasarannya tetangga
Suami : pemulung
b. Berbagi Buku
PIC : suami
- penyortiran buku : 27 Maret 2017
- penyaluran : kami rencananya akan menggabungkan buku kami dari hasil penyortiran beberes almari buku dengan buku-buku yang kami kumpulkan bersama teman-teman kami di GARDU BUKU untuk disalurkan ke perpustakaan yang dikelola teman-teman kami di Jambi dan Papua. Kebetulan rumah kami dijadikan sebagai basecamp pengumpulan buku. Kami sudah mengirimkan buku untuk perpustakaan yang dikelola teman kami di Papua.
Nah untuk kloter kedua ini sebagian buku sudah terkumpul tetapi belum bisa kami salurkan karena masih ada buku yang terpisah tempat yang dikumpulkan anggota tim dan belum sempat untuk mengambilnya serta masih menunggu bantuan Al-Quran dari Daarut Tauhid. Target kami, bulan April sudah bisa mengirimkan buku untuk perpustakaa di Jambi. Jika dari bunprof ada yang mau berbagi buku, kami masih siap menerima dan menyalurkannyaπ.
c. Kencleng Ramadhan
PIC : Saya
Pelaksanaan : 25 Maret - 17 Juni
Penyaluran : 18 Juni (insyaAllah kami salurkan melalui LAZIS UNS)
Itulah beberapa family project yang kami rencanakan. Semoga bisa terlaksana dan membawa keberkahan serta kebermanfaatan.
Berbagi itu indah^_^
Kamis, 23 Maret 2017
Rabu, 22 Maret 2017
Materi #3 Kuliah Bunda Sayang IIP
*Institut Ibu Profesional*
*Materi Bunda Sayang sesi #3*
❤ PENTINGNYA MENINGKATKAN KECERDASAN ANAK DEMI KEBAHAGIAAN HIDUP ❤
Dalam kehidupan ini ada dua kata yang selalu diinginkan manusia dalam hidup yaitu *SUKSES* dan *BAHAGIA*
☘ Makna SUKSES
Menurut D. Paul Reily dalam bukunya _Success is Simple_ mendefinisikan sukses sebagai pencapaian yang berangsur-angsur meningkat terhadap suatu tujuan dan cita-cita yang berharga
Sedangkan menurut lela swell dalam bukunya _Success_mengemukakan pendapatnya bahwa *sukses adalah* _peristiwa atau pengalaman yang kita akan mengingatnya sebagai pemuasan diri_
☘ Makna BAHAGIA
Menurut Prof. Martin Selligman dalam bukunya _Authentic Happiness_ mendefinisikan kebahagiaan hidup dalam tiga kategori :
*A. Hidup yang penuh kesenangan* (Pleasant Life )
Hidup yg penuh kesenangan, ialah kondisi kehidupan dimana pencarian kesenangan hidup, kepuasan nafsu, keinginan dan berbagai bentuk kesenangan lain nya, menjadi tujuan hidup manusia
Kebahagiaan jenis ini lebih bersifat material.
*B. Hidup nyaman* ( Good Life)
Hidup yg nyaman, ialah kehidupan, dimana segala keperluan kehidupan manusia secara jasmani, rohani dan sosial telah terpenuhi.. Hidup yg aman, tentram, damai. Kebahagiaan jenis ini lebih bersifat mental
*C. Hidup Bermakna* ( Meaningful Life)
Hidup yang bermakna, lebih tinggi lagi dari tingkat kehidupan yang nyaman, selain segala keperluan hidupnya telah terpenuhi, ia menjalani hidup ini dengan penuh pemahaman tentang makna dan tujuan kehidupan. Selain untuk diri dan keluarga nya, ia juga memberikan kebaikan bagi orang lain dan lingkungan sekitar. Rasa kebahagiaan yg timbul ketika banyak orang lain mendapatkan kebahagiaan karena usaha kita, _pleasure in giving, kebahagiaan dalam berbagi. Kebahagiaan jenis ini lebih bersifat spiritual_
Untuk mencapai kategori hidup SUKSES dan BAHAGIA *kita perlu memiliki berbagai macam kecerdasan hidup*.
☘ KECERDASAN
Para ahli berpendapat untuk tidak membicarakan atau memberikan batasan yang jelas tentang kecerdasan. Karena kecerdasan itu merupakan status mental yang tidak memerlukan definisi. Para ahli lebih memusatkan perhatian pada perilaku kecerdasan seperti kemampuan memahami dan menyelesaikan masalah dengan cepat, kemampuan mengingat dan daya kreativitas serta imajinasi yang terus berkembang.
πMACAM-MACAM KECERDASAN
*A. Kecerdasan Intelektual* (Intellectual Quotient)
Adalah kemampuan untuk menalar, perencanaan sesuatu, kemampuan memecahkan masalah, belajar memahami gagasan, berfikir, penggunaan bahasa dan lainnya.
Howard Gardner pakar psikologi perkembangan, menjelaskan ada sembilan macam kecerdasan manusia. Kecerdasan tersebut meliputi kecerdasan bahasa (linguistic), musik (musical), logika-matematika (logical-mathematical), spasial (spatial), kinestetis-tubuh (bodily-kinesthetic), intrapersonal (intrapersonal), interpersonal (interpersonal), naturalis (naturalits) dan eksistensial (existensial)
*B. Kecerdasan Emosional* (Emotional Intelleigence)
kemampuan untuk mengenali perasaan kita sendiri dan perasaan orang lain, memotivasi diri sendiri, mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri dan dalam hubungannya dengan orang lain.
*Komponen-komponen dasar kecerdasan emosional adalah* :
1. Kemampuan Mengenali Emosi diri sendiri (kesadaran diri).
2. Kemampuan Mengelola Emosi.
3. Kemampuan Memotivasi Diri Sendiri (Motivasi).
4. Kemampuan Mengenali Emosi Orang lain (Empati).
5. Membina Hubungan Dengan Orang Lain (Ketrampilan sosial).
*C. Kecerdasan Spiritual* ( Spiritual Intelligence)
Kemampuan untuk mengenal Allah dan memahami posisinya sebagai hamba Allah. Inilah yang disebut dalam agama sebagai fitrah keimanan.
