Kamis, 08 Desember 2016

Nice Homework #8 Kelas Matrikulasi IIP Jakarta

MISI HIDUP DAN PRODUKTIVITAS

Bunda, setelah di materi sesi #8 kita belajar tentang bagaimana pentingnya menemukan misi hidup untuk menunjang produktivitas keluarga. Maka saat ini kita akan lebih menggali bagaimana menerapkannya secara teknis sbb :
a. Ambil salah satu dari ranah aktivitas yang sudah teman-teman tulis di kuadran SUKA dan BISA (lihat NHW#7)
b. Setelah ketemu satu hal, jawablah pertanyaan “BE DO HAVE” di bawah ini :
1. Kita ingin menjadi apa ? (BE)
2. Kita ingin melakukan apa ? (DO)
3. Kita ingin memiliki apa? (HAVE)

c. Perhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah ini dan isilah:
1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)
2.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan ( strategic plan)
3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)

Mulailah dengan PERUBAHAN, karena pilihannya hanya satu BERUBAH atau KALAH
Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulsi IIP/

     Misi hidup sangatlah perlu dimiliki oleh setiap manusia. Dengan misi hidup, hidup bisa terarah dan hal inilah nantinya yang akan membuat kita lebih produktif karena lebih terfokus untuk melakukan hal-hal yang harus dilakukan sesuai misi hidupnya. Oleh karenanya setiap peserta di kelas matrikulasi IIP pun dibimbing untuk menemukan misi hidupnya dengan langkah seperti di atas.
    Bagi saya ketika harus diminta memilih salah satu ranah aktivitas  yang telah dituliskan pada kuadran SUKA dan BISA dalam NHW#7 yaitu mengajar. Sesuai dengan kekuatan saya yang muncul dari hasil test bakat di www.temubakat.com beberapa diantaranya yaitu educator dan server. Menjadi pendidik adalah impian saya sejak dulu dan saat ini saya pun sedang menekuni ranah aktivitas tersebut. Ranah aktivitas ini juga sejalan dengan misi hidup saya yang telah saya tuliskan pada NHW #4 yaitu memberi manfaat untuk orang lain dan peran yang ingin saya jalankan adalah sebagai pengajar dan inspirator. Hidup hanya sekali harus berarti dan sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat, itulah kalimat penyemangat yang sering kali menjadi penyemangat saya untuk menjalankan misi hidup saya.
  Selanjutnya untuk mempertegas kembali tentang misi hidup, sesuai dengan materi #8 bahwa ada 3 elemen yaitu BE, DO, HAVE.
BE 
Saya ingin menjadi perempuan yang bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat
DO 
- Menjadi ibu yang profesional dengan menjalankan perannya dengan baik dengan belajar dan terus memperbaiki diri untuk menjadi ibu yang profesional
- Mengasah kemampuan mengajar
- Mendalami bidang parenting dan anak
HAVE
- Keluarga yang harmonis, bahagia dunia akhirat dan bisa memberikan manfaat bagi lingkungan
- Rumah belajar dan perpustakaan
- Bisnis di bidang media pembelajaran
   Berkaitan dengan pencapaian dari misi hidup, ada 3 dimensi waktu yang perlu saya perhatikan yaitu :
1. Life time purpose
    - Menjadi pendidik yang menginspirasi dan memberikan kebermanfaatan bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat
2. Strategic plan
    - Menjalankan km yang telah ditetapkan seperti yang telah tertulis pada NHW sebelumnya
    - Menerapkan ilmu tentang parenting kepada anak
    - Bergabung dengan komunitas di bidang ibu, anak dan pendidikan
    - Berpartner dengan teman2 untuk membuat rumah belajar dan perpustakaan melalui gardu buku
    - Menebar manfaat dari usaha media pembelajaran semoga bisa memproduksi sendiri sehingga bisa membuka kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar
3. New year resolution
    - Memberikan ASI untuk si debay (InsyaAllah lahir bulan April..semoga lancar.aamiin)
    - Menerapkan ilmu-ilmu yang berkaitan dengan bunda sayang karena sudah ada anak
    - Menulis artikel tentang pendidikan
    - Mengaktifkan kembali gardu buku (gardu buku dibentuk bersama teman2 untuk mengumpulkan buku dan menyalurkan buku di daerah pelosok untuk perpustakaan yang dikelola oleh teman-teman yang mengabdi di daerah pelosok)
    - Mencari supplier media pembelajaran
    - Membuka toko online

