Sabtu, 19 November 2016

NHW #5 Kelas Matrikulasi IIP Jakarta Batch 2

Belajar Bagaimana Caranya Belajar
(Learning How To Learn)
-Hidup adalah proses, Hidup adalah belajar.
Tanpa pernah mengenal batas umur dan tanpa ada kata tua_

          Alhamdulillah bahagia rasanya bisa bergabung di kelas ini bersama para ibu profesional. Materi yang disampaikan setiap pertemuannya sangat mencerahkan dan membantu mengarahkan kita pada pemahaman yang benar mengenai hal-hal yang berkaitan dengan aktifitas kita sebagai ibu rumah tangga. Tak terhenti sampai dimateri saja, NHW yang merupakan sarana follow-up dari materi yang telah disampaikan sering kali membuat diri ini terus merenung karena setiap pertanyaannya bagi saya adalah sarana intropeksi diri.
       Dari dari materi dan NHW 1-4 saya merasa tercerahkan tentang bagaimana semestinya adab mencari ilmu, menentukan apa saja yang bisa kita lakukan untuk menjadi seorang ibu profesional, menemukan misi kehidupan serta menentukan mind mapping dari visi misi kehidupan kita. Selanjutnya pada materi dan NHW 5 ini saya merasa dibimbing untuk menemukan cara belajar yang tepat untuk mencapai misi kehidupan yang telah saya tuliskan pada NHW 4. Terimakasih Ibu Septi dan Tim Matrikulasi.
         Ketika pertama kali membaca NHW 5 yang berisi desain pembelajaran, pikiran saya langsung teringat dengan salah satu mata kuliah sewaktu kuliah dulu. Berbagai model desain pembelajaran yang saya terima tetapi rasanya tak satupun saya terapkan dengan baik dalam kehidupan sehari-hari. Padahal materi ini sangat membantu kita dalam mempelajari sesuatu. Dan disinilah, di kelas matrikulasi, diingatkan kembali tentang desain pembelajaran.
            Sebenarnya apa itu desain pembelajaran? Menurut Herbert Simon, desain pembelajaran yaitu suatu proses yang bersifat linear yang diawali dari penentuan kebutuhan, kemudian mengembangkan rancangan untuk merespon kebutuhan tersebut, selanjutnya rancangan tersebut diujicobakan dan akhirnya dilakukan proses evaluasi untuk menentukan hasil efektivitas rancangan (desain) yang telah disusun. Desain pembelajaran dapat juga diartikan sebagai proses keseluruhan tentang kebutuhan dan tujuan belajar serta sistem penyampaiannya.
             Nah, secara teori ada beberapa jenis model desain pembelajaran yang dapat digunakan dalam proses perencanaan pembelajaran. Setelah membaca beberapa model desain pembelajaran, saya menemukan kesimpulan desain pembelajaran yang menurut saya mudah untuk dipahami dan dilaksanakan.
1. Menentukan ilmu yang akan dipelajari sesuai kebutuhan
    Saya memutuskan untuk mendalami ilmu tentang pendidikan anak.
2. Menentukan tujuan belajar
    Tujuan belajar diperlukan sebagai pengingat saat dalam kondisi down agar semangat tetap terjaga
3. Menganalisis materi apa saja yang harus kita pelajari untuk menguasai ilmu tersebut
    Materi yang harus saya pelajari yaitu :
    - Tahap perkembangan anak
    - Psikologi anak
    - Pelaksanaan pendidikan yang tepat untuk anak (metode pembelajaran)
    - Cara pengembangan potensi anak sejak dini
    - Cara komunikasi dengan anak
3. Menentukan sumber belajar
    Sumber belajar bisa dari buku, guru ataupun seminar dan pelatihan.
4. Menentukan metode belajar
    Sesuai karakter saya, saya lebih suka belajar secara audio visual.
5. Membuat strategi belajar
    Strategi belajar yang telah saya buat sesuai yang saya tuliskan pada NHW #4 yaitu :
    KM 0-1 : Belajar ilmu perkembangan anak
    KM 1-2 : Belajar ilmu psikologi anak
    KM 2-3 : Belajar ilmu pelaksanaan pendidikan yang tepat untuk anak
    KM 3-4 : Belajar ilmu pengembangan potensi anak sejak dini
    KM 4-5 : Belajar ilmu komunikasi dengan anak
6. Pelaksanaan
7. Evaluasi termasuk didalamnya kendala belajar
8. Perbaikan
Itulah beberapa tahap yang perlu saya lakukan dalam desain pembelajaran saya untuk mencapai misi kehidupan.
         Semoga dengan mengikuti kelas-kelas seperti kelas matrikulasi yang diadakan oleh Institut Ibu Profesional ini, semoga bisa tertular semangat-semangat pendiri dan ibu profesional semua. Sekian dari saya, semoga saya bisa konsisten melaksanakan apa yang telah saya rencanakan dan bermanfaat untuk yang lain.aamiin
Salam pembelajar...^_^