Secara ilmiah Kecerdasan Spiritual pertama kali dicetuskan oleh Donah Zohar dari Harvard University dan Ian Marshall dari Oxford University, yang diperoleh berdasarkan penelitian ilmiah yang sangat komprehensif. Pada tahun 1977. Seorang Ahli Syaraf, V.S Ramachandran bersama timnya menemukan keberadaan God Spot dalam jaringan otak manusia dan ini adalah pusat spiritual (spiriitual center) yang terletak diantara jaringan syaraf dan otak.
Dari spiritual center ini menghasilkan suara hati yang memiliki kekmampuan lebih dalam menilai suatu kebenaran bila dibandingkan dengan panca indra.
πAda Tiga prinsip dalam kecerdasan Spiritual yaitu :
- Prinsip Kebenaran
- Prinsip keadilan
- Prinsip kebaikan
*D. Kecerdasan Menghadapi Tantangan* (Adversity Intelligence)
Kemampuan untuk mengubah hambatan menjadi peluang.
πAda tiga tipe menurut Stoltz yaitu :
1. Quitter , adalah orang-orang dengan Adversity Intelligence ( AI) yang rendah, bilamana bekerja dan ketemu masalah cenderung segera menghindar dan menyalahkan orang lain. Keluar (berhenti) dari apa yang sedang dikerjakannya dan membiarkan persoalannya berlarut2.
2. Campers itu orang dengan AI moderate, berusaha bekerja dengan baik. Meskipun demikian cenderung menghindari resiko, terutama berkaitan dengan resiko pribadi.
Jika bertemu halangan berusaha mengatasinya selama tidak beresiko. Jika tekanan terlalu besar, akan berhenti dan mencari aman. Kadang dengan mengulur2 menyelesaikannya.
3. Climbers , adalah orang2 dengan AI tinggi, yang berani menghadapi tantangan dan resiko, mengubah hambatan menjadi peluang, senantiasa fokus pada solusi.
Climbers percaya bahwa dirinya diciptakan untuk membuat perubahan ke arah yang lebih baik dan juga menaruh kepercayaan kepada orang lain bahwa mereka pada dasarnya baik dan dapat bekerja dengan baik
π Kecerdasan Intellektual : Membuat anak pandai, sehingga bisa menjadi sarana meraih kebahagiaan hidup yang penuh kesenangan (pleasant life). Seperti masuk universitas ternama, mendapat pekerjaan dan jabatan yang tinggi. Memiliki rumah, mobil dan kesenangan materi yang lain.
π Kecerdasan Emosional : membuat anak bisa mengenali dan mengendalikan emosi diri serta emosi orang lain. Kecerdasan ini sangat diperlukan agar seseorang bisa mencapai taraf kebahagiaan di ranah nyaman ( good life), karena kebutuhan jasmani, rohani dan spiritualnya terpenuhi.
π Kecerdasan Spiritual : membuat hidup penuh arti, anak akan mampu memberi makna pada kehidupan, dan paham apa misi Allah menciptakan diri kita di dunia ini. Membuat anak berpikir secara luas makna sebuah kesuksesan. Hal ini akan mendorong anak-anak mencapai kebahagian hakiki yaitu kehidupan penuh makna (meaningful life).
π Kecerdasan Menghadapi Tantangan : Menentukan seberapa tangguh anak ini untuk mencapai tingkat kebahagiaan hidup yang dia inginkan.
π LATIHAN-LATIHAN-LATIHAN
Untuk melatih 3 materi yang sudah kita pelajari yaitu Komunikasi Produktif, Kemandirian, dan mengasah Kecerdasan ini, kita bisa menyelenggarakan Projek Keluarga. Mari kita pahami bersama apa itu projek keluarga.
❤ *PROJEK KELUARGA* ❤
Salah satu aktivitas yang bisa kita jalankan di keluarga sebagai sarana belajar seluruh anggota keluarga dalam meningkatkan komunikasi keluarga, melatih kemandirian dan menstimulus kecerdasan adalah projek keluarga.
π APA ITU PROJEK KELUARGA
*Projek keluarga* adalah aktivitas yang secara sadar dibicarakan bersama, dikerjakan bersama oleh seluruh atau sebagian anggota keluarga dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara bersama pula.
π CIRI-CIRI PROJEK KELUARGA
a. Fokus pada proses, bukan pada hasil
b. Sederhana
c. Menyenangkan
d. Mudah – Menantang
e. Memiliki durasi pendek
π KOMPONEN PROJEK KELUARGA
a. Sasaran
SMART : Specific, Measurable, Achiveable, Reliable, Tangible
Maksimum 3 sasaran.
b. Sarana
Alat dan Bahan yang diperlukan.
Dana yang diperlukan ( apabila ada)
c. Sumber Daya Manusia
Penanggungjawab
Pelaksanan
d. Waktu
Jadwal Pelaksanaan
Durasi
e. Nama Projek
Berikan nama khusus terhadap projek yang dikerjakan keluarga.
π BAGAIMANA CARANYA MEMANTAU PROJEK KELUARGA
*Lakukan APRESIASI bukan EVALUASI*
Apabila sudah menjalankan projek keluarga maka segera buat forum apresiasi keluarga diantara jeda projek tersebut, apabila projek memiliki durasi lebih dari 1 minggu – 1 bulan. Apabila projek hanya berdurasi 1-3 hari, maka lakukan pada akhir projek berjalan.
Anak-anak belum memerlukan evaluasi, yang kita lakukan hanya memberikan apresiasi saja, karena hal ini penting untuk menjaga suasana selalu menyenangkan dan membuat anak senantiasa bersemangat dalam mengerjakan projek selanjutnya.