Senin, 05 Desember 2016

Resume Materi Pertemuan #8 Kelas Matrikulasi IIP Jakarta Batch#2

MISI SPESIFIK HIDUP DAN PRODUKTIVITAS

Bunda, perjalanan kita untuk menemukan misi hidup selaras dengan perjalanan produktivitas hidup kita. Maka materi menemukan misi hidup ini, akan menjadi materi pokok di kelas bunda produktif.
Sebelumnya kita sudah memahami bahwa “Rejeki itu pasti, Kemuliaan yang harus dicari”. Sehingga produktivitas hidup kita ini tidak akan selalu diukur dengan berapa rupiah yang akan kita terima , melainkan seberapa meningkat kemuliaan hidup kita dimata Allah dan seberapa manfaat hidup kita bagi alam semesta.
_Be Professional, Rejeki will Follow_
Tagline Ibu Profesional di atas menjadi semakin mudah dipahami ketika kita masuk ranah produktif ini. “Be Professional” diartikan sebagai bersungguh-sungguh menjalankan peran. Kesungguhan dan keistiqomahan seseorang dalam menjalankan peran hidupnya akan meningkatkan kemuliaan dirinya di mata Allah dan kebermanfaatan untuk sesama.
“Rejeki will follow’ bisa dimaknai bahwa rejeki setiap orang itu sudah pasti, yang membedakan adalah nilai kemanfaatan dan keberkahannya seiring dengan bersungguh-sungguh tidaknya seseorang menjalankan apa yang dia BISA dan SUKA.
_Uang akan mengikuti sebuah kesungguhan , bukan bersungguh-sungguh karena uang_
Pada dasarnya menemukan misi hidup itu tidak ada hubungannya dengan usia seseorang. Semakin awal seseorang merasa “galau” kemana arah hidupnya, semakin “risau” untuk mencari sebuah jawaban “mengapa Allah menciptakan dirinya di muka bumi ini?” maka semakin cepat akan menemukan misi hidup.
Kalau di pendidikan berbasis fitrah, proses ini secara alamiah akan dialami oleh anak-anak pre aqil baligh akhir ( sekitar 10-13 th) dan memasuki taraf aqil baligh ( usia 14 th ke atas). Maka kalau sampai hari ini ternyata kita masih galau dengan misi hidup kita, maka bersyukurlah, karena kita jadi tahu kesalahan proses pendidikan kita sebelumnya, dan tidak perlu lagi mengalami hal tersebut di saat usia paruh baya yang secara umum dialami oleh sebagian manusia yang disebut sebagai (mid-life crisis).
Maka sekarang, jalankan saja yang anda BISA dan SUKA tanpa pikir panjang, karena Allah pasti punya maksud tertentu ketika memberikan kepada kita sebuah kemampuan. Apabila kita jalankan terus menerus, kemungkinan itulah misi hidup kita.
Seseorang yang sudah menemukan misi hidup tsb apabila menjalankan aktivitas produktif akan lebih bermakna, karena keproduktivitasannya digunakan untuk mewujudkan misi-misi hidupnya. Sehingga selalu memiliki ciri-ciri :
a. Selalu bersemangat dengan mata berbinar-binar
b. energi positifnya selalu muncul, rasanya tidak pernah capek.
c. rasa ingin tahunya tinggi, membuat semangat belajar tinggi
d. Imunitas tubuh naik, sehingga jarang sakit, karena bahagia itu imunitas tubuh yang paling tinggi.
Ada 3 elemen yang harus kita ketahui berkaitan dengan misi hidup dan produktivitas :
a. Kita ingin menjadi apa (be)
b. Kita ingin melakukan apa (do)
c. kita ingin memiliki apa (have)
Dari aspek dimensi waktu ada 3 periode yang perlu kita perhatikan :
a. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)
b. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahunke depan ( strategic plan)
c. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)
Setelah mendapatkan jawaban-jawaban dari pertanyaan di atas, maka mulailah berkomitmen untuk “BERUBAH” dari kebiasaan-kebiasaan yang anda pikir memang harus diubah.
Berikutnya mulai susun langkah-langkah usaha apa saja yang bisa kita lakukan untuk menunjang sebuah produktivitas hidup kita.Mulailah dengan menetapkan target waktu dan jadwal kegiatan selama satu tahun, serta menentukan ukuran atau indikator keberhasilan dalam setiap kegiatan yang kita lakukan.Buatlah prioritas dan pilih hal-hal yang memang kita perlukan. Hindari membuat daftar yang terlalu panjang, karena hal tersebut membuat kita “gagal fokus”.
Demikian sekilas tentang pentingnya misi hidup dengan produktivitas, nanti akan kita lanjutkan dengan diskusi dan kami akan lebih detilkan materi ini secara real di nice homework #8 berbasis dari kekuatan diri teman-teman yang sudah dituliskan di Nice homework #7.
Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi IIP/
_Sumber bacaan_:
_Antologi para Ibu Profesional, BUNDA PRODUKTIF, 2014_
_Materi Matrikulasi IIP, Bunda Produktif, 2016_
_Materi kuliah rutin Ibu Profesional, kelas bunda produktif, Salatiga, 2015_