Selasa, 15 November 2016

Materi Kelas Matrikulasi Pertemuan #5 IIP Jakarta

📝BELAJAR BAGAIMANA CARANYA BELAJAR📝
Bunda dan calon bunda yang selalu semangat belajar,
Bagaimana sudah makin mantap dengan jurusan ilmu yang dipilih? kalau sudah, sekarang mari kita belajar bagaimana caranya belajar. Hal ini akan sangat bermanfaat untuk lebih membumikan kurikulum yang teman-teman buat. Sehingga ketika teman-teman membuat kurikulum unik (customized curriculum) untuk anak-anak, makin bisa menerjemahkan secara setahap demi setahap karena kita sudah melakukannya. Inilah tujuan kita belajar.
Sebagaimana yang sudah kita pelajari di materi sebelumnya, bahwa semua manusia memiliki fitrah belajar sejak lahir. Tetapi mengapa sekarang ada orang yg senang belajar dan ada yang tidak suka belajar.
Suatu pelajaran yang menurut kita berat jika dilakukan dengan senang hati maka pelajaran yang berat itu akan terasa ringan, dan sebaliknya pelajaran yang ringan atau mudah jika dilakukan dengan terpaksa maka akan terasa berat atau sulit.
Jadi suka atau tidaknya kita pada suatu pelajaran itu bukan bergantung pada berat atau ringannya suatu pelajaran. Lebih kepada rasa.
*_Membuat BISA itu mudah, tapi membuatnya SUKA itu baru tantangan_*
Melihat perkembangan dunia yang semakin canggih dapat kita rasakan bahwa dunia sudah berubah dan dunia masih terus berubah.
Perubahan ini semakin hari semakin cepat sekali.
Anak kita sudah tentu akan hidup di jaman yang berbeda dengan jaman kita. Maka teruslah mengupdate diri, agar kita tidak membawa anak kita mundur beberapa langkah dari jamannya.
Apa yang perlu kita persiapkan untuk kita dan anak kita ?
Kita dan anak-anak perlu belajar tiga hal :
1⃣Belajar hal berbeda 

2⃣ Cara belajar yang berbeda

3⃣Semangat Belajar yang berbeda
🍀 *Belajar Hal Berbeda*
Apa saja yang perlu di pelajari ?
yaitu dengan belajar apa saja yang bisa:
🍎Menguatkan Iman,
ini adalah dasar yang amat penting bagi anak-anak kita untuk meraih masa depannya

