Judul : Mini Garden
Deskripsi project :
Mini Garden ini dimaksudkan untuk memanfaatkan lahan yang terbatas dengan menanam sayur mayur yang mudah ditanam di dalam pot. Harapannya biar bisa memanen sendiri saat membutuhkan sayuran seperti bayam, kangkung, sawi dan cabe. Sekaligus memanfaatkan POC dari hasil kompos
Kebutuhan/susunan tim :
PIC : Bunda
Tim pelaksana : Bunda, ayah dan azhima
Waktu : Akhir April
Tempat : Taman depan rumah
Estimasi dana :
Benih 50.000
Media tanam (sudah tersedia)
Pot (sudah tersedia)
Parameter keberhasilan :
Bisa menanam sayuran di dalam pot dengan memanfaatkan lahan di depan rumah.
#miniproject
#orientasikampungkomunitas
#institutibuprofesional
Senin, 13 April 2020
Selasa, 24 Maret 2020
Bermain Bersama AHA Part 1
Hari ini, tantangan 30 hari di kelas kepompong sudah dimulai. Topik yang saya pilih adalah bermain bersama AHA. Ini adalah salah satu topik yang menjadi prioritas yang saya tuliskan di mindmap. Karena memang ini yang paling mendesak sekarang.
Salah satu tujuan suami meminta saya untuk di rumah untuk membersamai anak. Anak yang merupakan amanah yang kita ambil secara sadar dan harus dipertanggungjawabkan. Nah, olehkarenanya saya ingin memaksimalkan dalam menjalankan peran ini. Bermain bersama anak-anak dengan aktivitas yang bermakna. Alhamdulillah saat di kelas ulat-ulat kemarin banyak ilmu yang bertebaran mengenai topik bermain bersama anak. Akhirnya memunculkan ide untuk membuat rencana bermain setiap pekan agar aktivitasnya lebih bermakna.
Nah, pekan ini saya mengambil tema tentang self care. Yang pertama yang saya lakukan adalah mengenalkan anggota badan terlebih dahulu yaitu salah satunya tangan. Tujuan akhir saya adalah agar anak memahami kegunaan tangan dan bagaimana merawatnya sebagai bentuk kebersyukuran pada Allah.
Hari ini saya awali dengan mengenal nama jari tangan melalui moving hand. Tadi kami bikin dulu moving hand biar AHA1 tertarik, setelah itu barulah kami belajar nama2 jari tangan. Alhamdulillah mba berhasil menyebutkan nama2 jari. Moving handnya sampai "babak belur" dimainkan berkali2 dan akhirnya pada pretel dan mba berusaha mengelemnya kembali.
Sedangkan aktivitas AHA2 hari ini adalah read aloud. Belum banyak mamak mempersiapkan kegiatan buat si adik yang berusia 2 bulan. Selama ini baru read aloud dan mengajaknya ngobrol saja. Semoga pekan selanjutnya bisa menambahkan aktivitas lain untuk adik sebagai stimulasi sesuai perkembangannya.
Salah satu tujuan suami meminta saya untuk di rumah untuk membersamai anak. Anak yang merupakan amanah yang kita ambil secara sadar dan harus dipertanggungjawabkan. Nah, olehkarenanya saya ingin memaksimalkan dalam menjalankan peran ini. Bermain bersama anak-anak dengan aktivitas yang bermakna. Alhamdulillah saat di kelas ulat-ulat kemarin banyak ilmu yang bertebaran mengenai topik bermain bersama anak. Akhirnya memunculkan ide untuk membuat rencana bermain setiap pekan agar aktivitasnya lebih bermakna.
Nah, pekan ini saya mengambil tema tentang self care. Yang pertama yang saya lakukan adalah mengenalkan anggota badan terlebih dahulu yaitu salah satunya tangan. Tujuan akhir saya adalah agar anak memahami kegunaan tangan dan bagaimana merawatnya sebagai bentuk kebersyukuran pada Allah.
Hari ini saya awali dengan mengenal nama jari tangan melalui moving hand. Tadi kami bikin dulu moving hand biar AHA1 tertarik, setelah itu barulah kami belajar nama2 jari tangan. Alhamdulillah mba berhasil menyebutkan nama2 jari. Moving handnya sampai "babak belur" dimainkan berkali2 dan akhirnya pada pretel dan mba berusaha mengelemnya kembali.