Apabila ada hal-hal yang kita rasa penting untuk diperbaiki atau diubah strateginya, maka cukup anda catat saja, simpan dengan baik bersama satu file catatan projek ini, dan buka kembali saat kita dan anak-anak akan merencanakan projek berikutnya. Hal ini akan lebih membuat perencanaan kita lebih efektif, karena anak-anak akan melakukan perubahan menjelang melakukan projek, bukan diberitahu kesalahan setelah melakukan sebuah projek. Efek yang muncul akan sangat berbeda.
π BAGAIMANA CARA MENGAPRESIASI
Perbanyaklah membuat forum keluarga saat sore ngeteh bersama, atau sepekan sekali saat akhir pekan. Di IbuProfesional, forum keluarga seperti ini terkenal dengan nama *“MASTER MIND”*. Bagaimana cara menjalankan master mind, ciptakan suasana yang santai di rumah, kemudian tanyakan 3 hal saja:
a. Ada yang punya pengalaman menarik selama menjalankan projek ini?
b. Apa yang sudah baik?
c. Minggu depan apa yang akan kita lakukan?
π CONTOH PROJEK KELUARGA
*Nama Projek* : WARNAI DUNIA WARNAMU
*Gagasan* : Sudah 2 tahun cat tembok rumah tidak pernah berganti, kali ini anak-anak punya ide, dengan diskusi pertanyaan berikut, mengapa cat rumah itu kok satu warna? Bagaimana jika rumah itu warna-warni? Mengapa tidak kita cat tembok rumah kita warna warni?
*Pelaksanaan* : Tentukan durasi waktunya, misal hari Minggu, 26 Maret 2017, tentukan penanggungjawabnya (PIC), kasih jabatan misal “Jendral Cat Warna”. Berikan ruang sang jendral untuk mengambil keputusan terhadap segala tantangan yang muncul selama projek berjalan.
*Nama Projek* : SUNDAY LIBRARY
*Gagasan* : Anak-anak sangat senang membaca, banyak buku yang sudah terbaca, tidak dibaca lagi. Anak-anak ingin berbagi manfaat . Mengapa perpustakaan itu harus bentuk bangunan? Bagaimana jika perpustakaan itu bergerak dari satu tempat ke tempat lain? Mengapa tidak kita membuat perpustakaan keliling setiap minggu di event Car Free Day?
*Pelaksanaan* : Tentukan waktunya, setiap hari minggu, tentukan PIC mingguannya, kasih jabatan misal “Library man”, berikan ruang sang library man dan tim untuk menghadapi tantangan yang muncul selama projek berjalan
*AMATI, TERLIBAT, TULIS*
π AMATI
*Aspek Komunikasi Produktif*
Bagaimanakah pola komunikasi anak-anak kita selama menjalankan sebuah projek?
*Aspek Kemandirian*
Apakah sudah makin terlihat tingkat kemandirian anak-anak dalam mengerjakan projek?
*Aspek Kecerdasan*
Bagaimana cara anak meningkatkan rasa ingin tahunya? ( IQ), bagaimana cara anak mengelola emosi selama projek berjalan ?(Emotional Intellegence/EI), Bagaimana cara anak meningkatkan kebermanfaatan dirinya dengan projek tersebut? ( Spiritual Intellegence. SI), Bagaimana cara anak mengubah masalah menjadi peluang ( Adversity Intellegence,AI)
π TERLIBAT
Dalam setiap projek yang dibuat libatkan diri kita, para orangtua, untuk menjadi bagian anggota tim, asyik menjalankan bersama sebagai pembelajaran. Belajarlah menjadi follower yang taat pada keputusan leader. Saat menyelenggarakan master mind, bergantilah peran menjadi fasilitator yang baik.
π TULIS
Tulis pengalaman kita setiap hari baik cerita gagal maupu cerita sukses dalam menjalankan projek demi projek., baik cerita bahagia maupun cerita mengharubiru. Alirkan rasa anda setiap hari.
Selamat mengunci ilmu dengan amal anda,
Salam Ibu Profesional,
/Tim Fasilitator Bunda Sayang/
Sumber Bacaan :
Stoltz, Paul G, PhD, 1997 Adversity Quotient, Mengubah hambatan menjadi Peluang, Jakarta , Grasindo
Melva Tobing, MPsi, Daya Tahan Anak Hadapi Kesulitan, Jakarta.
D. Paul Reily , “Success is Simple”, Gramedia, Jakarta
Lela Swell, Success, Grasindo, Jakarta
Martin Selligman, Authentic Happiness, Jakarta
*Materi Bunda Sayang sesi #3*
❤ PENTINGNYA MENINGKATKAN KECERDASAN ANAK DEMI KEBAHAGIAAN HIDUP ❤
Dalam kehidupan ini ada dua kata yang selalu diinginkan manusia dalam hidup yaitu *SUKSES* dan *BAHAGIA*
☘ Makna SUKSES
Menurut D. Paul Reily dalam bukunya _Success is Simple_ mendefinisikan sukses sebagai pencapaian yang berangsur-angsur meningkat terhadap suatu tujuan dan cita-cita yang berharga
Sedangkan menurut lela swell dalam bukunya _Success_mengemukakan pendapatnya bahwa *sukses adalah* _peristiwa atau pengalaman yang kita akan mengingatnya sebagai pemuasan diri_
☘ Makna BAHAGIA
Menurut Prof. Martin Selligman dalam bukunya _Authentic Happiness_ mendefinisikan kebahagiaan hidup dalam tiga kategori :
*A. Hidup yang penuh kesenangan* (Pleasant Life )
Hidup yg penuh kesenangan, ialah kondisi kehidupan dimana pencarian kesenangan hidup, kepuasan nafsu, keinginan dan berbagai bentuk kesenangan lain nya, menjadi tujuan hidup manusia
Kebahagiaan jenis ini lebih bersifat material.
