Selasa, 22 Agustus 2017

Semua Anak Adalah Bintang: Eps. Belajar Tengkurap (2)

   Tak seperti biasanya, hari ini Azhima tidak begitu aktif bermain. Hal ini mungkin karena kondisi badannya lagi kurang fit (sedang flu). Seharian lebih banyak nempel saya dan hanya sebentar tidurnya. Saat tidur siang saya tinggal makan, selesai makan udah bangun lagi.
    Jika moodnya sedang baik, ia mau direbahkan. Ku coba untuk menstimulasinya agar memiringkan badan, tetapi nampaknya ia sedang tidak ingin memiringkan badan. Seharian ini saat direbahkan, ia lebih banyak memainkan tangan dan kakinya.
    Sore tadi ia agak rewel trus akhirnya setelah selesai menangis, ia mau direbahkan dan saat diajak ngobrol, ia sudah mau tertawa. Selain sudah mau tertawa, ia pun berceloteh juga.

Azhima saat sudah mau tertawa dan berceloteh lagi usai rewel

    Habis isya, ia mulai rewel lagi. Nampaknya ia sudah ngantuk. Akhirnya saya susui dan bobokkan. Karena saya seharian juga belum istirahat akhirnya ikut tertidur juga dan baru terbangun saat hampir jam 10 malam. Wow...saya langsung terkaget, pertama karena belum ngerjain tugas dan kedua, belum mengabarin suami (biasanya habis isya kami video call untuk mengobrol sebentar karena kami masih LDM). Saya pun langsung ambil hp lalu chat suami (nampaknya suami sudah tertidur karena saya lihat last seennya sudah 21.46) dan saya pun langsung lanjut menulis tugas level 7 ini😁.
   Jadi hari ini azhima lagi tidak mood untuk memiringkan badan dan hanya mengeksplorasi benda di sekeliling. Seperti saat saya rebahkan siang tadi. Saya coba taruh boneka balon di sampingnya, lalu ia ambil dan mencoba memasukkannya ke dalam mulut.

Tangan azhima bergerak mengambil boneka balon di sampingnya

Azhima mengeksplorasi boneka balon yang sudah berhasil diambilnya

   Azhima, bintang hati ayah bunda, syafakillah semoga lekas sembuh ya nak...lekas ceria dan aktif lagi. Ayah bunda sayang azhima😘.
#Hari4
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunSayIIP
#BintangKeluarga

Senin, 21 Agustus 2017

Semua Anak Adalah Bintang: Eps. Belajar Tengkurap (1)



   Nicholas Spark mengungkapkan bahwa menjadi orang tua adalah hal yang tersulit yang pernah Anda lakukan. Tapi, sebagai gantinya, Anda akan mengenal arti cinta tanpa syarat. Saya sepakat dengan pendapat Nicholas Spark ini tentang mengenal arti cinta tanpa syarat saat menjadi orang tua. Hal ini sangat saya rasakan selama membersamai azhimaku tersayang. Tentu bunprof semua yang sudah menjadi orang tua pasti merasakannya juga, bukan begitu bunda?😁
     Hari ini pun saat si bintang keluarga berjuang -karena beberapa kali gagal- untuk tengkurap, dari dalam hati muncul rasa haru saat diri ini menyaksikan azhima beberapa kali mencoba tengkurap tetapi belum berhasil. Butiran keringat yang berkumpul di dahinya mulai meleleh bersamaan lelehan hati bundanya yang melihat aksinya. Antara tak tega dan memberinya kesempatan untuk berusaha menengkurapkan badannya. Saat ia menangis dan lama belum bisa mengangkat tangannya -memberdirikan-, secara spontan diri ini langsung menerlentangkannya. Tapi ternyata tak lama kemudian, azhima kembali lagi memiringkan badannya untuk mencoba tengkurap lagi dan lagi. Saya yang udah tak tega melihatnya, mengambilnya kepangkuan dan menyusuinya. Mungkin itulah yang dikatakan cinta tak bersyarat.