Sedangkan aktivitas AHA2 hari ini adalah read aloud. Belum banyak mamak mempersiapkan kegiatan buat si adik yang berusia 2 bulan. Selama ini baru read aloud dan mengajaknya ngobrol saja. Semoga pekan selanjutnya bisa menambahkan aktivitas lain untuk adik sebagai stimulasi sesuai perkembangannya.
Untuk hari ini belum sesuai harapan saya. Karena bertepatan pula dengan hari pertama ayahnya kerja dari rumah, jadilah saya masih kewalahan dengan urusan domestik. Hingga akhirnya jam setengah 11 baru bisa fokus ke anak. Di hari pertama ini saya memberikan badge need improvement. Semoga esok lebih tertata lagi aktivitasnya.
#Hari1
#Tantangan30Hari
#Kelaskepompong
#Bundacekatan
#buprofesional
Selasa, 17 Maret 2020
Aliran Rasa Kelas Ulat-ulat
Bunda cekatan. Kelas yang telah dinanti-nantikan selama 2 tahun usai lulus bunda sayang. Deg2an saat ada kabar mau dibuka kelas ini. Kebayang kalau sistemnya kayak bunsay yg terbatas hanya utk beberapa orang. Sampai2 udah nyiapin KHS dan sertifikat kelulusan bunda sayang agar saat pendaftaran tidak tergesa2.
Tibalah saat pendaftaran kelas. Ternyata..... mahasiswa yang sudah lulus bunda sayang bisa daftar ke bunda cekatan! Huaaa bahagia sekali daku. Sungguh memang belajar di institut ibu profesional ini banyak kejutannya. Kejutan selanjutnya setelah kelas dimulai, ternyata fasilitatornya Ibu Septi sendiri. Cikgu yang luar biasa😍...semoga beliau senantiasa diberi kesehatan dan keistiqomahan sehingga bisa terus berbagi. Salam takzim buat cikgu...terimakasih banyak🤗.
Tak sampai disitu saja, kejutan pun datang setiap pekan. Ya setiap selesai materi satu dan berlanjut ke materi selanjutnya, selalunya bikin penasaran. Bikin mikir, kejutan apa lagi ya minggu ini?😁
Proses pembelajaran di bunda cekatan ini memang beda dengan kelas matrikulasi maupun bunda sayang sehingga kami, khususnya saya pribadi merasa bahagia belajar di kelas ini. Proses pembelajarannya runtut dan kami seperti diajak bermain. Pembelajaran di kelas ini membebaskan bagaimana cara mahasiswanya belajar. Ya, merdeka belajar sangat terasa di kelas ini.
Tahapan demi tahapan mulai dari kelas telur-telur dimana pada tahap ini mahasiswa diajak mengenal siapa dirinya dan apa kekuatannya.
Lalu tahap ulat-ulat, tahap dimana mahasiswa akan makan sesuai kecukupan tubuh. Kami belajar mencari ilmu dan sumber ilmu dari mana saja. Menjumputi makanan yang sehat dan yang diperlukan. Tahap ini memang ilmu bertebaran dimana2 karena kami masuk "the jungle of knowledge". Alhamdulillahnya kami sebelumnya sudah diminta buat peta belajar sesuai kebutuhan ilmu masing2 sehingga ketika merasa kesasar, tengok peta lagi dan kembali ke jalan yang benar.
Setelah makan dan memiliki bekal yang cukup sesuai yang dibutuhkan, tibalah mahasiswa memasuki tahap kelas kepompong. Saatnya mengaplikasikan ilmu yang sudah di dapat. Hingga akhirnya bisa menjadi kupu2 yang indah berwarna-warni.
Alhamdulillah bersyukur dan bahagia bisa bergabung dengan ibu2 profesional yang tersebar di seluruh penjuru nusantara, Asia maupun Non Asia yang senantiasa membuat diri ini ikut kecipratan semangat belajarnya. Semoga kita bisa melalui tahap demi tahap belajar di kelas bunda cekatan dengan baik dan dimudahkan dalam menerapkan ilmu yang kita dapat. Aamiin
#aliranrasatahapulat
#buncekbatch1
#buncekiip
#institutibuprofesional
Tibalah saat pendaftaran kelas. Ternyata..... mahasiswa yang sudah lulus bunda sayang bisa daftar ke bunda cekatan! Huaaa bahagia sekali daku. Sungguh memang belajar di institut ibu profesional ini banyak kejutannya. Kejutan selanjutnya setelah kelas dimulai, ternyata fasilitatornya Ibu Septi sendiri. Cikgu yang luar biasa😍...semoga beliau senantiasa diberi kesehatan dan keistiqomahan sehingga bisa terus berbagi. Salam takzim buat cikgu...terimakasih banyak🤗.