*B. Hidup nyaman* ( Good Life)
Hidup yg nyaman, ialah kehidupan, dimana segala keperluan kehidupan manusia secara jasmani, rohani dan sosial telah terpenuhi.. Hidup yg aman, tentram, damai. Kebahagiaan jenis ini lebih bersifat mental
*C. Hidup Bermakna* ( Meaningful Life)
Hidup yang bermakna, lebih tinggi lagi dari tingkat kehidupan yang nyaman, selain segala keperluan hidupnya telah terpenuhi, ia menjalani hidup ini dengan penuh pemahaman tentang makna dan tujuan kehidupan. Selain untuk diri dan keluarga nya, ia juga memberikan kebaikan bagi orang lain dan lingkungan sekitar. Rasa kebahagiaan yg timbul ketika banyak orang lain mendapatkan kebahagiaan karena usaha kita, _pleasure in giving, kebahagiaan dalam berbagi. Kebahagiaan jenis ini lebih bersifat spiritual_
Untuk mencapai kategori hidup SUKSES dan BAHAGIA *kita perlu memiliki berbagai macam kecerdasan hidup*.
☘ KECERDASAN
Para ahli berpendapat untuk tidak membicarakan atau memberikan batasan yang jelas tentang kecerdasan. Karena kecerdasan itu merupakan status mental yang tidak memerlukan definisi. Para ahli lebih memusatkan perhatian pada perilaku kecerdasan seperti kemampuan memahami dan menyelesaikan masalah dengan cepat, kemampuan mengingat dan daya kreativitas serta imajinasi yang terus berkembang.
πMACAM-MACAM KECERDASAN
*A. Kecerdasan Intelektual* (Intellectual Quotient)
Adalah kemampuan untuk menalar, perencanaan sesuatu, kemampuan memecahkan masalah, belajar memahami gagasan, berfikir, penggunaan bahasa dan lainnya.
Howard Gardner pakar psikologi perkembangan, menjelaskan ada sembilan macam kecerdasan manusia. Kecerdasan tersebut meliputi kecerdasan bahasa (linguistic), musik (musical), logika-matematika (logical-mathematical), spasial (spatial), kinestetis-tubuh (bodily-kinesthetic), intrapersonal (intrapersonal), interpersonal (interpersonal), naturalis (naturalits) dan eksistensial (existensial)
*B. Kecerdasan Emosional* (Emotional Intelleigence)
kemampuan untuk mengenali perasaan kita sendiri dan perasaan orang lain, memotivasi diri sendiri, mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri dan dalam hubungannya dengan orang lain.
*Komponen-komponen dasar kecerdasan emosional adalah* :
1. Kemampuan Mengenali Emosi diri sendiri (kesadaran diri).
2. Kemampuan Mengelola Emosi.
3. Kemampuan Memotivasi Diri Sendiri (Motivasi).
4. Kemampuan Mengenali Emosi Orang lain (Empati).
5. Membina Hubungan Dengan Orang Lain (Ketrampilan sosial).
*C. Kecerdasan Spiritual* ( Spiritual Intelligence)
Kemampuan untuk mengenal Allah dan memahami posisinya sebagai hamba Allah. Inilah yang disebut dalam agama sebagai fitrah keimanan.
Secara ilmiah Kecerdasan Spiritual pertama kali dicetuskan oleh Donah Zohar dari Harvard University dan Ian Marshall dari Oxford University, yang diperoleh berdasarkan penelitian ilmiah yang sangat komprehensif. Pada tahun 1977. Seorang Ahli Syaraf, V.S Ramachandran bersama timnya menemukan keberadaan God Spot dalam jaringan otak manusia dan ini adalah pusat spiritual (spiriitual center) yang terletak diantara jaringan syaraf dan otak.
Dari spiritual center ini menghasilkan suara hati yang memiliki kekmampuan lebih dalam menilai suatu kebenaran bila dibandingkan dengan panca indra.
πAda Tiga prinsip dalam kecerdasan Spiritual yaitu :
- Prinsip Kebenaran
- Prinsip keadilan
- Prinsip kebaikan
*D. Kecerdasan Menghadapi Tantangan* (Adversity Intelligence)
Kemampuan untuk mengubah hambatan menjadi peluang.
πAda tiga tipe menurut Stoltz yaitu :
1. Quitter , adalah orang-orang dengan Adversity Intelligence ( AI) yang rendah, bilamana bekerja dan ketemu masalah cenderung segera menghindar dan menyalahkan orang lain. Keluar (berhenti) dari apa yang sedang dikerjakannya dan membiarkan persoalannya berlarut2.
2. Campers itu orang dengan AI moderate, berusaha bekerja dengan baik. Meskipun demikian cenderung menghindari resiko, terutama berkaitan dengan resiko pribadi.
Jika bertemu halangan berusaha mengatasinya selama tidak beresiko. Jika tekanan terlalu besar, akan berhenti dan mencari aman. Kadang dengan mengulur2 menyelesaikannya.
3. Climbers , adalah orang2 dengan AI tinggi, yang berani menghadapi tantangan dan resiko, mengubah hambatan menjadi peluang, senantiasa fokus pada solusi.
Climbers percaya bahwa dirinya diciptakan untuk membuat perubahan ke arah yang lebih baik dan juga menaruh kepercayaan kepada orang lain bahwa mereka pada dasarnya baik dan dapat bekerja dengan baik
π Kecerdasan Intellektual : Membuat anak pandai, sehingga bisa menjadi sarana meraih kebahagiaan hidup yang penuh kesenangan (pleasant life). Seperti masuk universitas ternama, mendapat pekerjaan dan jabatan yang tinggi. Memiliki rumah, mobil dan kesenangan materi yang lain.
π Kecerdasan Emosional : membuat anak bisa mengenali dan mengendalikan emosi diri serta emosi orang lain. Kecerdasan ini sangat diperlukan agar seseorang bisa mencapai taraf kebahagiaan di ranah nyaman ( good life), karena kebutuhan jasmani, rohani dan spiritualnya terpenuhi.
π Kecerdasan Spiritual : membuat hidup penuh arti, anak akan mampu memberi makna pada kehidupan, dan paham apa misi Allah menciptakan diri kita di dunia ini. Membuat anak berpikir secara luas makna sebuah kesuksesan. Hal ini akan mendorong anak-anak mencapai kebahagian hakiki yaitu kehidupan penuh makna (meaningful life).
π Kecerdasan Menghadapi Tantangan : Menentukan seberapa tangguh anak ini untuk mencapai tingkat kebahagiaan hidup yang dia inginkan.