Azhima secara spontan memiringkan badannya sendiri

Azhima berlatih tengkurap

      Alhamdulillah setelah beberapa hari berlatih memiringkan badan dengan diberikan stimulasi, hari ini azhima sudah mulai memiringkan badan semaunya sendiri. Tidak hanya sekali tetapi sudah berkali-kali memiringkan badan. Rasanya bersyukur sekali melihat tumbuh kembang buah hati. Pasti bunprof pun pernah merasakan apa yang saya rasakan?😊. Bahagianya tak bisa dituliskan dengan kata-kata.
    Azhima pun masih terus mengeksplorasi benda-benda di sekeliling dengan memasukkannya ke mulut. Seperti saat berlatih tengkurap tadi, ia meraih karpet lalu berusaha memasukkannya ke dalam mulutnya.
Azhima bereksplorasi dengan karpet

     Nak, bersamamu membuat hari-hariku berwarna. Teruslah bertumbuh azhimaku, kau bintang keluarga. Darimu, ayah bunda belajar tentang arti cinta tak bersyarat😍. Besok kejutan apalagi ya yang kau berikan untuk bundamu ini?😊. Rabbihabliminasshalihin😇
#Hari3
#Tantangan10hari
#Level7
#KuliahBunSayIIP
#BintangKeluarga

Minggu, 20 Agustus 2017

Semua Anak Adalah Bintang: Eps. Berlatih Memiringkan Badan dan Bereksplorasi Benda di Sekeliling (2)

   Pagi yang cerah diawali dengan senyum azhima yang sumringah setiap kali adzan subuh berkumandang. Rasa-rasanya diri ini masih ingin menarik selimut karena hawa dingin yang berhembus sampai terasa masuk ke tulang. Godaan-godaan untuk tarik selimut pun terkalahkan oleh azhima yang sudah sumringah dengan senyum dan ocehannya.
   Setelah usai mandi dan ganti baju, azhima ku tinggal di kamar sebentar. Eee ternyata setelah kembali ke kamar, ku dapati azhima sudah menarik-narik kojong hingga bisa meraih bagian pinggirnya dan setelah berhasil meraih kojong itu pun ingin dimasukkan ke mulutnya.

            Azhima bereksplorasi dengan kojong

    Seperti biasanya, usai mandi azhima tidur meski hanya sebentar. Barulah agak beranjak siang waktunya azhima mengeksplorasi kemampuannya lagi. Nah hari ini untuk melatih kemampuannya memiringkan badan, stimulasi yang saya gunakan adalah diri saya sendiri. Saya menempatkan diri di samping kiri dan kanan secara bergantian. Alhamdulillah azhima berhasil memiringkan badan ke kanan dan ke kiri.

Azhima memiringkan badan ke kanan

Azhima memiringkan badan ke kiri

    Di sela-sela memiringkan badan, ia pun bereksplorasi dengan kain yang saya gunakan sebagai alas ia rebahan. Ia berusaha meraih dan memegang kain itu lalu dimasukkan ke mulutnya.
Azhima bereksplorasi mengenal kain

   Usai kami bercanda tawa, tiba-tiba azhima kembali memiringkan badannya daaann kejutan pun ia berikan. Ia tak hanya sebatas memiringkan badan tetapi ia bisa tengkurap. Saya pun berteriak kaget dan gembira. Sejenak terlentang, ia kembali tengkurap lagi agak lama. Karena saya kasihan melihatnya dan ia pun belum bisa membalikkan badan, akhirnya saya balikan badannya. Ingin mengabadikan moment ini tapi apa daya, hp saya baru saya di charge sehingga moment ini belum sempat didokumentasikan.
   Alhamdulillah rasanya bersyukur sekali diberi kesempatan untuk membersamainya dan melihat tumbuh kembangnya. Azhima bintang keluarga semoga kau selalu bersinar nak. Ayah bunda sayang kamu nak😗. Rabbihabliminasshalihin...aamiin
#Hari2
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunSayIIP
#BintangKeluarga

Sabtu, 19 Agustus 2017

Semua Anak adalah Bintang: Eps. Berlatih Memiringkan Badan dan Eksplorasi Benda di Sekeliling (1)