Tak sampai disitu saja, kejutan pun datang setiap pekan. Ya setiap selesai materi satu dan berlanjut ke materi selanjutnya, selalunya bikin penasaran. Bikin mikir, kejutan apa lagi ya minggu ini?😁
Proses pembelajaran di bunda cekatan ini memang beda dengan kelas matrikulasi maupun bunda sayang sehingga kami, khususnya saya pribadi merasa bahagia belajar di kelas ini. Proses pembelajarannya runtut dan kami seperti diajak bermain. Pembelajaran di kelas ini membebaskan bagaimana cara mahasiswanya belajar. Ya, merdeka belajar sangat terasa di kelas ini.
Tahapan demi tahapan mulai dari kelas telur-telur dimana pada tahap ini mahasiswa diajak mengenal siapa dirinya dan apa kekuatannya.
Lalu tahap ulat-ulat, tahap dimana mahasiswa akan makan sesuai kecukupan tubuh. Kami belajar mencari ilmu dan sumber ilmu dari mana saja. Menjumputi makanan yang sehat dan yang diperlukan. Tahap ini memang ilmu bertebaran dimana2 karena kami masuk "the jungle of knowledge". Alhamdulillahnya kami sebelumnya sudah diminta buat peta belajar sesuai kebutuhan ilmu masing2 sehingga ketika merasa kesasar, tengok peta lagi dan kembali ke jalan yang benar.
Setelah makan dan memiliki bekal yang cukup sesuai yang dibutuhkan, tibalah mahasiswa memasuki tahap kelas kepompong. Saatnya mengaplikasikan ilmu yang sudah di dapat. Hingga akhirnya bisa menjadi kupu2 yang indah berwarna-warni.
Alhamdulillah bersyukur dan bahagia bisa bergabung dengan ibu2 profesional yang tersebar di seluruh penjuru nusantara, Asia maupun Non Asia yang senantiasa membuat diri ini ikut kecipratan semangat belajarnya. Semoga kita bisa melalui tahap demi tahap belajar di kelas bunda cekatan dengan baik dan dimudahkan dalam menerapkan ilmu yang kita dapat. Aamiin
#aliranrasatahapulat
#buncekbatch1
#buncekiip
#institutibuprofesional
Selasa, 10 Maret 2020
My Buddy, Teman Belajar yang Klik di Hati
Pekan kali ini di kelas Bunda Cekatan, kamindiminta mencari pasangan belajar atau istilahnya buddy. Saat mendapat instruksi untuk mencari buddy, saya langsung terpikirkan untuk menjadikan seseorang yang saya kenal saat acara PERAK (Perindu Ramadhan Keluarga) sebagai buddy saya pikir beliau kompeten dalam hal membersamai anak. Beliau adalah mba Nani Nurhasanah dari IP Tangsel yang menginisiasi gerakan Binar (Bermain belajar).
Belum sempat saya melamarnya karena hp saya lawbat jadi saya charge dulu, tetiba saat hp saya on kan ada pesan masuk dari mba Nani. MasyaAllah ini adalah kejutan luar biasa bagi saya. Saya yakin Allah mendatangkam seseorang itu bukan suatu kebetulan, pasti ada maksud dari Allah. Dan ini bagi saya adalah sebentuk pertolongan ataupun jawaban dari Allah atas doa saya karena saat ini saya fokus pada membersamai anak, mencari ilmu2 tentang hal ini. Alhamdulillah bersyukur sekali saya mendapatkan buddy sesuai harapan saya😍. Bak menemukan pasangan hidup. Pasangan belajar pun harus klik dihati. Meskipun terpisah jarak tapi getarannya terasa.
Ternyata setelah mengobrol dengan mba Nani, ternyata ada beberapa kesamaan diantara kami.
Pertama, kami sama2 menunggu buncek ini 2 tahun sehingga kami sangat antusias dan bahagia mengikuti proses belajar di kelas buncek ini. Ditambah fasilitatornya langsung dari bu Septi.
Kedua, mindmap kami hampir sama meski fokusnya beda. Mba Nani saat ini fokus pada manajemen finansial dan emosi. Saya fokus membersamai anak. Saat bergabung dengan keluarga di pekan sebelumnya, kami pun sempat berada di kelas yang sama yaitu manajemen finansial dan bermain bersama anak. Tetapi karena kami sama2 merasa sudah terlalu kenyang di kelas manajemen finansial, kami pun left meski tidak bersamaan waktunya.