π LATIHAN-LATIHAN-LATIHAN
Untuk melatih 3 materi yang sudah kita pelajari yaitu Komunikasi Produktif, Kemandirian, dan mengasah Kecerdasan ini, kita bisa menyelenggarakan Projek Keluarga. Mari kita pahami bersama apa itu projek keluarga.
❤ *PROJEK KELUARGA* ❤
Salah satu aktivitas yang bisa kita jalankan di keluarga sebagai sarana belajar seluruh anggota keluarga dalam meningkatkan komunikasi keluarga, melatih kemandirian dan menstimulus kecerdasan adalah projek keluarga.
π APA ITU PROJEK KELUARGA
*Projek keluarga* adalah aktivitas yang secara sadar dibicarakan bersama, dikerjakan bersama oleh seluruh atau sebagian anggota keluarga dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara bersama pula.
π CIRI-CIRI PROJEK KELUARGA
a. Fokus pada proses, bukan pada hasil
b. Sederhana
c. Menyenangkan
d. Mudah – Menantang
e. Memiliki durasi pendek
π KOMPONEN PROJEK KELUARGA
a. Sasaran
SMART : Specific, Measurable, Achiveable, Reliable, Tangible
Maksimum 3 sasaran.
b. Sarana
Alat dan Bahan yang diperlukan.
Dana yang diperlukan ( apabila ada)
c. Sumber Daya Manusia
Penanggungjawab
Pelaksanan
d. Waktu
Jadwal Pelaksanaan
Durasi
e. Nama Projek
Berikan nama khusus terhadap projek yang dikerjakan keluarga.
π BAGAIMANA CARANYA MEMANTAU PROJEK KELUARGA
*Lakukan APRESIASI bukan EVALUASI*
Apabila sudah menjalankan projek keluarga maka segera buat forum apresiasi keluarga diantara jeda projek tersebut, apabila projek memiliki durasi lebih dari 1 minggu – 1 bulan. Apabila projek hanya berdurasi 1-3 hari, maka lakukan pada akhir projek berjalan.
Anak-anak belum memerlukan evaluasi, yang kita lakukan hanya memberikan apresiasi saja, karena hal ini penting untuk menjaga suasana selalu menyenangkan dan membuat anak senantiasa bersemangat dalam mengerjakan projek selanjutnya.
Apabila ada hal-hal yang kita rasa penting untuk diperbaiki atau diubah strateginya, maka cukup anda catat saja, simpan dengan baik bersama satu file catatan projek ini, dan buka kembali saat kita dan anak-anak akan merencanakan projek berikutnya. Hal ini akan lebih membuat perencanaan kita lebih efektif, karena anak-anak akan melakukan perubahan menjelang melakukan projek, bukan diberitahu kesalahan setelah melakukan sebuah projek. Efek yang muncul akan sangat berbeda.
π BAGAIMANA CARA MENGAPRESIASI
Perbanyaklah membuat forum keluarga saat sore ngeteh bersama, atau sepekan sekali saat akhir pekan. Di IbuProfesional, forum keluarga seperti ini terkenal dengan nama *“MASTER MIND”*. Bagaimana cara menjalankan master mind, ciptakan suasana yang santai di rumah, kemudian tanyakan 3 hal saja:
a. Ada yang punya pengalaman menarik selama menjalankan projek ini?
b. Apa yang sudah baik?
c. Minggu depan apa yang akan kita lakukan?
π CONTOH PROJEK KELUARGA
*Nama Projek* : WARNAI DUNIA WARNAMU
*Gagasan* : Sudah 2 tahun cat tembok rumah tidak pernah berganti, kali ini anak-anak punya ide, dengan diskusi pertanyaan berikut, mengapa cat rumah itu kok satu warna? Bagaimana jika rumah itu warna-warni? Mengapa tidak kita cat tembok rumah kita warna warni?
*Pelaksanaan* : Tentukan durasi waktunya, misal hari Minggu, 26 Maret 2017, tentukan penanggungjawabnya (PIC), kasih jabatan misal “Jendral Cat Warna”. Berikan ruang sang jendral untuk mengambil keputusan terhadap segala tantangan yang muncul selama projek berjalan.
*Nama Projek* : SUNDAY LIBRARY
*Gagasan* : Anak-anak sangat senang membaca, banyak buku yang sudah terbaca, tidak dibaca lagi. Anak-anak ingin berbagi manfaat . Mengapa perpustakaan itu harus bentuk bangunan? Bagaimana jika perpustakaan itu bergerak dari satu tempat ke tempat lain? Mengapa tidak kita membuat perpustakaan keliling setiap minggu di event Car Free Day?
*Pelaksanaan* : Tentukan waktunya, setiap hari minggu, tentukan PIC mingguannya, kasih jabatan misal “Library man”, berikan ruang sang library man dan tim untuk menghadapi tantangan yang muncul selama projek berjalan
*AMATI, TERLIBAT, TULIS*
π AMATI
*Aspek Komunikasi Produktif*
Bagaimanakah pola komunikasi anak-anak kita selama menjalankan sebuah projek?
*Aspek Kemandirian*
Apakah sudah makin terlihat tingkat kemandirian anak-anak dalam mengerjakan projek?
*Aspek Kecerdasan*
Bagaimana cara anak meningkatkan rasa ingin tahunya? ( IQ), bagaimana cara anak mengelola emosi selama projek berjalan ?(Emotional Intellegence/EI), Bagaimana cara anak meningkatkan kebermanfaatan dirinya dengan projek tersebut? ( Spiritual Intellegence. SI), Bagaimana cara anak mengubah masalah menjadi peluang ( Adversity Intellegence,AI)
π TERLIBAT
Dalam setiap projek yang dibuat libatkan diri kita, para orangtua, untuk menjadi bagian anggota tim, asyik menjalankan bersama sebagai pembelajaran. Belajarlah menjadi follower yang taat pada keputusan leader. Saat menyelenggarakan master mind, bergantilah peran menjadi fasilitator yang baik.