🍎Menumbuhkan karakter yang baik.
🍎Menemukan passionnya (panggilan hatinya)
*Cara Belajar Berbeda*
Jika dulu kita dilatih untuk terampil menjawab, maka latihlah anak kita untuk terampil bertanya Keterampilan bertanya ini akan dapat membangun kreatifitas anak dan pemahaman terhadap diri dan dunianya.
Kita dapat menggunakan jari tangan kita sebagai salah satu cara untuk melatih keterampilan anak2 kita untuk bertanya.
Misalnya :
👍Ibu jari : How
👆Jari telunjuk : Where
Jari tengah : What
Jari manis : When
Jari kelingking : Who
👐Kedua telapak tangan di buka : Why
👏Tangan kanan kemudian diikuti tangan kiri di buka : Which one.
Jika dulu kita hanya menghafal materi, maka sekarang ajak anak kita untuk mengembangkan struktur berfikir. Anak tidak hanya sekedar menghafal akan tetapi perlu juga dilatih untuk mengembangkan struktur berfikirnya
Jika dulu kita hanya pasif mendengarkan, maka latih anak kita dg aktif mencari. Untuk mendapatkan informasi tidak sulit hanya butuh kemauan saja.
Jika dulu kita hanya menelan informasi dr guru bulat-bulat, maka ajarkan anak untuk berpikir skeptik
_Apa itu berpikir skeptik ?_
Berpikir Skeptik yaitu tidak sekedar menelan informasi yang didapat bulat-bulat. Akan tetapi senantiasa mengkroscek kembali kebenarannya dengan melihat sumber-sumber yang lebih valid.
*Semangat Belajar Yang berbeda*
Semangat belajar yang perlu ditumbuhkan pada anak kita adalah :
🍀Tidak hanya sekedar mengejar nilai rapor akan tetapi memahami subjek atau topik belajarnya.
🍀Tidak sekedar meraih ijazah/gelar tapi kita ingin meraih sebuah tujuan atau cita-cita.
Ketika kita mempunyai sebuah tujuan yang jelas maka pada saat berada ditempat pendidikan kita sudah siap dengan sejumlah pertanyaan-pertanyaan. Maka pada akhirnya kita tidak sekedar sekolah tapi kita berangkat untuk belajar (menuntut ilmu).
Yang harus dipahami,
*_Menuntut Ilmu bukan hanya saat sekolah, tetapi dapat dilakukan sepanjang hayat kita_*
Bagaimanakah dengan Strategi Belajarnya?
• Strategi belajar nya adalah dengan menggunakan
*_Strategi Meninggikan Gunung bukan meratakan lembah_*
Maksudnya adalah dengan menggali kesukaan, hobby, passion, kelebihan, dan kecintaan anak-anak kita terhadap hal2 yg mereka minati dan kita sebagai orangtuanya mensupportnya semaksimal mungkin.
Misalnya jika anak suka bola maka mendorongnya dengan memasukkannya pada club bola, maka dengan sendirinya anak akan melakukan proses belajar dengan gembira.
🚫 *_Sebaliknya jangan meratakan lembah_*
yaitu dengan menutupi kekurangannya,