Review Nice Homework #7 Kelas Matrikulasi IIP Jakarta

_[Bunda Produktif]_ 
*IKHTIAR MENJEMPUT REJEKI*

Bunda dan calon bunda yang selalu semangat belajar,
Terima kasih bagi yang sudah mengerjakan NHW#7 ini dengan sangat baik. Melihat satu persatu hasil peta kekuatan teman-teman, maka kami melihat beragam potensi fitrah yang dimiliki oleh teman-teman yang bisa dijadikan sebagai bekal untuk memasuki ranah produktif.
NHW #7 ini adalah sesi *KONFIRMASI*. Dimana kita belajar mengkonfirmasi apa yang sudah kita temukan selama ini, apa yang sudah kita baca tentang diri kita dengan tools yang dibuat oleh para ahli di bidang pemetaan bakat.
Ada banyak tools yang sudah diciptakan oleh para ahli tersebut, diantaranya dapat dilihat secara online di www.temubakat.comhttp://tesbakatindonesia.com/ www.tipskarir.com dan masih banyak lagi berbagai tes bakat online maupun offline yang bisa kita pelajari.
Kita menempatkan tools-tools tersebut sebagai alat konfirmasi akhir, sehingga kita tidak akan buru-buru menggunakannya, sebelum kita bisa menggunakan mata hati dan mata fisik kita untuk melihat dan membaca diri dengan jujur. Kita makin paham tanda-tanda yang DIA berikan untuk menjalankan peran produktif kita di muka bumi ini.
Efek yang bisa kita rasakan, saat menjadi ibu kita tidak akan menjadi ibu galau yang buru-buru mencari berbagai alat untuk bisa melihat minat dan bakat anak kita secara instan. Kita justru akan punya pola mengamati bakat minat anak, dari kegiatan aktivitas anak keseharian dg mengamati sifat-sifat dominan mereka, yang mungkin akan menjadi peran hidup produktifnya kelak.
Selain itu juga memperbanyak aktivitas panca indra sehingga kita makin paham bidang yang akan ditekuni anak-anak. Maka modalnya, buka mata, buka hati. Kayakan wawasan anak, kayakan gagasan anak setelah itu buatlah mereka kaya akan aktivitas. Terlibatlah (Engage) , Amati (observe), gunakan mata hati dan mata fisik untuk mendengarkan dan melihat (watch and listen ) keinginan anak selama rentang 2-14 tahun, lalu perkuat pemantauan hal tsb sampai usia 14 tahun ke atas, jadi modal pertama adalah mata hati dan kehadiran orangtuanya.
Alat hanya mempermudah kita untuk mengenali sifat diri kita yang produktif menggunakan bahasa bakat yg sama shg mudah untuk diobrolkan.
Tetapi menggunakan alat bukan sebuah keharusan yang mutlak. Bagi anda yang sudah percaya diri dengan aktivitas anda saat ini, tidak perlu lagi menggunakan alat apapun untuk konfirmasi.
Salah satu tools yang kita coba kemarin adalah www.temubakat.com yang kebetulan kita bisa mengkonfirmasi langsung ke penciptanya yaitu Abah Rama Royani, yang sering menjadi guru tamu di komunitas Ibu Profesional.
Apabila teman-teman memiliki tools lain tentang pemetaan bakat ini yang bisa dikonfirmasi ulang ke penciptanya silakan dipakai, sehingga kita jadi lebih banyak paham tentang berbagai alat konfirmasi bakat kita.
Setelah mendapatkan hasil segera cocokkan hasil temu bakat tersebut dengan pengalaman yang sudah pernah teman-teman tulis di NHW#1 – NHW #6
Semua ini ditujukan agar kita bisa masuk di ranah produktif dengan BAHAGIA.

*FOKUS pada KEKUATAN, SIASATI segala KELEMAHAN*
Fokus pada kekuatan berarti bahwa ke depan, luangkan waktu untuk belajar dan berlatih hanya pada aktivitas yang merupakan potensi kekuatan. Siasati keterbatasan berarti bahwa usahakan untuk mencari cara lain dalam mengatasi keterbatasan yang ada, bisa dengan cara menghindarinya, mendelegasikannya, bersinergi dengan orang lain ataupun menggunakan peralatan atau sistem. Seperti halnya bila kita tidak mampu melihat jauh karena keterbatasan mata yang minus, maka cukup diatasi dengan menggunakan kaca mata.
Ini salah satu contoh pentingnya kita memahami kekuatan diri kita kemudian mencari partner yang cocok. Untuk itu silakan teman-teman amati sekali lagi, potensi kekuatan yang ada pada diri teman-teman, kemudian minta pasangan hidup anda atau partner usaha anda untuk melakukan proses yang sama dengan tools yang sama, agar anda dan partner anda memiliki bahasa bakat yang sama untuk diobrolkan. Setelah itu lihat apakah anda sama-sama kuat di bidang yang sama atau saling mengisi.


Hal ini penting untuk memasuki ranah produktif teman-teman. Akan berkolaborasi dengan pasangan hidup atau memang perlu partner lainnya. Apabila perlu partner lain maka teman-teman sudah paham orang-orang dengan kekuatan seperti apa yang ingin anda ajak kerjasama. Sehingga mulai sekarang sudah tidak lagi asal bilang “saya cocok dengan si A, si B, si C” cocok di bidang mana? Bisa jadi kecocokan anda dengan seseorang tidak bersifat produktif karena memang tidak saling mengisi (komplemen).

*POTENSI KEKUATAN*
Banyak orang masih berpandangan bila kita berlatih atau membiasakan diri melakukan suatu aktivitas, kita akan menjadi semakin hebat. Slogannya mengatakan: “pratice makes perfect”. Namun ternyata slogan ini memiliki kebenaran sepanjang dilakukan pada potensi kekuatan Anda. Sibuk berlatih pada aktivitas yang merupakan keterbatasan hanya akan membuang waktu, energi apalagi biaya. Sayang bila kita berpayah-payah melakukan aktivitas yang merupakan keterbatasan kita.
Menurut Abah Rama Royani dalam bukunya yang beliau tulis bersama teman-teman dari Prasetya Mulya yang berjudul 4 E (2010) 
*_Potensi Kekuatan adalah aktivitas yang anda SUKA melakukannya dan BISA dengan mudah melakukannya, hasilnya bagus dan produktif_*

Setelah mengkonfirmasi ulang bakat kita dengan tools yang ada, kami sarankan jangan percaya 100%. Silakan konfirmasi ulang hasil tersebut sekali lagi dengan mengisi pernyataan aktivitas apa yang anda SUKA dan BISA selama ini.
Setelah memetakan apa yang SUKA dan BISA, maka mulailah menambah jam terbang di ranah anda SUKA dan BISA, mulailah melihat dengan seksama dan kerjakan dengan serius.
Mengapa ranah SUKA terlebih dahulu yang harus kami tekankan. Karena membuat kita BISA itu mudah, membuat SUKA itu baru tantangan. Maka saran kami masuki ranah SUKA dan BISA terlebih dahulu sebagai awalan memasuki ranah produktif teman-teman, kalau anda sudah menemukan “pola”nya disana, sudah merasa “ Enjoy,Easy dan Excellent” , maka mulailah mencoba ke ranah yang lain selama aktivitas tersebut masuk kuadran BISA. Yang sebaiknya tidak dimasuki di awal ini adalah memasuki ranah yang anda TIDAK SUKA dan anda TIDAK BISA.
Seiring berjalannya waktu kita semua akan bisa dengan mudah memaknai kalimat ini :
_It is GOOD to DO what you LOVE, but the secret of life is LOVE what you DO_

Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi IIP/
Sumber Bacaan :
_Materi Matrikulasi IIP Sesi #7, Rejeki itu Pasti, Kemuliaan harus Dicari, 2016_
_Hasil NHW#7, Peserta Matrikulasi IIP, 2016_
_Abah Rama Royani, 4 E (Enjoy, Easy, Excellent,Earn), PPM Prasetya Mulya, 2010_
_Referensi tentang bahasa bakat dan potensi kekuatan di www.temubakat.com_

Selasa, 29 November 2016

Nice Homework #7 Kelas Matrikulasi IIP Jakarta Batch 2

_Bunda produktif tidak selalu dinilai dengan apa yang tertulis dalam angka dan rupiah, melainkan apa yang bisa dinikmati dan dirasakan sebagai sebuah kepuasan hidup, sebuah pengakuan bahwa dirinya bisa menjadi ibu yang bermanfaat bagi banyak orang_

Assalamu'alaikum pembelajar ... 😊
     Seperti pada pertemuan-pertemuan sebelumnya, setiap selesai materi dalam pertemuan kelas matrikulasi, peserta diberi tugas untuk mengerjakan Nice Homework. Pada NHW #7 kali ini peserta diminta untuk merefleksikan diri untuk menuju tahap bunda produktif. Tahap yang dilakukan pertama adalah mengetahui bakat masing-masing peserta terlebih dahulu melalui tools yang ada pada www.temubakat.com. Pada tahap ini masing-masing peserta akan mengetahui STRENGTH (kekuatannya) yang bisa diasah dan dikembangkan sebagai bekal menuju bunda produktif. Setelah peserta mengetahui STREGTHnya dari hasil test pada web tersebut, peserta dipandu untuk memetakan aktivitas ke dalam 4 kategori yaitu SUKA dan BISA, SUKA dan TIDAK BISA, TIDAK SUKA dan BISA, TIDAK SUKA dan TIDAK BISA.
Para pembelajar bisa lho mencobanya juga...let's try..💪

TAHAPAN MENUJU BUNDA PRODUKTIF

Bunda dan calon bunda yang masih semangat belajar sampai NHW #7. Selamat, anda sudah melampaui tahap demi tahap belajar kita dengan sabar.
Setelah kita berusaha mengetahui diri kita lewat NHW -NHW sebelumnya, kali ini kita akan mengkonfirmasi apa yang sudah kita temukan selama ini dengan tools yang sudah dibuat oleh Abah Rama di Talents Mapping.
Segera cocokkan hasil temu bakat tersebut dengan pengalaman yang sudah pernah teman-teman tulis di NHW#1 – NHW #6
Semua ini ditujukan agar kita bisa masuk di ranah produktif dengan BAHAGIA.

🍀 Ketahuilah tipe kekuatan diri (strenght typology) teman-teman, dengan cara sbb :
1⃣masuk ke www.temubakat.com
2⃣isi nama lengkap anda, dan isi nama organisasi : Ibu Profesional
jawab Questioner yang ada disana, setelah itu download hasilnya

3⃣Amati hasil dan konfirmasi ulang dengan apa yg anda rasakan selama ini.
4⃣ Lampirkan hasil ST30 (Strenght Typology) di Nice Homework #7
🍀 Buatlah kuadran aktivitas anda, boleh lebih dari 1 aktivitas di setiap kuadran
Kuadran 1 : Aktivitas yang anda SUKA dan anda BISA
Kuadran 2 : Aktivitas yang anda SUKA tetapi andaTIDAK BISA
Kuadran 3 : Aktivitas yang anda TIDAK SUKA tetapi anda BISA
Kuadran 4: Aktivitas yang anda TIDAK SUKA dan anda TIDAK BISA

      Alhamdulillah setelah mencoba mengikuti test yang ada di www. temu bakat.com, akhirnya saya pun menemukan STRENGTH saya. Adapun dari hasil test tersebut, potensi kekuatan saya adalah :
1. ANA - ANALYST
2. CAR - CARETAKER
3. COM - COMMUNICATOR
4. EDU - EDUCATOR
5. SER - SERVER
6. TRE - TREASURY
Strength cluster :
1. Thinking 33 %
2. Servicing 33 %
3. Networking 33 %
Untuk lebih lengkapnya bisa dilihat di http://temubakat.com/st30/index.php/main/result?p=25598b349edc25efbabe8cad1074106f&y=1991&m=04&d=09
atau
file:///C:/Users/v/Downloads/st30_Ismi%20Nur%20Cahyani.pdf
        Dari hasil test temu bakat diatas, setelah saya reflesikan dengan NHW sebelumnya dan apa yang saya alami saat ini sejalan. Pada NHW#1 saya menuliskan ilmu pendidikan anak (parenting) sebagai ilmu yang saya pilih untuk ditekuni di universitas kehidupan ini. Saya memang suka dengan dunia pendidikan, suka dengan dunia anak-anak, kegiatan sosial (kegiatan yang bersifat melayani) dan bidang akuntansi. Kebetulan saat ini saya juga sedang menekuni bidang tersebut yaitu mengajar mata pelajaran ekonomi akuntansi. Saya belajar akuntansi sejak Sekolah Menengah Pertama dan saya sangat tertarik dengan hal-hal yang berkaitan dengan angka-angka itu. Lalu saya lanjutkan di Sekolah Menengah Kejuruan dan Perguruan Tinggi. Di Perguruan Tinggi saya memilih Pendidikan akuntansi karena saya juga sangat suka dengan pendidikan. Saat sekolah maupun kuliah saya sangat suka dengan kegiatan berorganisasi dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Bagiku pendidikan dan akuntansi serta kegiatan sosial sangatlah berpengaruh membentuk karakter dalam diriku hingga menjadi diriku seperti saat ini.
       Berkaca dari hasil test temu bakat tersebut, berikut beberapa aktivitas saya yang saya tulis berdasarkan kategorinya.
      Itulah yang bisa saya tuliskan dari hasil analisis saya terhadap diri saya sendiri. Semoga hal ini bisa memacu semangat saya untuk terus mengembangkan potensi kekuatan saya sehingga bisa menjadi bunda produktif. Aamiin