π TULIS
Tulis pengalaman kita setiap hari baik cerita gagal maupu cerita sukses dalam menjalankan projek demi projek., baik cerita bahagia maupun cerita mengharubiru. Alirkan rasa anda setiap hari.
Selamat mengunci ilmu dengan amal anda,
Salam Ibu Profesional,
/Tim Fasilitator Bunda Sayang/
Sumber Bacaan :
Stoltz, Paul G, PhD, 1997 Adversity Quotient, Mengubah hambatan menjadi Peluang, Jakarta , Grasindo
Melva Tobing, MPsi, Daya Tahan Anak Hadapi Kesulitan, Jakarta.
D. Paul Reily , “Success is Simple”, Gramedia, Jakarta
Lela Swell, Success, Grasindo, Jakarta
Martin Selligman, Authentic Happiness, Jakarta
Jumat, 17 Maret 2017
Aliran Rasa Games#2 Kuliah Bunda Sayang IIP
Games#2 kuliah bunda sayang kali ini berkaitan tentang kemandirian. Seperti halnya pada games#1 tentang komunikasi produktif, pada games#2 ini kuncinya tetap pada KONSISTENSI. Satu demi satu kemandirian yang dilatih secara konsisten akan terasa hasilnya dan subjek kemandirian pun tidak kaget dengan perubahan yang dilakukan. Dibandingkan dengan banyak kemandirian yang ingin dicapai dalam waktu yang bersamaan.
Pada Games#2 ini karena belum ada anak yang dijadikan subjek, akhirnya kami (saya dan suami) yang menjadi subjek untuk games#2 ini. Kami fokus pada 3 kemandirian yaitu ketrampilan hidup, kemandirian emosional dan kemandirian psikososial. Nah seperti yang telah saya uraikan sebelumnya, ternyata karena fokusnya banyak sehingga ada beberapa yang terkadang belum konsisten untuk dilaksanakan. Kemandirian adalah sebuah proses sehingga harus dilakukan terus menerus. Sesuatu yang dilakukan terus menerus akan menjadi kebiasaan. Sehingga saat sudah menjadi kebiasaan, akan terasa ringan saat melakukannya. Karena tidak ada proses yang mengkhianati hasil. Jikapun belum berhasil dalam beberapa waktu, jika masih terus KONSISTEN melatihnya insyaAllah suatu saat akan bertemu pada hasil yang diinginkan.
Ilmu tentang kemandirian ini sangatlah bermanfaat untuk bekal saat nanti melatih kemandirian pada anak. Sebelum menerapkannya ke anak, kami menerapkannya ke diri sendiri terlebih dahulu dan ternyata dari proses latihan ini ada banyak hal yang bisa menjadi pelajaran untuk melatih kemandirian anak kelak :-).
Oleh karena itu, nikmatilah proses, darinya kita akan banyak belajar. Hargai setiap perubahan ke arah yang lebih baik, karena itu penyemangat untuk diri kita. Sebagai pengingat untuk diri saya pribadi khususnya.
Untuk tantangan 10 hari pada games#2 ini ada badge yang memacu diri untuk terus melatih kemandirian. Inilah kedua badge itu ^_^
Sabtu, 04 Maret 2017
Games#2 Hari#10 Tantangan 10 Hari Kelas Bunda Sayang IIP
Kemandirian terkadang dijadikan sebagai salah satu tolok ukur kedewasaan, terutama kemandirian psikososial dan emosional. Selama 10 hari menjalani tantangan dengan fokus 3 kemandirian, rasanya untuk kemandirian emosional masih perlu dilatih lagi. Berikut progress kemandirian di hari#10.
Istri :
1. Kemandirian dalam ketrampilan hidup : memasak
Hari ini saya tidak membuat camilan karena badan kurang fit jadi hanya masak untuk makan besar saja.
2. Kemandirian psikososial : empati, bijak dalam menentukan
Hari ini saya menghadiri hajatan tetangga dekat rumah mertua. Awalnya saya berniat untuk mengendarai motor sendiri tapi ternyata tidak diijinkan ibu. Akhirnya saya memutuskan untuk meminta tolong kakak ponakan untuk mengantarkanku.
Hari ini saya menghadiri hajatan tetangga dekat rumah mertua. Awalnya saya berniat untuk mengendarai motor sendiri tapi ternyata tidak diijinkan ibu. Akhirnya saya memutuskan untuk meminta tolong kakak ponakan untuk mengantarkanku.
3. Kemandirian emosional : pengendalian emosi
Saat tadi diminta untuk menjaga anak bulek saya, saya dihadapkan pada beberapa tantangan. Saat si anak nangis mau tidur, ia tantrum. Akhirnya ku coba tenangkan diri, lalu ku ambil jarit dan ku gendong, lama kelamaan akhirnya tertidur.
Suami:
Saat tadi diminta untuk menjaga anak bulek saya, saya dihadapkan pada beberapa tantangan. Saat si anak nangis mau tidur, ia tantrum. Akhirnya ku coba tenangkan diri, lalu ku ambil jarit dan ku gendong, lama kelamaan akhirnya tertidur.
Suami:
1. Kemandirian dalam ketrampilan hidup
Alhamdulillah hari ini suami berhasil bangun pagi dan menyelesaikan pekerjaan rumah sendiri. Mulai dari menyapu, memgepel lantai, mencuci, menguras bak mandi dsb.
Alhamdulillah hari ini suami berhasil bangun pagi dan menyelesaikan pekerjaan rumah sendiri. Mulai dari menyapu, memgepel lantai, mencuci, menguras bak mandi dsb.
2. Kemandirian psikososial : empati, bijak dalam menentukan sikap
Hari ini suami ingin masak nasi sendiri dan tinggal beli sayuran matang. Ternyata setelah dipertimbangkan akhirnya dia memutuskan untuk membeli nasi sekalian dan tidak jadi masak.