Misalnya apabila anak kita tidak pandai matematika justru kita berusaha menjadikannya untuk menjadi pandai matematika dengan menambah porsi belajar matematikanya lebih sering (memberi les misalnya).
Ini akan menjadikan anak menjadi semakin stress.
Jadi ketika yang kita dorong pada anak-anak kita adalah keunggulan / kelebihannya maka anak-anak kita akan melakukan proses belajar dengan gembira.
Orang tua tidak perlu lagi mengajar atau menyuruh-nyuruh anak untuk belajar akan tetapi anak akan belajar dan mengejar sendiri terhadap informasi yang ingin dia ketahui dan dapatkan. Inilah yang membuat anak belajar atas kemauan sendiri, hingga ia melakukannya dengan senang hati.
Bagaimanakah membuat anak menjadi anak yang suka belajar ?
Caranya adalah :
1⃣ Mengetahui apa yang anak-anak mau / minati
2⃣Mengetahui tujuannya, cita-citanya
3⃣Mengetahui passionnya
Jika sudah mengerjakan itu semua maka anak kita akan meninggikan gunungnya dan akan melakukannya dengan senang hati.
*_Good is not enough anymore we have to be different_*
Baik saja itu tidak cukup,tetapi kita juga harus punya nilai lebih (yang membedakan kita dengan orang lain).
Peran kita sebagai orang tua :
👨‍👩‍👧‍👧Sebaga pemandu : usia 0-8 tahun.
👨‍👩‍👧‍👧Sebagai teman bermain anak-anak kita : usia 9-16 tahun.
kalau tidak maka anak-anak akan menjauhi kita dan anak akan lebih dekat/percaya dengan temannya
👨‍👩‍👧‍👧sebagai sahabat yang siap mendengarkan anak-anak kita : usia 17 tahun keatas.
Cara mengetahui passion anak adalah :
1⃣ _Observation_ ( pengamatan)
2⃣ _engage_(terlibat)
3⃣ _watch and listen_ ( lihat dan dengarkan suara anak)
Perbanyak ragam kegiatan anak, olah raga, seni dan lain-lain.
Belajar untuk telaten mengamati, dengan melihat dan mencermati terhadap hal-hal yang disukai anak kita dan apakah konsisten dari waktu ke waktu.
Diajak diskusi tentang kesenangan anak, kalau memang suka maka kita dorong.
Cara mengolah kemampuan berfikir Anak dengan :
1⃣Melatih anak untuk belajar bertanya,
Caranya: dengan menyusun pertanyaan sebanyak-banyaknya mengenai suatu obyek.
2⃣Belajar menuliskan hasil pengamatannya Belajar untuk mencari alternatif solusi atas masalahnya
3⃣Presentasi yaitu mengungkapkan akan apa yang telah didapatkan/dipelajari
4⃣Kemampuan berfikir pada balita bisa ditumbuhkan dengan cara aktif bertanya pada si anak.
Selamat belajar dan menjadi teman belajar anak-anak kita,
Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi IIP/
Sumber bacaan :
_Dodik Mariyanto, Learning How to Learn, materi workshop, 2014_
_Joseph D Novak, Learning how to learn, e book, 2009_