Resume Materi Pertemuan #7 Kelas Matrikulasi IIP Jakarta Batch 2

Assalamu'alaikum pembelajar...😊
Masih semangat belajar? Harus yak..hehe
      Alhamdulillah kita bertemu kembali dalam materi kelas matrikulasi Institut Ibu Profesional Jakarta. Tak terasa kelas matrikulasi yang diselenggarakan oleh IIP Jakarta sudah sampai pada pertemuan #7. Pertemuan demi pertemuan membuat peserta tersemangati untuk memperbaiki diri menuju impian menjadi ibu profesional kebanggan keluarga.
       Seorang perempuan yang sudah memutuskan untuk menikah dan membangun keluarga bersama pasangan hidupnya pastilah akan menjalani peran sebagai ibu rumah tangga. Seperti yang sudah dijelaskan pada pertemuan #6, bahwa semua ibu sama-sama bekerja tetapi ada yang memutuskan untuk bekerja di ranah publik dan ada yang bekerja di ranah domestik (keluarga). Baik bekerja di ranah publik maupun domestik, keduanya memerlukan sebuah profesionalisme dalam penyelesaiannya. Karena apapun yang kita lakukan secara profesional, maka rejekipun akan mengikuti. "Be Profesional, Rejeki Follow", itu kata Ibu Septi Peni Wulandani Founder Institut Ibu Profesional.
     Masing-masing orang sudah diatur rejekinya oleh Allah SWT, sehingga keyakinan dan usahalah yang harus diutamakan untuk menjemputnya. Baik ibu yang bekerja di ranah publik maupun di ranah domestik, masing-masing sudah memiliki rejeki sehingga tak perlu risau oleh hal itu. Meski seringkali ibu yang bekerja di ranah domestik di anggap tidak produktif, tidak bisa mandiri dan lain sebagainya sehingga menciutkan nyali bagi ibu yang mau memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga.
     Berkaitan dengan hal tersebut, pada pertemuan #7 dalam kelas matrikulasi ini berjudul 'Rejeki Itu Pasti, Kemuliaan Harus Dicari'. Hal ini untuk kembali menguatkan nyali ibu rumah tangga untuk menjalankan perannya dan membuktikan bahwa menjadi ibu rumah tangga pun bisa mandiri dan produktif. Berikut ulasan materinya. Selamat membaca ...😊

REJEKI ITU PASTI, KEMULIAAN HARUS DICARI

      Alhamdulillah setelah melewati dua tahapan “Bunda Sayang” dan “Bunda Cekatan” dalam proses pemantasan diri seorang ibu dalam memegang amanah-Nya, kini sampailah kita pada tahapan “Bunda Produktif”.
_Bunda Produktif adalah bunda yang senantiasa menjalani proses untuk menemukan dirinya, menemukan “MISI PENCIPTAAN” dirinya di muka bumi ini, dengan cara menjalankan aktivitas yang membuat matanya “BERBINAR-BINAR "_
      Sehingga muncul semangat yang luar biasa dalam menjalani hidup ini bersama keluarga dan sang buah hati. Para Ibu di kelas Bunda Produktif memaknai semua aktivitas sebagai sebuah proses ikhtiar menjemput rejeki. Mungkin kita tidak tahu dimana rejeki kita, tapi rejeki akan tahu dimana kita berada. Sang Maha Memberi Rejeki sedang memerintahkannya untuk menuju diri kita”
_Allah berjanji menjamin rejeki kita, maka melalaikan ketaatan pada-Nya, mengorbankan amanah-Nya, demi mengkhawatirkan apa yang sudah dijaminnya adalah kekeliruan besar_
Untuk itu Bunda Produktif sesuai dengan value di Ibu Profesional adalah
_bunda yang akan berikhtiar menjemput rejeki, tanpa harus meninggalkan amanah utamanya yaitu anak dan keluarga_
Semua pengalaman para Ibu Profesional di Bunda Produktif ini, adalah bagian aktivitas amalan para bunda untuk meningkatkan sebuah *KEMULIAAN* hidup.
“ Karena REJEKI itu PASTI, KEMULIAAN lah yang harus DICARI "
Apakah dengan aktifnya kita sebagai ibu di dunia produktif akan meningkatkan kemuliaan diri kita, anak-anak dan keluarga? Kalau jawabannya” iya”, lanjutkan. Kalau jawabannya” tidak” kita perlu menguatkan pilar “bunda sayang” dan “bunda cekatan”, sebelum masuk ke pilar ketiga yaitu “bunda produktif”.
Tugas kita sebagai Bunda Produktif bukan untuk mengkhawatirkan rizqi keluarga, melainkan menyiapkan sebuah jawaban “Dari Mana” dan “Untuk Apa” atas setiap karunia yang diberikan untuk anak dan keluarga kita.
Maka
_Bunda produktif di Ibu Profesional tidak selalu dinilai dengan apa yang tertulis dalam angka dan rupiah, melainkan apa yang bisa dinikmati dan dirasakan sebagai sebuah kepuasan hidup, sebuah pengakuan bahwa dirinya bisa menjadi Ibu yang bermanfaat bagi banyak orang_
Menjadi Bunda Produktif, tidak bisa dimaknai sebagai mentawakkalkan rejeki pada pekerjaan kita. Sangat keliru kalau kita sebagai Ibu sampai berpikiran bahwa rejeki yang hadir di rumah ini karena pekerjaan kita.
_Menjadi produktif itu adalah bagian dari ibadah, sedangkan rejeki itu urusan-Nya_
Seorang ibu yang produktif itu agar bisa,
1⃣menambah syukur, 
2⃣menegakkan taat 
3⃣berbagi manfaat.

