Minggu, 05 Januari 2020

Menjadi Ibu Bahagia #Part3

Selama kita masih bernafas, ilmu masih terus kita butuhkan. Karena pendidikan itu sepanjang hayat. Sama halnya untuk menjadi ibu bahagia, kita pun butuh ilmunya. Bagaimana bisa menjalani peran sebagai ibu dengan bahagia.

Nah, setelah sebelumnya di materi kedua diminta menuliskan ketrampilan yang dibutuhkan untuk menjadi ibu bahagia, tahap selanjutnya adalah menemukan "strong why" mengapa kita mesti mempelajari ketrampilan itu, ilmu-ilmu apa saja yang kita butuhkan untuk menunjang tujuan tersebut, siapa dan darimana sumber ilmu tersebut dan yang paling penting adalah bagaimana cara kita mempelajari ilmu tersebut yang gue banget. Karena di kelas bunda cekatan ini kita mengedepankan kemerdekaan belajar. Jadi ya sesuai dengan kebutuhan kita, tidak bergantung pada orang lain😁.

Pada telur merah, saya membutuhkan 5 ketrampilan dalam waktu dekat ini yaitu
1. Manajemen diri
2. Manajemen keuangan
3. Komunikasi produktif
4. Pendidikan anak (tumbuh kembang anak)
5. Manajemen menu (ilmu gizi)

Apa tujuan saya membekali diri dengan ketrampilan tersebut? 
Tujuannya adalah agar bisa mengoptimalkan peran sebagai istri dan ibu rumah tangga.

Ilmu apa saja yang saya butuhkan untuk mencapai tujuan tersebut?
Untuk mengoptimalkan peran sebagai istri dan ibu, saya membutuhkan ilmu-ilmu berikut ini.
1. Manajemen diri
Ilmu ini saya butuhkan karena mengingat tugas2 yang harus saya lakukan dalam menjalankan peran sebagai istri dan ibu yang lumayan. Ditambah lagi bulan ini insyaAllah akan mendapatkan amanah lagi seorang anak, maka saya harus pandai2 memanajemen diri saya agar bisa melaksanakan tugas2 yang harus saya kerjakan dengan baik.
2. Manajemen keuangan
Ini merupakan salah satu hal yang saya suka dan bisa sekaligus tugas yang dipercayakan suami kepada saya, maka agar lebih optimal dalam menjalankan tugas ini, saya membutuhkan ilmu tentang manajemen keuangan keluarga. Agar tidak sekedar menjadi "kasir" saja tapi benar2 bisa mengelola keuangan keluarga dengan baik. Ini sekaligus sebagai ketrampilan untuk mendukung projek keluarga kami tahun ini yaitu hidup bebas hutang dan riba.
3. Komunikasi produktif
Mengingat saya sekarang tidak sendirian, ada suami dan anak-anak yang menjadi satu tim, maka saya harus bisa berkomunikasi secara produktif untuk meminimalisir konflik.
4. Pendidikan anak
Membersamai anak-anak merupakan hal yang membuat saya bahagia. Agar aktivitas ini semakin bermakna, saya membutuhkan ketrampilan untuk mengobservasi dan memahami tahapan tumbuh kembang anak. Tujuannya adalah bisa memberikan stimulasi yang tepat. Oleh karena itu saya membutuhkan ilmu tentang pendidikan anak.
5. Manajemen menu
Salah satu projek keluarga kami sekaligus untuk menunjang aktivitas kami sehari2, kami berusaha menerapkan pola hidup sehat. Oleh karena itu ilmu tentang manajemen menu saya butuhkan dalam waktu dekat ini. Tujuannya agar saya bisa menyajikan menu2 sehat untuk anggota keluarga.

Lalu darimana saya bisa memperoleh ilmu tersebut?
Bisa dari guru/narasumber yang kompeten di bidangnya, buku, youtube dan majelis ilmu (kulwhap, seminar dll)

Bagaimana cara saya mempelajari ilmu tersebut?
Saya lebih suka bertemu langsung dengan guru, atau sharing dengan teman. Bisa juga melalui buku dan melihat video tentang ilmu yang saya butuhkan dari youtube.



Semoga telur2 orange ini bisa berproses dengan baik dan menetas menjadi kupu2 yang indah😍.aamiin

#janganlupabahagia
#jurnalminggu3
#materi3
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekiip
#institutibuprofesional

Menjadi Ibu Bahagia #Part2

Temukan trampilmu!

Belajar di kelas bunda cekatan kali ini memang sungguh penuh kejutan yang meletupkan semangat untuk merdeka belajar, belajar merdeka!
Ditahap sebelumnya, kami menuliskan aktivitas yang masuk dalam kategori SUKA dan BISA, maka selanjutnya ditahap kedua ini kami  menuliskan ketrampilan berdasarkan skala prioritas yang dibutuhkan untuk mendukung aktivitas2 tersebut. Harapannya agar ibu tetap bahagia beraktivitas tanpa ada penghalang.