Review Nice Homework #4

Mengetahui lebih awal tentang jati diri kita, ingin jadi apa kita sangatlah penting karena itu dapat menjadi pedoman kita dalam melangkah. Apalagi kita sebagai orang tua harus tahu terlebih dahulu tentang siapa diri kita dan mau jadi apa kita, sebelum kita membimbing anak-anak kita. Dan semua ini dipaparkan dalam review NHW #4 berikut ini.
MEMBUAT KURIKULUM YANG "GUE BANGET"
Bunda, membaca satu demi satu nice homework #4 kali ini, membuat kami makin yakin bahwa akan makin banyak anak-anak Indonesia yang memiliki Ibu-Ibu tangguh, yang paham akan dirinya dan mampu *_Memberi Teladan_* kepada anak-anaknya, bahwa seperti inilah cara belajar di Universitas Kehidupan.
Tantangan dalam mengerjakan Nice Homework#4 ini bukan di urusan hasil pencapaian, tetapi justru di urusan *_kesungguhan_*bunda untuk menemukan diri. Proses ini memang tidak mudah, tetapi kalau kita tidak memulainya maka kita tidak akan pernah tahu. Maka efek berikutnya kita tidak bisa memandu anak-anak kita dalam menemukan peran hidupnya. Ketika merasa tidak bisa dan tidak mau belajar efek berikutnya adalah kita *_sub kontrakkan_* pendidikan anak kita ke orang lain, yang belum tentu paham akan sisi keunikan anak kita. Inilah yang menjadi sumber awal munculnya penyakit *_kemandulan_* dalam mendidik anak-anak. Menggerus kekuatan fitrah kita dalam mendidik anak-anak sehingga menyatakan dirinya _tidak mampu lagi_
Untuk itu kami akan membantu bunda dan calon bunda semuanya menemukan misi hidup ini setahap demi setahap.
🍀Bagi anda yang belum menemukan “jurusan” ilmu apa yang harus ditekuni dengan fokus, maka bersabarlah, tuliskan apa adanya di NHW#4 ini bahwa anda memang belum ketemu sama sekali. Kemudian silakan lihat kembali ke belakang, faktor-faktor apa saja yang membuat anda sampai usia sekarang belum bisa menemukannya.
Tulislah dengan jujur, kemudian lihatlah kondisi sekarang, bagaimana anda mengenal diri anda?
Aktivitas apa saja yang membuat anda SUKA dan BISA, tulis semuanya.
Apa sisi kekuatan diri anda? Silakan tulis semuanya.
Pernyataan-pernyataan ini sudah SAH untuk menggugurkan NHW #4 anda.
Semoga dengan melihat hal ini, bunda semuanya menjadi lebih SABAR, ketika melihat anak-anak kita yang masih galau tidak paham arah hidupnya. Jangankan mereka, kita yang sudah puluhan tahun hidup saja ternyata juga belum paham. Bisa jadi anak-anak kita memang punya pengalaman yang sama dengan kita dulu dan sekarang kita didik mereka dengan pola yang sama dengan cara orangtua kita mendidik kita dulu.
Kembali ke fase titik nol dan segera bergerak.
" *_Jangan pernah berdiam di ruang rasa, sehingga titik nol membekukan hidup anda_* "
🍀Bagi anda yang sudah menemukan “jurusan”ilmu apa yang harus ditekuni dengan fokus, maka silakan ikuti simulasi secara setahap demi setahap di bawah ini :
1⃣Tulislah Jurusan Ilmu secara Global, misal : Pendidikan Anak dan Keluarga
2⃣Tentukan KM 0 nya mau anda tempuh mulai kapan? Atau apakah saat ini sudah dalam proses berjalan di tahap 1? Maka tulislah kapan anda memulai KM 0.
3⃣Kita ambil satu hasil penelitian _Malcolm Gladwell_dalam bukunya yang berjudul Outliers (2008) pernah mengemukakan sebuah teori yang menarik, 10.000 hours of practice. Menurutnya, jika seseorang melatih sebuah skill tertentu selama minimal 10.000 jam, maka hampir bisa dipastikan orang itu akan “jago” dalam bidang tersebut. *_They will master the skill_* kata Gladwell.
Darimana ia bisa yakin? Konon Gladwell mengembangkan teori ini dari hasil penelitian terhadap para pemain biola selama puluhan tahun. Dari penelitian itu, para pemain biola yang berlatih minimal 2 jam sehari selama 12 tahun (kurang lebih 10.000 jam) semuanya menjadi para maestro biola. Orang yang di pertengahan berlatih di antara 5.000 hingga 8.000 jam, sementara pemain biola yang gagal berlatih di bawah 3000 jam.
4⃣Silakan ukur kemampuan teman-teman, dalam sehari kira-kira sanggup menginvestasikan waktu nya berapa jam, untuk menekuni jurusan ilmu tersebut. Katakanlah kita ambil yang paling pendek hanya 2 jam per hari.
Mari kita berhitung :
10.000 jam : 2 jam = 5000 hari
Apabila setahun katakanlah hanya kita ambil 250 hari efektif saja, maka