_Rejeki tidak selalu terletak dalam pekerjaan kita, Allah berkuasa meletakkan sekendak-Nya_
Maka segala yang bunda kerjakan di Bunda Produktif ini adalah sebuah ikhtiar, yang wajib dilakukan dengan sungguh-sungguh (Profesional). 
Ikhtiar itu adalah sebuah laku perbuatan, sedangkan Rejeki adalah urusanNya.
Rejeki itu datangnya dari arah tak terduga, untuk seorang ibu yang menjalankan perannya dengan sungguh-sungguh dan selalu bertaqwa.
Rejeki hanya akan menempuh jalan yang halal, maka para Bunda Produktif perlu menjaga sikap saat menjemputnya,
Ketika sudah mendapatkannya ,jawab pertanyaan berikutnya “ Buat Apa?”. Karena apa yang kita berikan ke anak-anak dan keluarga, halalnya akan dihisab dan haramnya akan diazab.

Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/
_Sumber bacaan_:
_Antologi para Ibu Profesional, BUNDA PRODUKTIF, 2014_
_Ahmad Ghozali, Cashflow Muslim, Jakarta, 2010_
_Materi kuliah rutin Ibu Profesional, kelas bunda produktif, Salatiga, 2015_

Rabu, 23 November 2016

Nice Homework #6 Kelas Matrikulasi IIP Jakarta Batch 2

BELAJAR MENJADI MANAJER KELUARGA HANDAL

        Menjadi manajer keluarga yang handal? ehmm, pasti semua ibu mempunyai impian ini, bukan begitu bunda? Jika dalam perusahaan, 1 manajer mengurusi satu bidang saja, beda halnya dengan manajer keluarga yang harus mengurusi berbagai macam 'bidang' yang dibutuhkan dalam sebuah organisasi yang bernama keluarga. Oleh karenanya, seorang ibu profesional harus bisa menghandle berbagai macam tugas rumah, hingga muncul istilah "MOM is Mother Of Multitasking". 
           Ibu berperan menjadi akuntan, pendidik, koki, dokter, cleaning service dan sebagainya. Berbagai peran tersebut tentunya akan menguras waktu, tenaga dan pikiran. Agar peran tersebut tak hanya menjadi rutinitas semata yang akan berujung pada kemunculan keluhan-keluhan maka perlu disusun prioritas yang dituangkan dalam jadwal harian. Melalui materi pertemuan 6 kelas matrikulasi Institut Ibu Profesional ini, peserta terutama saya dibikin tersadar lagi bahwa peran ini tak sekedar rutinitas yang harus dijalankan dan hanya untuk menggugurkan kewajiban saja tetapi lebih dari itu. Peran sebagai manajer keluarga harus dilakukan karena panggilan hati sehingga kita pun bisa menjalankannya dengan sepenuh hati dan sebaik-baiknya (profesional).