3. Kemandirian emosional : pengendalian emosi
Hari ini kata suami aman2 saja.hehe
Hari ini kata suami aman2 saja.hehe
Jumat, 03 Maret 2017
Games#2 Hari#9 Tantangan 10 Hari Bunda Sayang IIP
Istri :
1. Kemandirian dalam ketrampilan hidup : memasak
Hari ini saya tidak membuat camilan karena badan kurang fit jadi hanya masak untuk makan besar saja.
2. Kemandirian psikososial : empati, bijak dalam menentukan
Hari ini rencananya mau bantu2 masak di hajatan tetangga dekat rumah mertua. Ternyata sekitar jam 10an, pinggang saya berasa nyeri. Buat duduk lama tidak kuat, buat rebahan pun posisi apapun masih terasa. Saya tunggu sampai sore, jika sudah hilang nyerinya, tetap berangkat bantu2 madak. Ternyata sampai sore masih terasa. Akhirnya saya memutuskan untuk tidak ke rumah mertua untuk bamtu2 masak tetangga yang hajatan.
Hari ini rencananya mau bantu2 masak di hajatan tetangga dekat rumah mertua. Ternyata sekitar jam 10an, pinggang saya berasa nyeri. Buat duduk lama tidak kuat, buat rebahan pun posisi apapun masih terasa. Saya tunggu sampai sore, jika sudah hilang nyerinya, tetap berangkat bantu2 madak. Ternyata sampai sore masih terasa. Akhirnya saya memutuskan untuk tidak ke rumah mertua untuk bamtu2 masak tetangga yang hajatan.
3. Kemandirian emosional : pengendalian emosi
Merasakan rasa nyeri di pinggang rasanya sesuatu banget sampai tidak bisa menahan air mata. Pikiran pun terbayang saat persalinan nanti dan berusaha untuk terus berpikir positive. Suami pun menguatkan dan mengingatkan serta mendoakan agar kuat dan menjadi ladang pahala. Jadi kemandirian emosional hari ini belum berhasil.
Suami:
Merasakan rasa nyeri di pinggang rasanya sesuatu banget sampai tidak bisa menahan air mata. Pikiran pun terbayang saat persalinan nanti dan berusaha untuk terus berpikir positive. Suami pun menguatkan dan mengingatkan serta mendoakan agar kuat dan menjadi ladang pahala. Jadi kemandirian emosional hari ini belum berhasil.
Suami:
1. Kemandirian dalam ketrampilan hidup
Alhamdulillah hari ini suami berhasil bangun pagi lagi.
Alhamdulillah hari ini suami berhasil bangun pagi lagi.
2. Kemandirian psikososial : empati, bijak dalam menentukan sikap
Karena ada beberapa tugas yang belum terselesaikan, suami memutuskan untuk menyelesaikannya dengan konsekuensi pulang terlambat dan itu dihitung loyalitas bukan lembur.
3. Kemandirian emosional : pengendalian emosi
Meskipun hari ini saya tidak menghubungi suami pada waktu2 seperti biasanya, alhamdulillah suami bisa memahami kalau saya sedang kurang enak badan sehingga butuh istirahat jadi tidak selalu stand by pegang hp.
Meskipun hari ini saya tidak menghubungi suami pada waktu2 seperti biasanya, alhamdulillah suami bisa memahami kalau saya sedang kurang enak badan sehingga butuh istirahat jadi tidak selalu stand by pegang hp.
Kamis, 02 Maret 2017
Games#2 Hari#8 Tantangan 10 Hari Bunda Sayang IIP
Ada banyak hal yang bisa kita lakukan bersama partner. Entah itu pasangan maupun teamwork. Meskipun berpartner agar semakin 'ship' tetap dibutuhkan kemandirian masing-masing individu.
Hal ini saya rasakan saat menjalankan tantangan 10 hari ini. Sampai di hari#8 ini, saya masih berusaha untuk konsisten melatih kemandirian diri yang sudah saya sepakati bersama suami. Berikut progress kemandirian di hari#8.
Istri :
1. Kemandirian dalam ketrampilan hidup : memasak
Hari ini saya membuat camilan sederhana yaitu roti bakar.
2. Kemandirian psikososial : empati, bijak dalam menentukan
Pekan ini saya memutuskan tidak ikut senam hamil karena terkendala transportasi. Agar tetap fit dan melatih kesiapan fisik saat persalinan, saya tetap melakukan senam hamil di rumah dengan panduan dari youtube.
Pekan ini saya memutuskan tidak ikut senam hamil karena terkendala transportasi. Agar tetap fit dan melatih kesiapan fisik saat persalinan, saya tetap melakukan senam hamil di rumah dengan panduan dari youtube.
3. Kemandirian emosional : pengendalian emosi
Hari ini saya merasakan landai2 saja. Tidak ada sesuatu yang menguras emosi.
Suami:
Hari ini saya merasakan landai2 saja. Tidak ada sesuatu yang menguras emosi.
Suami:
1. Kemandirian dalam ketrampilan hidup
Alhamdulillah hari ini suami berhasil bangun pagi lagi.
Alhamdulillah hari ini suami berhasil bangun pagi lagi.
2. Kemandirian psikososial : empati, bijak dalam menentukan sikap
Sejak LDM, karena sendirian suami memutuskan untuk tidak memasak dan membeli makanan matang saja karena setelah mempertimbangkan waktu dan tenaga, lebih efektif dan efisien untuk membeli makanan yang sudah matang.
3. Kemandirian emosional : pengendalian emosi
Hari ini suami bercerita tentang gejolak hatinya mengenai kebersihan rumah. Beberapa hari pulang kehujanan sehingga lantai jadi kotor. Niat hati ingin mengepel lantai kotor tetapi selalu terkalahkan dengan rasa capek yang melanda sehingga ada pertentangan di dalam hatinya. Lalu ia putuskan untuk membersihkan rumah saat weekend nanti.
Hari ini suami bercerita tentang gejolak hatinya mengenai kebersihan rumah. Beberapa hari pulang kehujanan sehingga lantai jadi kotor. Niat hati ingin mengepel lantai kotor tetapi selalu terkalahkan dengan rasa capek yang melanda sehingga ada pertentangan di dalam hatinya. Lalu ia putuskan untuk membersihkan rumah saat weekend nanti.