Ada 5 aktivitas SUKA dan BISA yg sudah mamak tuliskan sebelumnya yaitu :
1. Bermain, diskusi dan beraktivitas bersama anak dan suami
2. Berpetualang di alam
3. Bermain dengan angka2 (finansial)
4. Beberes dan merapikan rumah
5. DIY mainan anak
Dari kelima aktivitas di atas, setelah mamak renungkan ada 5 ketrampilan yang diperlukan.
1. Manajemen diri
Ketrampilan ini mamak butuhkan mengingat dalam 24 jam ada beberapa aktivitas yg harus dilakukan sedangkan waktu ga bisa ditambah, yaitu 24 jam. Makanya mamak perlu memanajemen diri agar lebih menghargai waktu serta melakukan aktivitas2 yg positif dan produktif
2. Manajemen keuangan
Sebagai manajer keuangan keluarga sekaligus ini merupakan aktivitas yg saya suka dan bisa, maka untuk menunjang aktivitas ini sya membutuhkan ketrampilan manajemen keuangan agar keuangan keluarga bisa aman dan terkendali😄🤭
3. Komunikasi produktif
Ini ketrampilan yg sangat sya butuhkan. Di tahap kelas bunda sayang alhamdulillah sudah mendapatkan materi ini tetapi masih tertatih2 menerapkannya. Untuk itulah perlu upgrade lagi tentang komunikasi produktif. Cara komunikasi saya masih amburadul dan seringkali mendapatkan interupsi dari suami. Harusnya begini menyampaikannya, nadanya coba diatur bun dsb.hehe...maafkan ya pak suami✌🏼. Oleh karena karena salah satu aktivitas yg saya suka dan bisa adalah mengobrol, berdiskusi dan bermain bersama anak dan suami, maka saya perlu belajar lagi tentang komunikasi produktif.
4. Memahami tahapan tumbuh kembang anak
Ini salah satu ketrampilan yang saya butuhkan untuk menunjang aktivitas bermain dan berkegiatan bersama anak. Sehingga stimulasi yg saya berikan dan menu2 bermain mendukung tumbuh kembangnya
5. Ilmu gizi
Nah, ini penting dan mendesak. Meskipun memasak masuk dalam aktivitas tidak bisa dan suka, namun aktivitas ini wajib emak lakukan. Oleh karenanya emak membutuhkan ketrampilan tentang bagaimana menyajikan makanan yg bergizi tapi tak perlu waktu lama. Karena semua anggota keluarga perlu kecukupan gizi.

Itulah beberapa ketrampilan yang mamak butuhkan saat ini. Semoga telur2 merah ini bisa berkembang dan menetas sesuai harapan.aamiin




Semangat berbahagia menjalani peran masing2 untuk para ibu2...😉😘
#janganlupabahagia
#jurnalminggu2
#materi2
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuptofesional

Menjadi ibu bahagia #part1

Materi pertama di kelas bunda cekatan diawali dengan sesuatu yang membahagiakan..hehe
Ya, seperti yang disampaikan oleh Bu septi bahwa anak adalah amanah yang kita ambil secara sadar dan untuk menjalankan amanah itu diperlukan ibu yang bahagia. Karena ibu yang bahagia akan melahirkan anak yang bahagia.

Setelah mengunyah materi pertama yang disampaikan langsung oleh Bu Septi yang membuat jleb jleb, akhirnya mamak mengazzamkan diri untuk memilih menjadi ibu yang bahagia. Bahagia bisa dimulai dari memilih aktivitas yang membahagiakan. Seperti pada tugas pertama kali ini asalah menuliskan aktivitas2 sebagai ibu, istri dan perempuan dalam 4 kuadran yaitu bisa dan suka, bisa dan tidak suka, tidak suka dan bisa, tidak suka dan tidak bisa. Lalu memilihya untuk fokus pada kuadran suka dan bisa karena itu adalah aktivitas yang membahagiakan.