      Salah satu langkah untuk menuju impian 'menjadi manajer keluarga handal', peserta kelas matrikulasi dibimbing melalui Nice Homework#6 di bawah ini. Peserta diajak memilih dan memilah aktivitas mana saja yang penting dan menuangkannya dalam jadwal harian. Hal ini bertujuan untuk menemukan peran hidup kita dan mempermudah peran mendampingi anak untuk menemukan peran hidupnya.
Ada hal-hal yang kadang mengganggu proses kita menemukan peran hidup yaitu
*_RUTINITAS_*
Menjalankan pekerjaan rutin yang tidak selesai, membuat kita _Merasa Sibuk_sehingga kadang tidak ada waktu lagi untuk proses menemukan diri.
Maka ikutilah tahapan-tahapan sbb :
1⃣ Tuliskan 3 aktivitas yang paling penting, dan 3 aktivitas yang paling tidak penting
Aktivitas paling penting :
a. Mengurus rumah tangga
b. Belajar ilmu tentang parenting dan perkembangan anaik melalui baca buku, membaca artikel ataupun youtube
c. Diskusi dengan suami
Aktivitas paling tidak penting :
a. Berselancar di media sosial yang sering membuat lupa waktu
b. Membaca berita-berita yang tidak bermanfaat
c. Membuka-buka fp online shop di saat tidak membutuhkan
2⃣Waktu anda selama ini habis untuk kegiatan yang mana?
Selama ini saya merasa waktu saya habis untuk kegiatan yang tidak penting. Meskipun untuk kegiatan yang paling penting juga terlaksana tetapi porsinya masih kecil ketimbang kegiatan yang tidak penting 😢😢😢
3⃣Jadikan 3 aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup anda, tengok NHW sebelumnya ya, agar selaras.
InsyaAllah terus mengusahakannya. Setelah membuat list tugas pada NHW sebelumnya, kegiatan mulai tertata dan serasa terus diingatkan untuk melakukan kegiatan produktif. Jika ada keinginan untuk menunda pekerjaan dan bersantai-santai pada kegiatan yang tidak penting, seperti ada alarm hati yang mengingatkan. Terimakasih atas pencerahannya tim matrikulasi IIP 
4⃣Kemudian kumpulkan aktivitas rutin menjadi satu waktu, berikan “kandang waktu”, dan patuhi cut off time ( misal anda sudah menuliskan bahwa bersih-bersih rumah itu dari jam 05.00-06.00, maka patuhi waktu tersebut)
5⃣Jangan ijinkan agenda yang tidak terencana memenuhi jadwal waktu harian anda.
6⃣Setelah tahap di atas selesai anda tentukan, buatlah jadwal harian yang paling mudah anda kerjakan.
04.30 - 05.30 Sholat subuh dan tilawah bersama suami dilanjutkan diskusi ringan seputar aktivitas yang akan dilakukan
05.30 - 06.30 Menyiapkan sarapan suami dan menyiapkan keperluan kerja suami
06.30 - 07.00 Belanja
07.00 - 08.00 Membereskan rumah, mencuci pakaian dan mandi
08.00 - 08.30 Sholat dhuha dan tilawah
08.30 - 11.00 Membaca buku, membaca artikel atau melihat video di youtube tentang kehamilan, perkembangan anak dan parenting serta ceramah dari ustadz/ah
11.00 - 12.00 Tidur siang
12.00 - 12.45 Sholat dzuhur, makan siang dan ngobrol sama suami via phone
12.45 - 14.00 Membaca materi ajar untuk bahan mengajar
14.00 - 15.00 Memasak dan membereskan rumah
15.00 - 15.30 Sholat Ashar dan bersiap berangkat mengajar
15.30 - 16.00 Perjalanan ke  tempat mengajar
16.00 - 20.30 Mengajar di Bimbel
20.30 - 21.15 Perjalanan pulang
21.15 - 22.00 Menyiapkan makan malam, makan malam bersama dan ngobrol ringan
22.00 - 22.30 Bersiap istirahat sambil berdiskusi evaluasi hari ini bersama suami
22.30 - 04.30 Istirahat
Itulah jadwal aktivitas saya secara umum meski terkadang juga berubah-ubah tetapi urutannya hampir sama.
Setiap akhir pekan, kami ada kegiatan belajar bersama dengan mendengarkan video dari para motivator atau trainer di youtube, terkadang ikut seminar, membedah buku dan juga diskusi sambil berolahraga. Saya saat ini baru hamil anak pertama sehingga masih fokus pada ilmu seputar kehamilan dan perkembangan anak. Tetapi ini juga berkaitan dengan ilmu yang ingin saya dalami dalam universitas kehidupan ini. Semoga saya bisa istiqomah dan konsisten menjalankan komitmen ini.  
7⃣Amati selama satu minggu pertama, apakah terlaksana dengan baik?
kalau tidak segera revisi, kalau baik, lanjutkan sampai dengan 3 bulan.

Resume Materi Pertemuan #6 Kelas Matrikulasi IIP Jakarta Batch 2

IBU MANAJER KELUARGA HANDAL

Motivasi Bekerja Ibu
Ibu rumah tangga adalah sebutan yang biasa kita dengar untuk ibu yang bekerja di ranah domestik. Sedangkan Ibu Bekerja adalah sebutan untuk ibu yang bekerja di ranah publik. Maka melihat definisi di atas, sejatinya semua ibu adalah *_ibu bekerja_* yang wajib professional menjalankan aktivitas di kedua ranah tersebut, baik domestik maupun publik.
Apapun ranah bekerja yang ibu pilih, memerlukan satu syarat yang sama, yaitu
*_kita harus “SELESAI” dengan management rumah tangga kita_*
Kita harus merasakan rumah kita itu lebih nyaman dibandingkan aktivitas dimanapun. Sehingga anda yang memilih sebagai ibu yang bekerja di ranah domestik, akan lebih professional mengerjakan pekerjaan di rumah bersama anak-anak. Anda yang Ibu Bekerja di ranah publik, tidak akan menjadikan bekerja di publik itu sebagai pelarian ketidakmampuan kita di ranah domestik.
Mari kita tanyakan pada diri sendiri, apakah motivasi kita bekerja ?
🍀Apakah masih *ASAL KERJA*, menggugurkan kewajiban saja?
🍀Apakah didasari sebuah *KOMPETISI* sehingga selalu ingin bersaing dengan orang/ keluarga lain?
🍀Apakah karena *PANGGILAN HATI* sehingga anda merasa ini bagian dari peran anda sebagai Khalifah?
Dasar motivasi tersebut akan sangat menentukan action kita dalam menangani urusan rumah tangga dan pekerjaan kita
.
🍀Kalau anda masih “ASAL KERJA” maka yang terjadi akan mengalami tingkat kejenuhan yang tinggi, anda menganggap pekerjaan ini sebagai beban, dan ingin segera lari dari kenyataan.
🍀Kalau anda didasari “KOMPETISI”, maka yang terjadi anda stress, tidak suka melihat keluarga lain sukses
🍀Kalau anda bekerja karena “PANGGILAN HATI” , maka yang terjadi anda sangat bergairah menjalankan tahap demi tahap pekerjaan yang ada. Setiap kali selesai satu tugas, akan mencari tugas berikutnya, tanpa _MENGELUH_.