   Allah menciptakan makhlukNya pasti dengan sebaik mungkin. Meskipun terkadang di mata manusia ada saja kekurangan yang ditonjol-tonjolkan sehingga menutupi kelebihan yang dipunya. Semua anak adalah bintang karena masing-masing dari mereka memiliki keunikan sendiri-sendiri. Oleh karenanya membandingkan anak satu dengan yang lain sangat tidak dianjurkan. Meskipun tak bisa dipungkiri, sebagai orang dewasa ada kecenderungan untuk membandingkan. Karena sikap membanding-bandingkan adalah kebiasaan yang buruk, maka saya pun berusaha untuk tidak melakukannya.
   Sikap membanding-bandingkan ini pun saat ini hampir menyambangiku saat putri saya yang saat ini berusia 4 bulan dimana milestone pada usia ini harusnya ia sudah bisa tengkurap sendiri dan beberapa teman seumurannya juga sudah mulai tengkurap tetapi putriku baru bisa memiringkan badannya belum bisa tengkurap. Memiringkan badan pun baru beberapa hari ini bisa ia lakukan. Tetapi tak mengapa, pencapaian milestonenya mundurnya tidak terlalu lama.
   Saya mencoba untuk membuang jauh-jauh sikap membandingkan dan berusaha mensyukuri pencapaian putri saya. Selain itu hal lain yang saya lakukan adalah berusaha menstimulus agar ia semakin lihai memiringkan badannya ke kanan dan ke kiri misalnya dengan menaruh mainan disampingnya atau saya berada disampingnya lalu memanggilnya. Ini salah satu usaha yang saya lakukan untuk meningkatkan kemampuan psikomotoriknya.
    Selain azhima baru suka memiringkan badannya ke kanan dan ke kiri, ia mulai bereksplorasi barang-barang di sekelilingnya dan mencoba mengenalnya dengan memasukkannya ke mulut. Sejak usia 3 bulan ia juga sudah mengamati gerak gerik tangannya dan memasukkannya ke mulut. Untuk hubungan interpersonalnya, terkadang ia terlihat ingin mengajak komunikasi dan mulai merespon dengan bahasanya saat diajak komunikasi. Kemampuan bahasanya pun saat ini sudah bertambah, ia mulai sering berceloteh dan tertawa dengan keras.


   Foto di atas adalah foto Azhima yang sedang berlatih memiringkan badannya ke kiri dan saya menstimulus dengan menempatkan diri saya di sampingnya. Setelah ia berhasil memiringkan badannya saya langsung duduk mengambil hp dan memotretnya😁. Sebelumnya saat ia bangun tadi pagi tiba-tiba ia memiringkan badannya ke kanan menghadap saya yang berada di sebelah kanannya. Sebelumnya hanya baru bisa miring ke kiri.


     Foto yang kedua ini adalah foto azhima saat mengeksplore tangannya dengan memasukkannya ke mulut.
     Dari pengamatan mengenai aktivitas yang sedang azhima sukai tersebut, di level 7 ini project yang akan kami lakukan yaitu belajar mengenal benda di sekeliling dan memberikan stimulus agar azhima semakin lihai memiringkan badannya. Semoga saya bisa menjadi orang tua yang baik untuk bintangku ini. Aamiin
#Hari1
#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunSayIIP
#BintangKeluarga
 

Jumat, 18 Agustus 2017

Materi Bunda Sayang IIP Level 7: Semua Anak adalah Bintang


*SEMUA ANAK ADALAH BINTANG*

Anak-anak yang terlahir ke dunia merupakan anak-anak pilihan, para juara yang membawa bintangnya masing-masing sejak lahir. Namun setelah mereka lahir, kita, orang dewasa yang diamanahi menjaganya, justru lebih sering “membanding-bandingkan” pribadi anak ini dengan pribadi anak yang lain.

*BANDINGKANLAH ANAK-ANAK KITA DENGAN DIRINYA SENDIRI, BUKAN DENGAN ANAK ORANG LAIN*

Jadi kalimat yang harus sering anda keluarkan adalah,

✅ “ *Apa bedanya kakak 1 tahun yang lalu dengan kakak yang sekarang?*"

bukan dengan kalimat

 ❌ “Mengapa kamu tidak seperti si A, yang nilai raportnya selalu bagus?”

❌ ”Mengapa kamu tidak seperti adikmu?”

Kita, orang dewasa yang dipercaya untuk melejitkan “ _mental jawara_” anak, justru lebih sering memperlakukan mereka menjadi anak rata-rata, yang harus sama dengan yang lainnya.

*MEMBUAT GUNUNG, BUKAN MERATAKAN LEMBAH*

_Ikan itu jago berenang, jangan habiskan hari-harinya dengan belajar terbang dan berharap terbangnya sepintar burung_

Seringkali kalau ada anak-anak yang tidak menyukai matematika, kita paksakan anak untuk ikut pelajaran tambahan matematika agar nilainya sama dengan anak-anak yang sangat menyukai matematika. Ini namanya meratakan lembah. Anak akan menjadi anak yang rata-rata.