Setelah merenung dan melihat hasil ST30, 5 aktivitas yang saya suka dan bisa yaitu :
1. Bermain, diskusi dan beraktivitas bareng dengan anak dan suami
Ini adalah salah satu aktivitas yang membahagiakan. Bisa tertawa bareng dan kalau lagi diskusi temanya menarik bisa sampai beberapa episode😁.
2. Berpetualang di alam
Ini salah satu kesamaan saya dengan suami. Sama2 suka berpetualang di alam. Saya dan paksu sama2 suka dengan ketenangan sehingga mendekat dengan alam itu memunculkan kebahagiaan tersendiri.
3. Bermain dengan angka2 (keuangan)
Entah mengapa saat saya bertemu dengan angka2, mata saya berbinar2. Salah satu yang membuat rindu mengajar lagi adalah menguprek2 soal2 akuntansi. Untuk mengobati rasa rindu ini, salah satu cara yg saya lakukan adalah memanfaatkan peran sbg manajer keuangan keluarga dengan baik. Membuat perencanaan keuangan, mencatat keuangan tiap bulan dan menganalisisnya setiap akhir bulan. Bisa mencatat keuangan yg rapi membuat mata berbinar2.
4. Beberes dan merapikan rumah
Beberes dan merapikan rumah merupakan aktivitas yg sama2 saya dan suami sukai. Sebelum menikah ternyata kami sama2 menjadi "tukang bersih2" di rumah masing2. Melihat rumah yang bersih dan rapi itu adalah moodboster tersendiri bagi saya. Membersihkan dan merapikan rumah, cuci mencuci, melipat baju, menata barang serasa menjadi me time. Apalagi semenjak mengenal metode KonMari, melipat baju dan beberes itu rasanya bikin nagih. Azhima pun karena sering melihat emaknya melipat baju, ia ikutan melipat baju ala KonMari😁.
Bagaimana kalau saat anak main? Saat main ya kami puas2kan main, bagi kami ga masalah kalau berantakan saat main. Karena setiap mainan punya rumah, selesai main ya kita masukkan lagi ke rumahnya masing-masing sehingga selesai main bisa rapi kembali.
5. DIY Mainan
Aktivitas ini yg kadang melenakan mamak..haha...terkadang lupa waktu kalau lagi bermain dengan kardus, lem dan teman2nya. Meskipun hasilnya masih biasa2 saja tapi setiap saya melakukan aktivitas ini, berbinar2 rasanya. Rasanya ada kepuasan sendiri saat anak main dari hasil karya kita. Apalagi kalau anak memainkannya berkali2😁.

Untuk aktivitas yang saya suka tapi tidak bisa sebenarnya bisa melalukan tetapi rasanya hasilnya masih biasa2 saja. Masih terus mencoba mencari ilmunya seperti memasak, berkebun, baking dan menjahit. Berbinar juga saat melakukannya tpi belum bisa maksimal saat melihat hasilnya.



Semoga bermula dari telur2 ini bisa menjadi kupu2 yang indah dan lucu😍. Lima aktivitas yang menjadi fokus utk dilakukan agar bisa menjadi ibu yang bahagia. Ibu bahagia, seisi rumah pun ikut bahagia. Begitupun sebaliknya. Karena tugas kita adalah membersamai anak-anak dengan kebahagiaan kita. Maka....#janganlupabahagia
#jurnalminggu1
#materi1
#kelastelurtelur
#bundacekatan1
#institutibuprofesional

Senin, 16 Juli 2018

Nikmatilah Hidup, Bersyukurlah Maka Bahagia Akan Bersamamu (o.d.o.s project#21)

      Untuk mengisi waktu bersama, weekend kemarin kami mengunjungi Taman Ismail Marzuki. Karena berangkatnya sudah agak siang, kami memutuskan naik taksi online saja. Setelah pesan dan menunggu sebentar, akhirnya dapat driver juga. Lalu kami pun jalan ke jalan raya dan selang beberapa menit kemudian drivernya pun datang.
      Kami langsung naik mobil. Drivernya lalu menyapa kami dan memastikan tempat yang kami tuju. Setelah beberapa menit ada telpon masuk di hp bapak driver itu dan dia berbicara menggunakan bahasa jawa. Setelah selesai menelepon, bapak itu pun meminta maaf kepada kami. Kami pun tersenyum mengiyakan dan menjawab "tidak apa-apa". Suami lantas membuka obrolan dengan pertanyaan yang akhirnya berlanjut bercerita tentang banyak hal.
      Dari sekian tema yang menarik yang diceritakan salah satunya adalah saat bapak itu bilang kalau usianya sudah 60an. Laaah...kami pun sontak terkejut. 60??? Pikirku. Kenapa terkejut? Karena secara fisik bapak itu tak menunjukkan kalau sudah berumur 60an. Wajahnya masih terlihat muda dan segar juga. Ternyata rahasianya bapak itu menikmati hidup apapun yang dilaluinya. "Mau suka, duka, sedih, kecewa...syukuri saja, jalani saja, ga usah dibikin sepaneng", ucap bapak driver. Kami pun menganggukkan kepala tanda setuju. Benarlah memang jika kita selalu bersyukur atas jalan apapun yang sedang kita lewati dalam kehidupan ini maka bahagia pun akan selalu menyeruak dalam diri kita.