Selanjutnya, setelah apa yang kami peroleh, kami sama2 berusaha komitmen dan konsisten untuk menerapkan ilmu yang sudah didapat. Dari hasil ngobrol2, saya memberikan bekal sederhana untuk menemani mba Nani menjalani tantangan 30 hari mendatang. Bekal itu adalah kalimat istighfar.
Kalimat yang memiliki banyak manfaat dan keutamaan. Semoga ini semakin menguatkan langkah mba Nani karena kalau secara keilmuan, saya rasa sudah banyak yang dimiliki mba Nani. Ini sekaligus sebagai pengingat diri saya untuk terus mengingat Allah, meminta pertolonganNya dan menyandarkan segala urusan padaNya karena DIA yang Maha Segalanya.
#janganlupabahagia
#jurnalminggu8
#materi8
#kelasulat
#buncekbatch1
#buncekiip
#institutibuprofesional
Belum sempat saya melamarnya karena hp saya lawbat jadi saya charge dulu, tetiba saat hp saya on kan ada pesan masuk dari mba Nani. MasyaAllah ini adalah kejutan luar biasa bagi saya. Saya yakin Allah mendatangkam seseorang itu bukan suatu kebetulan, pasti ada maksud dari Allah. Dan ini bagi saya adalah sebentuk pertolongan ataupun jawaban dari Allah atas doa saya karena saat ini saya fokus pada membersamai anak, mencari ilmu2 tentang hal ini. Alhamdulillah bersyukur sekali saya mendapatkan buddy sesuai harapan saya😍. Bak menemukan pasangan hidup. Pasangan belajar pun harus klik dihati. Meskipun terpisah jarak tapi getarannya terasa.
Ternyata setelah mengobrol dengan mba Nani, ternyata ada beberapa kesamaan diantara kami.
Pertama, kami sama2 menunggu buncek ini 2 tahun sehingga kami sangat antusias dan bahagia mengikuti proses belajar di kelas buncek ini. Ditambah fasilitatornya langsung dari bu Septi.
Kedua, mindmap kami hampir sama meski fokusnya beda. Mba Nani saat ini fokus pada manajemen finansial dan emosi. Saya fokus membersamai anak. Saat bergabung dengan keluarga di pekan sebelumnya, kami pun sempat berada di kelas yang sama yaitu manajemen finansial dan bermain bersama anak. Tetapi karena kami sama2 merasa sudah terlalu kenyang di kelas manajemen finansial, kami pun left meski tidak bersamaan waktunya.
Selanjutnya, setelah apa yang kami peroleh, kami sama2 berusaha komitmen dan konsisten untuk menerapkan ilmu yang sudah didapat. Dari hasil ngobrol2, saya memberikan bekal sederhana untuk menemani mba Nani menjalani tantangan 30 hari mendatang. Bekal itu adalah kalimat istighfar.
Kalimat yang memiliki banyak manfaat dan keutamaan. Semoga ini semakin menguatkan langkah mba Nani karena kalau secara keilmuan, saya rasa sudah banyak yang dimiliki mba Nani. Ini sekaligus sebagai pengingat diri saya untuk terus mengingat Allah, meminta pertolonganNya dan menyandarkan segala urusan padaNya karena DIA yang Maha Segalanya.
#janganlupabahagia
#jurnalminggu8
#materi8
#kelasulat
#buncekbatch1
#buncekiip
#institutibuprofesional
Selasa, 03 Maret 2020
Refleksi Belajar
Tak terasa sudah masuk pekan ke 7 di kelas ulat-ulat. Setelah berkelana mencari keluarga dan teman di camping ground untuk mencari "makanan" yang dibutuhkan akhirnya alhamdulillah keranjang sudah terisi.
Keranjang sudah terisi beberapa makanan utama dan cemilan. Berikut pemetaannya:
Keranjang sudah terisi beberapa makanan utama dan cemilan. Berikut pemetaannya:
Setelah saya bongkar isi keranjang saya lalu aaya coba samakan dengan kebutuhan makanan saya, alhamdulillah banyak makanan yang saya butuhkan. Ada beberapa makanan cemilan tapi tidak banyak. Hal ini karena saya mencoba fokus lada makanan yg saya butuhkan. Berikut refleksi belajar saya.