5000 hari : 250 = 20 tahun
Inilah periode waktu yang harus anda tempuh untuk bisa menjadi master di bidang anda.
5⃣Silakan bagi 20 tahun tersebut dalam KM perjalanan yang akan anda tempuh, misal
KM 0 – KM 1 = Bunda Sayang ( 5 tahun)
KM 1 – KM 2 = Bunda Cekatan (5 tahun)
KM 3 – KM 4 = Bunda Produktif ( 5 tahun)
KM 4 – KM 5 = Bunda Shaleha ( 5 tahun)
Tidak ada patokan khusus dalam menentukan rentang waktu, silakan anda buat sendiri sesuai dengan kemmapuan kita.
6⃣Uraikan kira-kira mata pelajaran apa saja yang harus kita pelajari satu-satu di mata kuliah pokok Bunda Sayang, Bunda Cekatan dsb.
7⃣Cari sumber belajarnya ada dimana saja dan KONSISTEN menjalankannya.
*AKSELERASI*
Apabila ternyata dalam belajar di jurusan ini mata anda makin berbinar, semangat anda tak pernah pudar, bisa jadi yang harusnya hanya investasi 2 jam/hari secara alamiah akan menjadi lebih dari 2 jam. Maka pilihlah aktivitas harian, waktu yang paling banyak menghabiskan hari-hari anda, adalah aktivitas yang memperbanyak
*_JAM TERBANG_*

Kalau sudah seperti ini Allah sedang menghendaki anda untuk masuk program “AKSELERASI”
Ada dua cara akselerasi yaitu :
🍀Menambah Jam terbang harian
🍀Membeli Jam terbang
Bagaimana caranya membeli? Dengan mendatangi para ahli yang sesuai dengan bidang kita, belajar banyak dari beliau. Pelajari jatuh bangunnya seperti apa, sehingga kita bisa “jump starting” dengan tidak perlu mengulang kesalahan yang pernah dilakukan oleh para ahli tersebut. Sejatinya dengan mengikuti program matrikulasi ini, anda sedang membeli jam terbang.

🍀Carilah mentor hidup anda yang bersedia memandu dengan konsisten agar anda mencapai sukses dengan lebih cepat lagi.
Dengan belajar bersungguh-sungguh di NHW #4 ini, teman-teman akan dengan mudah menyusun
*_customized curriculum_*
untuk anak-anak kita masing-masing.silakan mulai dari diri bunda dulu untuk bisa merasakannya. Karena kalau bundanya sudah bisa, maka kita akan mendapatkan bonus kemampuan menyusun kurikulum bagi anak-anak kita.
Kuncinya hanya dua
*_FOKUS dan KONSISTEN _*
Jadilah yang terhebat di bidang Anda masing-masing. Jangan pernah menyerah.
*_If today is a bad day, tomorrow maybe worst, but the day after tomorrow is the best day in your life. You know what? Most people die tomorrow evening!_* – Jack Ma
Selamat menempuh 10.000 jam terbang anda
Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/
Sumber Bacaan :
_Malcolm Galdwell, Outliers, Jakarta, 2008_
_Materi Matrikulasi IIP Sesi #4, Mendidik dengan Kekuatan Fitrah, 2016_
_Hasil Nice Homework #4 para peserta matrikulasi IIP batch #2_