Ibu Manajer Keluarga
Peran Ibu sejatinya adalah seorang manager keluarga, maka masukkan dulu di pikiran kita
_Saya Manager Keluarga_
kemudian bersikaplah, berpikirlah selayaknya seorang manager.
🍀Hargai diri anda sebagai manager keluarga, pakailah pakaian yang layak (rapi dan chic) saat menjalankan aktivitas anda sebagai manager keluarga.
🍀Rencanakan segala aktivitas yang akan anda kejakan baik di rumah maupun di ranah publik, patuhi
🍀Buatlah skala prioritas
🍀Bangun Komitmen dan konsistensi anda dalam menjalankannya.

Menangani Kompleksitas Tantangan
Semua ibu, pasti akan mengalami kompleksitas tantangan, baik di rumah maupun di tempat kerja/organisasi, maka ada beberapa hal yang perlu kita praktekkan yaitu :
a. PUT FIRST THINGS FIRST
Letakkan sesuatu yang utama menjadi yang pertama. Kalau buat kita yang utama dan pertama tentulah anak dan suami. - Buatlah perencanaan sesuai skala prioritas anda hari ini - aktifkan fitur gadget anda sebagai organizer dan reminder kegiatan kita.
b.ONE BITE AT A TIME
Apakah itu one bite at a time?
-Lakukan setahap demi setahap -Lakukan sekarang -Pantang menunda dan menumpuk pekerjaan
c. DELEGATING
Delegasikan tugas, yang bisa didelegasikan, entah itu ke anak-anak yang lebih besar atau ke asisten rumah tangga kita.
*_ Ingat anda adalah manager, bukan menyerahkan begitu saja tugas anda ke orang lain, tapi anda buat panduannya, anda latih, dan biarkan orang lain patuh pada aturan anda_*
_Latih-percayakan-kerjakan-ditingkatkan-latihlagi-percayakan lagi-ditingkatkan lagi begitu seterusnya_
Karena pendidikan anak adalah dasar utama aktivitas seorang ibu, maka kalau anda memiliki pilihan untuk urusan delegasi pekerjaan ibu ini, usahakan pilihan untuk mendelegasikan pendidikan anak ke orang lain adalah pilihan paling akhir.

Perkembangan Peran
Kadang ada pertanyaan, sudah berapa lama jadi ibu? Kalau sudah melewati 10.000 jam terbang seharusnya kita sudah menjadi seorang ahli di bidang manajemen kerumahtanggaan. Tetapi mengapa tidak? Karena selama ini kita masih
*_SEKEDAR MENJADI IBU_*
Ada beberapa hal yang bisa bunda lakukan ketika ingin meningkatkan kualitas bunda agar tidak sekedar menjadi ibu lagi, antara lain:
🍀Mungkin saat ini kita adalah kasir keluarga, setiap suami gajian, terima uang, mencatat pengeluaran, dan pusing kalau uang sudah habis, tapi gajian bulan berikutnya masih panjang.
Maka tingkatkan ilmu di bidang perencanaan keuangan, sehingga sekarang bisa menjadi “managjer keuangan keluarga.
🍀Mungkin kita adalah seorang koki keluarga, tugasnya memasak keperluan makan keluarga. Dan masih sekedar menggugurkan kewajiban saja. Bahwa ibu itu ya sudah seharusnya masak.Sudah itu saja, hal ini membuat kita jenuh di dapur.
Mari kita cari ilmu tentang manajer gizi keluarga, dan terjadilah perubahan peran.
🍀Saat anak-anak memasuki dunia sekolah, mungkin kita adalah tukang antar jemput anak sekolah. Hal ini membuat kita tidak bertambah pintar di urusan pendidikan anak, karena ternyata aktivitas rutinnya justru banyak ngobrol tidak jelas sesama ibu –ibu yang seprofesi antar jemput anak sekolah.
Mari kita cari ilmu tentang pendidikan anak, sehingga meningkatkan peran saya menjadi “manajer pendidikan anak”.
Anak-anakpun semakin bahagia karena mereka bisa memilih berbagai jalur pendidikan tidak harus selalu di jalur formal.
🍀Cari peran apalagi, tingkatkan lagi…..dst
Jangan sampai kita terbelenggu dengan rutinitas baik di ranah publik maupun di ranah domestik, sehingga kita sampai lupa untuk meningkatkan kompetensi kita dari tahun ke tahun.
Akhirnya yang muncul adalah kita melakukan pengulangan aktivitas dari hari ke hari tanpa ada peningkatan kompetensi. Meskipun anda sudah menjalankan peran selama 10.000 jam lebih, tidak akan ada perubahan karena kita selalu mengulang hal-hal yang sama dari hari ke hari dan tahun ke tahun.
Hanya ada satu kata *BERUBAH atau KALAH*

Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi IIP/
_SUMBER BACAAN_:
_Institut Ibu Profesional, Bunda Cekatan, sebuah antologi perkuliahan IIP, 2015_
_Hasil diskusi Nice Homework Matrikulasi IIP Batch #1, 2016_
_Irawati Istadi, Bunda Manajer Keluarga, halaman featuring, Success Mom's Story: Zainab Yusuf As'ari, Amelia Naim, Septi Peni, Astri Ivo, Ratih Sanggarwati, Okky Asokawati,Fifi Aleyda Yahya, Oke Hatta Rajasa, Yoyoh Yusroh, Jackie Ambadar, Saraswati Chasanah, Oma Ary Ginanjar, Pustaka Inti, 2009_

Scale Up Impact

Assalamu'alaikum Ibu Pembaharu... Pekan kemarin merupakan pekan terakhir perkuliahan di bunsal. Hampir 6 bulan menjalani perkuliahan ini...