Semoga makanan2 ini berkah sehingga bisa 'dinikmati' banyak orang😊
#janganlupabahagia
#jurnal7
#materi7
#kelasulat
#buncekbatch1
#buncekiip
#institutibuprofesional
Selasa, 11 Februari 2020
Menjadi Ibu Bahagia Part#7
Manajemen keuangan merupakan salah satu makanan yang saya cari di kelas ulat-ulat. Oleh karena itu, minggu ke empat ini saya masuk ke keluarga Kefin (keluarga finansial). Yang menjadi pembahasan di keluarga ini seputar tentang keuangan keluarga seperti perencanaan keuangan, pencatatan, budgeting, investasi, finansial cek up dan dana darurat. Masih ada beberapa poin yang akan dibahas, tetapi sementara baru poin2 yang saya sebutkan tadi yang dibahas di keluarga ini.
Keuangan keluarga memang sangatlah riskan jadi butuh dikelola dengan baik dan tentu saja komunikasi dengan pasangan terkait keuangan sangatlah penting. Karena pengelolaan keuangan keluarga bukan hanya sekedar mencatat pemasukan dan pengeluaran saja tetapi ini berkaitan dengan impian2 keluarga juga. Oleh karenanya langkah pertama yang perlu dilakukan adalah merencanakan keuangan keluarga. Setelah itu barulah pencatatan, budgeting dan evaluasi.
Di dalam keluarga saya sendiri, perencanaan keuangan secara garis besar mengikuti projek2 yang kami sepakati dalam Family Strategic Planning yang kami lakukan setiap awal tahun. Sehingga gambaran besar ploting keuangan bisa kami sesuaikan agar tidak terjadi penumpukan pengeluaran di satu waktu. Selain itu untuk perencanaan keuangan tiap bulan pun tetap saya lakukan agar bisa dilakukan evaluasi tiap bulan untuk mengontrol cashflow. Terkait pencatatan, dari diskusi di keluarga finansial ada yang menyarankan setiap hari, 3 hari atau satu minggu. Nah, kalau yang sudah saya lakukan, saya melakukan pencatatan keuangannya setiap hari karena takut kelupaan. Disinilah konsistensi kita diuji.
Mengelola keuangan keluarga bukan berarti hidup irit banget tidak, tapi setidaknya keuangan keluarga kita terkontrol. Kita tahu apakah kondisi keuangan keluarga kita sedang sakit atau baik2 saja. Sehingga bisa dilakukan tindakan segera agar keluarga kita bahagia dan sehat finansial😊
#janganlupabahagia
#jurnalminggu4
#materi4
#kelasulat
#buncekbatch1
#buncekiip
#institutibuprofesional
Keuangan keluarga memang sangatlah riskan jadi butuh dikelola dengan baik dan tentu saja komunikasi dengan pasangan terkait keuangan sangatlah penting. Karena pengelolaan keuangan keluarga bukan hanya sekedar mencatat pemasukan dan pengeluaran saja tetapi ini berkaitan dengan impian2 keluarga juga. Oleh karenanya langkah pertama yang perlu dilakukan adalah merencanakan keuangan keluarga. Setelah itu barulah pencatatan, budgeting dan evaluasi.
Di dalam keluarga saya sendiri, perencanaan keuangan secara garis besar mengikuti projek2 yang kami sepakati dalam Family Strategic Planning yang kami lakukan setiap awal tahun. Sehingga gambaran besar ploting keuangan bisa kami sesuaikan agar tidak terjadi penumpukan pengeluaran di satu waktu. Selain itu untuk perencanaan keuangan tiap bulan pun tetap saya lakukan agar bisa dilakukan evaluasi tiap bulan untuk mengontrol cashflow. Terkait pencatatan, dari diskusi di keluarga finansial ada yang menyarankan setiap hari, 3 hari atau satu minggu. Nah, kalau yang sudah saya lakukan, saya melakukan pencatatan keuangannya setiap hari karena takut kelupaan. Disinilah konsistensi kita diuji.
Mengelola keuangan keluarga bukan berarti hidup irit banget tidak, tapi setidaknya keuangan keluarga kita terkontrol. Kita tahu apakah kondisi keuangan keluarga kita sedang sakit atau baik2 saja. Sehingga bisa dilakukan tindakan segera agar keluarga kita bahagia dan sehat finansial😊
#janganlupabahagia
#jurnalminggu4
#materi4
#kelasulat
#buncekbatch1
#buncekiip
#institutibuprofesional
Selasa, 04 Februari 2020
Menjadi Ibu Bahagia #Part6
Di kelas bunda cekatan tahap ulat-ulat minggu ini temanya adalah mencari keluarga sesuai dengan ilmu yang akan dipelajari yang telah dituliskan dalam mind mapping. Ada beberapa ilmu yang telah saya tuliskan dalam mind mapping. Seperti manajemen diri, manajemen keuangan, komunikasi produktif, menu sehat dan bermain bersama anak.