Rabu, 01 Maret 2017
Games#2 Hari#7 Tantangan 10 Hari Kuliah Bunda Sayang IIP
Kemandirian tidaklah muncul tiba-tiba begitu saja tetapi perlu dilatih secara konsisten. Nah konsistensi inilah yang menjadi tantangan tersendiri. Membutuhkan sebuah komitmen.
Hal ini saya rasakan saat menjalankan tantangan 10 hari ini. Sampai di hari#7 ini, saya masih berusaha untuk konsisten melatih kemandirian diri yang sudah saya sepakati bersama suami. Berikut progress kemandirian di hari#7.
Hal ini saya rasakan saat menjalankan tantangan 10 hari ini. Sampai di hari#7 ini, saya masih berusaha untuk konsisten melatih kemandirian diri yang sudah saya sepakati bersama suami. Berikut progress kemandirian di hari#7.
Istri :
1. Kemandirian dalam ketrampilan hidup : memasak
Hari ini saya tidak memasak camilan tetapi tetap memasak menu makanan pokok untuk makan ^_^. Efek LDM jadi memilih yang praktis-praktis. Karena ortu juga tidak begitu suka nyamil.hehe
2. Kemandirian psikososial : empati, bijak dalam menentukan
Hari ini saya memutuskan untuk pergi naik motor sendirian, karena tidak ada yang mengantar, setelah hampir setahun tidak naik motor untuk menyelesaikan urusan di luar rumah dengan tetap mengantongi ijin suami. Alhamdulillah meskipun pelan-pelan bisa sampai tempat tujuan dengan selamat dan urusan di luar rumah bisa terselesaikan.
Hari ini saya memutuskan untuk pergi naik motor sendirian, karena tidak ada yang mengantar, setelah hampir setahun tidak naik motor untuk menyelesaikan urusan di luar rumah dengan tetap mengantongi ijin suami. Alhamdulillah meskipun pelan-pelan bisa sampai tempat tujuan dengan selamat dan urusan di luar rumah bisa terselesaikan.
3. Kemandirian emosional : pengendalian emosi
Untuk kemandirian emosionalnya, hari ini berhasil.
Suami:
Untuk kemandirian emosionalnya, hari ini berhasil.
Suami:
1. Kemandirian dalam ketrampilan hidup
Alhamdulillah hari ini suami berhasil bangun pagi, mencuci pakaian, melipat dan menyetrika baju serta membersihkan rumah sendiri.
Alhamdulillah hari ini suami berhasil bangun pagi, mencuci pakaian, melipat dan menyetrika baju serta membersihkan rumah sendiri.
2. Kemandirian psikososial : empati, bijak dalam menentukan sikap
Tadi suami cerita kalau tadi pagi saat mau menjemur pakaian, dia bingung apakah mau dijemur di luar atau di dalam. Kalau di luar bisa kering tapi resikonya kemungkinan kehujanan karena sampai rumah sore. Tetapi kalau dijemur di dalam meskipun ga kehujanan, keringnya lama padahal itu seragam kerja. Akhirnya suami memutuskan untuk menjemur di luar dengan resiko kehujanan.
Nah ternyata benar, sore saat dia masih di kantor, hujan sudah mulai turun. Dia berfikir jemurannya bakalan kehujanan dan basah lagi. Ternyata sampai rumah ada kejutan, pakaiannya sudah ditaruh dipinggir oleh tetangga kontrakan jadi tidak basah lagi. Setiap keputusan memang ada resikonya tetapi kita tetap harus memutuskan.
Nah ternyata benar, sore saat dia masih di kantor, hujan sudah mulai turun. Dia berfikir jemurannya bakalan kehujanan dan basah lagi. Ternyata sampai rumah ada kejutan, pakaiannya sudah ditaruh dipinggir oleh tetangga kontrakan jadi tidak basah lagi. Setiap keputusan memang ada resikonya tetapi kita tetap harus memutuskan.
3. Kemandirian emosional : pengendalian emosi
Hari ini suami dapat jadwal perpus keliling di AHM Karawang. Stand dibuka dari pagi sampai jam 2. Nah saat dia sudah selesai beres buku-buku dan sudah dimasukkan ke koper karena sudah siap balik Sunter, tiba-tiba ada karyawan yang mau meminjam buku. Dibukalah kembali buku-buku di koper. Setelah dibuka, eh ternyata tidak jadi meminjam buku. Akhirnya suami beresin lagi. Suami tetap berusaha tersenyum katanya, meskipun ada alasan untuk marah atau jengkel. Suami bilang ke saya, yang namanya melayani, kondisi bagaimanapun harus tetap ramah.
Hari ini suami dapat jadwal perpus keliling di AHM Karawang. Stand dibuka dari pagi sampai jam 2. Nah saat dia sudah selesai beres buku-buku dan sudah dimasukkan ke koper karena sudah siap balik Sunter, tiba-tiba ada karyawan yang mau meminjam buku. Dibukalah kembali buku-buku di koper. Setelah dibuka, eh ternyata tidak jadi meminjam buku. Akhirnya suami beresin lagi. Suami tetap berusaha tersenyum katanya, meskipun ada alasan untuk marah atau jengkel. Suami bilang ke saya, yang namanya melayani, kondisi bagaimanapun harus tetap ramah.
Langganan:
Postingan (Atom)
Scale Up Impact
Assalamu'alaikum Ibu Pembaharu... Pekan kemarin merupakan pekan terakhir perkuliahan di bunsal. Hampir 6 bulan menjalani perkuliahan ini...
-
"Setiap anak adalah limited edition yang memiliki fitur uniknya sendiri, beramal dengan konfigurasi bakat yang dibawanya sejak lahir...
-
Sore tadi saat bermain dengan azhima, saya mendongeng tentang bebek. Begini dongengnya. ***** Di suatu pagi ada dua ekor bebek berja...
-
**** Di suatu pagi, mentari mulai merangkak naik. Cahayanya menghangatkan badan. Pak tani sudah berada di kebun. Beberapa kelinci juga ada ...