Jumat, 11 November 2016

NHW #4 Kelas Matrikulasi IIP Jakarta Batch 2



Assalamu'alaikum pembelajar...Bagaimana kabarnya? Sehat dan masih bersemangat belajar kan? ^_^
     Tak terasa sudah ada 4 kali pertemuan dalam kelas matrikulasi Institut Ibu Profesional Jakarta. Secara otomatis sudah ada 4 Nice Homework pula yang ditugaskan untuk peserta. Setelah sebelumnya peserta menerima penjelasan tentang mendidik anak dengan kekuatan fitrah, maka tiba saatnya untuk mempraktekkan ilmu tersebut satu persatu.
       Bagi saya NHW #4 ini peserta kelas matrikulasi dituntun untuk mereview kembali NHW yang telah dibuat sebelumnya apakah sudah sesuai dengan perannya masing-masing dan diajak berfikir apakah yang kita tetapkan dari NHW#1 sampai NHW#3 semuanya sinkron. Saya pun merenungkan kembali jawaban-jawaban NHW-NHW sebelumnya yang telah saya buat sebelum saya menjawab pertanyaan-pertanyaan pada NHW #4 seperti berikut ini.
a. Mari kita lihat kembali Nice Homework #1 , apakah sampai hari ini anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di Universitas Kehidupan ini? Atau setelah merenung beberapa minggu ini, anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan dikuasai?
InsyaAllah saya tetap memilih jurusan ilmu yang telah saya tuliskan pada NHW#1 di Universitas Kehidupan ini yaitu ilmu pendidikan anak.
b. Mari kita lihat Nice Homework #2, sudahkah kita belajar konsisten untuk mengisi checklist harian kita? Checklist ini sebagai sarana kita untuk senantiasa terpicu “memantaskan diri” setiap saat. Latih dengan keras diri anda, agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita.
Setelah diminta untuk membuat checklist harian pada NHW#2, perlahan mulai belajar konsisten untuk melakukan apa saja yang harus dilakukan sesuai dengan yang tertulis dalam daftar checklist. Bagi saya pribadi checklist ini sangatlah membantu kita untuk produktif dan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya sehingga apa yang menjadi tujuan akhir dari setiap checklist semoga bisa tercapai. Alhamdulillah suami juga sangat mendukung dan ikut serta pula melakukan apa yang ada di daftar checklist yang memang harus dilakukan bersama.
c. Baca dan renungkan kembali Nice Homework #3, apakah sudah terbayang apa kira-kira maksud Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Kalau sudah, maka tetapkanlah bidang yang akan kita kuasai. Sehingga peran hidup akan makin terlihat.
InsyaAllah sudah terbayang, setiap kali saya bertemu dengan anak-anak hati ini rasanya bahagia sekali dan semangat pun setiap kali muncul ketika melihat senyum ceria anak-anak serta saya pun sangat senang sekali dengan aktivitas sosial. Saya pun mulai memahami peran hidup saya di muka bumi adalah sebagai pengajar dan inspirator.
Misi Hidup : memberikan manfaat kepada orang lain
Bidang : Pendidikan anak
Peran : Pengajar dan inspirator

d. Setelah menemukan 3 hal tersebut, susunlah ilmu-ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut.
Untuk bisa menjadi ahli di bidang pendidikan anak, ada beberapa tahapan ilmu yang harus saya kuasai yaitu :
1) Ilmu tentang perkembangan anak untuk memahami stimulus-stimulus pendidikan yang tepat yang bisa diberikan kepada anak sesuai dengan usia dan potensinya.
2) Ilmu tentang psikologi anak untuk memahami karakter anak sehingga pendidikan dapat dilaksanakan sesuai dengan karakter anak
3) Ilmu tentang pendidikan untuk memahami pelaksanaan pendidikan yang tepat
4) Ilmu tentang pengembangan potensi anak sejak dini
5) Ilmu tentang komunikasi/pendekatan dengan anak

e. Tetapkan Milestone untuk memandu setiap perjalanan anda menjalankan Misi Hidup
Usia saya saat ini 25 th. Saya berkomitmen 5 tahun ke depan saya sudah bisa menjadi pengajar yang expert di bidang pendidikan anak dan bisa menginspirasi banyak orang.
KM 0-1 : Belajar ilmu perkembangan anak
KM 1-2 : Belajar ilmu psikologi anak
KM 2-3 : Belajar ilmu pelaksanaan pendidikan yang tepat untuk anak
KM 3-4 : Belajar ilmu pengembangan potensi anak sejak dini
KM 4-5 : Belajar ilmu komunikasi dengan anak

f. Koreksi kembali checklist anda di NHW#2, apakah sudah anda masukkan waktu-waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut di atas. Kalau belum segera ubah dan cantumkan.
Alhamdulillah checklist sudah diperbarui.
g. Lakukan, lakukan, lakukan, lakukan
Melalui kelas matrikulasi ini saya merasa selalu dibimbing untuk terus melakukan apa yang sudah dituliskan untuk meraih impian. Ini semakin menguatkan komitmen melalui konsistensi.
Setelah melalui perenungan, itulah jawaban dari hati saya. Semoga saya bisa konsisten dan berkomitmen untuk melakukan apa yang sudah saya tuliskan ini. Aamiin