Nah, sebenarnya yang ingin saya pelajari adalah manajemen diri terlebih dahulu. Karena bulan ini dapat tambahan amanah yaitu lahirnya si adik, otomatis saya harus bisa memanajemen diri dengan baik agar tugas2 rumah dan aktivitas membersamai anak bisa berjalan dengan baik. Tapi ternyata belum ada keluarga manajemen diri secara spesifik, akhirnya saya memutuskan untuk bergabung dengan keluarga bermain bersama anak yang selanjutnya diberi nama Temanda (Teman main ananda) Family.
Bersyukur banget rasanya bisa masuk ke keluarga ini meskipun saya belum bisa ikut diskusi dengan maksimal karena masih fokus pada dedek bayi dan kakaknya sehingga untuk peganv gadget sangatlah terbatas.
Dari diskusi yang berlangsung di WAG saya mendapatkan beberapa ilmu tentang mengapa kita harus bermain bersama anak, metode2 atau tahapan tumbuh kembang anak, model pembelajaran dan juga tips saat bermain bersama anak. Banyak istilah2 baru yang saya dapatkan seperti REA, neuroparenting dll yang ternyata dari beberapa metode pembelajaran kalau dikupas satu persatu saling berkaitan.
Dari diskusi tersebut, ada satu hal yang perlu digarisbawahi dan ini menjadi inspirasi bagi saya bahwa dari sekian banyak metode, cara terbaik bermain dengan anak adalah buka mata hati, hadir utuh dan berikan respon yang terbaik.
#janganlupabahagia
#jurnalminggu3
#materi3
#kelasulat
#buncekbatch1
#buncekiip
#institutibuprofesional
Nah, sebenarnya yang ingin saya pelajari adalah manajemen diri terlebih dahulu. Karena bulan ini dapat tambahan amanah yaitu lahirnya si adik, otomatis saya harus bisa memanajemen diri dengan baik agar tugas2 rumah dan aktivitas membersamai anak bisa berjalan dengan baik. Tapi ternyata belum ada keluarga manajemen diri secara spesifik, akhirnya saya memutuskan untuk bergabung dengan keluarga bermain bersama anak yang selanjutnya diberi nama Temanda (Teman main ananda) Family.
Bersyukur banget rasanya bisa masuk ke keluarga ini meskipun saya belum bisa ikut diskusi dengan maksimal karena masih fokus pada dedek bayi dan kakaknya sehingga untuk peganv gadget sangatlah terbatas.
Dari diskusi yang berlangsung di WAG saya mendapatkan beberapa ilmu tentang mengapa kita harus bermain bersama anak, metode2 atau tahapan tumbuh kembang anak, model pembelajaran dan juga tips saat bermain bersama anak. Banyak istilah2 baru yang saya dapatkan seperti REA, neuroparenting dll yang ternyata dari beberapa metode pembelajaran kalau dikupas satu persatu saling berkaitan.
Dari diskusi tersebut, ada satu hal yang perlu digarisbawahi dan ini menjadi inspirasi bagi saya bahwa dari sekian banyak metode, cara terbaik bermain dengan anak adalah buka mata hati, hadir utuh dan berikan respon yang terbaik.
#janganlupabahagia
#jurnalminggu3
#materi3
#kelasulat
#buncekbatch1
#buncekiip
#institutibuprofesional
Langganan:
Postingan (Atom)
Scale Up Impact
Assalamu'alaikum Ibu Pembaharu... Pekan kemarin merupakan pekan terakhir perkuliahan di bunsal. Hampir 6 bulan menjalani perkuliahan ini...
-
"Setiap anak adalah limited edition yang memiliki fitur uniknya sendiri, beramal dengan konfigurasi bakat yang dibawanya sejak lahir...
-
Sore tadi saat bermain dengan azhima, saya mendongeng tentang bebek. Begini dongengnya. ***** Di suatu pagi ada dua ekor bebek berja...
-
**** Di suatu pagi, mentari mulai merangkak naik. Cahayanya menghangatkan badan. Pak tani sudah berada di kebun. Beberapa kelinci juga ada ...