#Ibuprofesional
#Ruangberkaryaibu
#Mandiriberkaryapercayadiritercipta
#Kenalipotensimuciptakanruangberkaryamu
#Project2RBI
#Day66

Jumat, 13 Juli 2018

Kelola Emosi, Fokus Prestasi (o.d.o.s project#20)

    Akhirnya semangat nulis kembali berkobar setelah beberapa hari meredup. Hari ini saat si ayah baca salah satu buku dari Robert Kiyosaki, ayah membacakan dengan keras dan berulang salah satu quote yang ada di buku itu. Mungkin karena dirasa memang quote itu cocok seperti yang seringkali ku alami yaitu mengelola emosi. Emosiku seringkali meletup-letup apalagi saat azhima terkadang bikin pertahanan emosiku runtuh.
    Inti quotenya adalah tentang kecerdasan emosi. Saat orang bisa mengelola emosi dengan baik dan tidak menyalahkan orang lain berarti dia adalah orang yang kuat. Begitu juga sebaliknya saat masih saja menyalahkan orang lain maka dia termasuk orang yang lemah. Jleb rasanya karena seringkali saya menyalahkan anak atau suami saat emosi sedang meletup. Astaghfirullahaladzim.... dari sini saya bertekad harus belajar untuk mengelola emosi.
#Ibuprofesional
#Ruangberkaryaibu
#Mandiriberkaryapercayadiritercipta
#Kenalipotensimuciptakanruangberkaryamu
#Project2RBI
#Day63

Kamis, 05 Juli 2018

Percaya diri (o.d.o.s project#19)

    Akhir-akhir ini azhima sedang senang-senangnya belajar jalan. Jadi sewaktu2 dia kalau lagi pingin jalan, dia minta jalan. Karena jalannya masih goyang2 jadi emaknya harus nemenin.
   Kadang kalau nurutin ego, emaknya capek ngikutin anak tapi ya dengan terus berlatih inilah anak bisa lancar jalan. Jadilah emaknya merenung sejenak lalu tarik napas dan membersamai azhima lagi saat belajar jalan. Agar rasa percaya diri azhima pun semakin kuat.

#Ruangberkaryaibu
#Ibuprofesional
#Mandiriberkaryapercayadiritercipta
#Kenalipotensimuciptakanruangberkaryamu
#Project2RBI
#Day55

Selasa, 03 Juli 2018

Drama Casing HP dan Anti gores (o.d.o.s project#18)

   Ceritanya anti gores pak suami pecah. Jadi di layar hp terlihat ada garisnya. Saat ganti LED laptop, mumpung lagi ada di pusat elektronik, mampirlah pak suami ke konter merk HPnya. Lalu mengganti anti goresnya. Habisnya 45 ribu. Setelah selesai pak suami lanjut jalan. Trus dia bilang kalau mau cari casing sekalian karena casingnya sudah lusuh.
    Mampirlah ke toko yang menjual casing. Setelah memilih beberapa casing yang ditawarkan penjual, nampaknya belum ada yang sreg dengan pak suami. Lalu penjualnya mengeluarkan casing yang paling bagus katanya dan 100 ribu harganya. Pak suami pun mengiyakan dan mencoba dipakai di HPnya. Kelihatannya pak suami sreg.
    Melihat pak suami suka, penjualnya nawarin paket komplit dari casing itu. Kan yang baru dikeluarkan casing yang belakang warna hitam. Biar matching katanya yang depan sekalian warna hitam gitu. Paksu mengiyakannya. Dengan gerak cepat...eh penjualnya langsung membuka anti gores yang baru saja dibeli trus diganti dengan casing depan yang harganya 65 ribu. Jadi sepaket 165 ribu. Kagetlah saya dengan harga segitu. Lalu ditawar suami jadi 150 ribu. Emak ini mikirnya sayang uang yang buat beli anti gores sama saja kebuang karena ga jadi dipake.
    Saya agak "pundung" rasanya. Kelipat-lipat ini muka..hehe. Trus diajakin pak suami makan dulu. Nah disitu pak suami cerita dan menjelaskan panjang lebar. Dia nampaknya tahu kalau istrinya agak marah. Trus dia bilang intinya semua kejadian itu sudah ada yang ngatur. Dia juga ga tau kalau anti goresnya bakal di lepas. Kalau tau mah tadi ga beli anti gores dulu. Saya pun merenung sejenak, untuk menenangkan hati saya berpikr ya mungkin ini sudah jadi bagian rejeki dari para penjual itu dan catatan bagi kami agar mempertimbangkan dulu sebelum membeli.
#Ruangberkaryaibu
#Ibuprofesional
#Mandiriberkaryapercayadiritercipta
#Kenalipotensimuciptakanruangberkaryamu
#project2RBI
#day53

Scale Up Impact

Assalamu'alaikum Ibu Pembaharu... Pekan kemarin merupakan pekan terakhir perkuliahan di bunsal. Hampir 6 bulan menjalani perkuliahan ini...