Selasa, 08 November 2016

VISI HIDUP

Assalamu'alaikum pembelajar...
     Kali ini kita akan membahas tentang visi hidup. Visi hidup merupakan hal yang harus dimiliki oleh setiap individu agar hidupnya menjadi terarah dan bisa menjadi bagian dari pembangun peradaban. Mengapa menjadi bagian dari pembangun peradaban? Sesuai dengan fitrahnya, manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Sehingga dalam membangun peradaban pun akan terasa berat jika dilaksanakan sendiri, maka cara yang bisa dilakukan oleh masing-masing dari kita adalah dengan mengerjakan misi spesifik kita masing-masing. Nah, pertanyaannya? Apa yang menjadi visi hidup kita. Berikut ilustrasinya.
    Visi hidup yang bisa ditanamkan dalam keluarga adalah membangun keluarga yang produktif, harmonis dan banyak manfaatnya sesuai dengan potensi uniknya masing-masing. Karena sejatinya masing-masing dari kita sudah dibekali oleh Allah dengan potensi unik yang bisa dikembangkan dan dimanfaatkan untuk kemaslahatan bersama dalam kehidupan. Oleh karena itu tak perlu kita membandingkan diri/anak/keluarga kita dengan diri/anak/keluarga lain karena masing-masing memiliki keunikan sendiri-sendiri. Untuk mengukur apakah kita/anak kita/keluarga kita menjadi lebih baik adalah dengan membandingkannya dari tahun ke tahun.
     Keberhasilan dalam menggapai visi hidup atau kesuksesan dalam hidup kuncinya bukan pada seberapa banyak harta yang kita miliki, melainkan seberapa BERSUNGGUH-SUNGGUHnya kita dalam menjalankan MISI HIDUP kita. 
    Allah menciptakan manusia dengan fitrah menjadi makhluk sosial bukanlah suatu hal yang kebetulan, pasti ada maksud Allah dengan skenarioNya ini. Salah satunya adalah menghindarkan kita dari sikap sombong, memunculkan rasa peka kita terhadap sesama untuk saling menolong diantara sesama dan sebagainya. Karena sadar atau tidak sadar, keberadaan kita di muka bumi dibutuhkan orang lain. Ada hak orang lain dari dalam diri kita. Kita memang bukanlah makhluk yang sempurna yang bisa melaksanakan segala, kita pun juga membutuhkan orang lain seperti yang tergambarkan dalam ilustrasi di bawah ini. 
     Setelah kita menyadari bahwa keberadaan kita di bumi adalah untuk memberikan manfaat, maka kita harus menjaga amanah dan menjalankannya dengan sepenuh cinta. Untuk menguatkan kita agar senantiasa menjaga dan menjalankan amanah tersebut dengan baik, kita perlu memahami juga misi hidup dan misi keluarga kita. Karena Allah menciptakan kita dan mempertemukan kita dengan pasangan kita saat ini bukanlah hal yang sia-sia, ada misi Allah yang diamanahkan untuk kita jalankan.

    Semoga uraian di atas bermanfaat dan semakin menguatkan kita untuk terus menebar manfaat karena sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain.

*materi tambahan kelas matrikulasi 08 Nov 2016
Sumber Bacaan
_materi matrikulasi membangun peradaban dari dalam rumah, IIP, 2016_

_Tulisan-tulisan Nice Homework #3 dari para peserta matrikulasi IIP, 2016_
_Hasil diskusi penajaman misi hidup dengan bapak Dodik Mariyanto dan Abah Rama Royani_

Scale Up Impact

Assalamu'alaikum Ibu Pembaharu... Pekan kemarin merupakan pekan terakhir perkuliahan di bunsal. Hampir 6 bulan menjalani perkuliahan ini...