_Burung itu jago terbang, apabila sebagian besar waktunya habis untuk belajar terbang, maka dalam beberapa waktu ia akan menjadi maestro terbang_

Anak yang terlihat berbinar-binar mempelajari sesuatu, kemudian orangtuanya mengijinkan anak tersebut menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mempelajari hal tersebut, maka kita sedang mengijinkan lahirnya maestro baru. Ini namanya membuat gunung. Anak akan memahami misi spesifiknya untuk hidup di muka bumi ini.

*ENJOY, EASY, EXCELLENT, EARN*

Kita sebagai orangtua harus sering melakukan “ *_discovering ability_*” agar anak menemukan dirinya, dengan cara mengajak anak kaya akan wawasan, kaya akan gagasan, dan kaya akan aktivitas.

Sehingga anak dengan cepat menemukan aktivitas yang membuat matanya berbinar-binar(enjoy) tak pernah berhenti untuk mengejar kesempurnaan ilmu seberapapun beratnya (easy)dan menjadi hebat di bidangnya (Excellent).

Setelah ketiga hal tersebut di atas tercapai pasti akan muncul produktivitas dan apreasiasi karya di bidangnya (earn).

*ALLAH TIDAK PERNAH MEMBUAT PRODUK GAGAL*

Tidak ada anak yang bodoh di muka bumi ini, yang ada hanya anak yang tidak mendapatkan kesempatan belajar dari orangtua/guru yang baik, yang senantiasa tak pernah berhenti menuntut ilmu demi anak-anaknya, dan memahami metode yang tepat sesuai dengan gaya belajar anaknya.

*ANAK-ANAK TERLAHIR HEBAT, KITALAH YANG HARUS SELALU MEMANTASKAN DIRI AGAR SELALU LAYAK DI MATA ALLAH, MEMEGANG AMANAH ANAK-ANAK YANG LUAR BIASA*

Salam Ibu Profesional,


/Tim Fasilitator Bunda Sayang/


📚Sumber bacaan

_Septi Peni Wulandani, Semua Anak adalah Bintang, artikel IIP, 2016_

_Abah Rama, Talents Mapping, Jakarta, 2016_

_Dodik Mariyanto, Belajar Cara Belajar, paparan seminar, 2016_

Senin, 31 Juli 2017

Belajar Matematika ala Azhima Part#10

    Usai mandi pagi, saya mengajak azhima bermain di rumah pak lèk di samping rumah. Pak lèk masih punya anak kecil umur 1,5 tahun. Abu Quhafah namanya.
    Saat kami kesana, abu sedang bermain layang2 yang diikat pada sebuah kayu. Angin lumayan kencang pagi ini membuat layang2 itu bergerak-gerak. Azhima pun tertarik melihatnya.
    Pak lèk pun mengajak abu untuk mamdi. Lalu akhirnya, ku peganglah kayu yang ada layang2nya itu. Azhima 'kroncalan', senana melihat layangan itu bergerak-gerak. Matanya mengikuti kemanapun layangan bergerak.
     Saat moment seperti itu, saya pun bertanya ke azhima, 'senang dik? Ini namanya layang-layang azhima. Layang-layang bentuknya belah ketupat'. Ia pun masih asyik menikmati layang2 yang beterbangan tertiup angin. Yeay hari ini kami belajar matematika logis dari mainan layang-layang.
#Tantangan10hari
#GameLevel6
#KuliahBunSayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Minggu, 30 Juli 2017

Belajar Matematika ala Azhima part#9

     Di hari ke-9 tantangan 10 hari game level 6 mengenai stimulasi matematika logis ke anak, saya dan azhima belajar dari chocolate wafer. Saat saya makan wafer, saya ambil satu dan saya tunjukkan ke azhima. 'Azhima, bunda makan wafer coklat. Wafernya bentuk apa ini ya dik', tanyaku. Lalu ku sambung lagi 'ini bentuk balok dik azhima. Ini panjangnya, ini lebarnya dan yang ini tingginya (sambil menunjukkan bagian yang panjang, tinggi dan lebar). Meskipun memang azhima belum bisa memahami tetapi saya berharap memorinya sudah merekam.
#tantangan10hari
#GameLevel6
#KuliahBunSayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs

Scale Up Impact

Assalamu'alaikum Ibu Pembaharu... Pekan kemarin merupakan pekan terakhir perkuliahan di bunsal. Hampir 6 bulan menjalani perkuliahan ini...