Sabtu, 13 Januari 2018

Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak Part#5

Mengenalkan Fitrah Seksualitas 
Sesuai Tahapan Usia Anak
By: Fina, Ika dan Fita


















Tanya Jawab

Mb Rimawanti:
Sejujurnya saya belum menyebut organ vital dengan nama sebenarnya "penis dan vagina".
Saya masih bingung. Adakah teman2 yang sudah menerapkannya untuk anak usia di bawah 7 tahun?

IIP Mb Leila: 
Saya vagina sudah, karena anak-anak perempuan sih. Untuk penis seingat saya sudah, tapi sekilas-sekilas gitu pas jelasin kenapa ada yang pipis di pinggir jalan... Usia anak yang besar 6th.

IIP Mb Pipit2: 
Mengenai penyebutan vagina / penis. Baru saja si kecil setelah saya mandikan pagi dan ia memegang megang vaginanya sambil nyengir2  menghadap saya. Ternyta memang penyebutan kata Vagina / Penis masih banyak yg memandang sebagai hal yg tabu. Pun itu yg terjadi di rumah saya td. Saat saya Mengenalkan nama nya ke anak. Dan di dengar oleh suami. Eh suami malah langsung menghampiri saya sambil bilang "bunda ko ngomong gitu ke Aisyah"
Sekejap saya merasa salah ucap. Tp di kuatkan lg dg materi yg sdg di bahas di kuliah bunsay 🙈
Dan saya lngsung Komunikasi kan ke suami dan ia baru ok.😆
Berasa lolos dr *secuil* tantangan jadinya. 🤩

IIP Mb Fita: saya baru mulai di anak ke3 mba, krn anak 1 & 2 sudah terlanjur dikenalkan eyang yg mengasuhnya dgn bahasa istilah "burung" utk penis. tapi anak ke3 msh 21 bln jadi blm menirukan, smg saat sdh bisa bicara dia menyebut dgn benar. Kita yg harus konsisten menyebut kata itu didepannya😁

IIP Mb Fina: Iya mbak...memang pada umumnya keluarga masih menganggap tabu penyebutan organ seksual. Payudara dengan susu/nenen, penis dengan burung, ataupun vagina dengan pepo/nona manis, dsb tergantung istilah di keluarga tersebut. Namun memang pelan2 kita coba ajarkan istilah yang seharusnya. Agar anak juga tidak bingung lihat burung terbang dengan burung di celana😅
Setuju konsistensi diperlukan dalam membersamai perkembangan anak

IIP Mb Leila: Karena anak-anak suka baca/buka-buka buku, jadinya sering buku itu jadi alat bantu untuk menjelaskan. Misalnya buku atau majalah tentang perawatan bayi, menyusui....

IIP Mb Rita: Maaf mau tanya, bila penyebutan utk jenis kelamin di arahkan pada penyebutan nama keluarganya, misalanya boleh kah. Misal kakak saya yng menikah dengan org batak maka akan menyebut alat kelamin laki lakinya dengan "siregar"

IIP Mb K Yunika: Kl menurut saya sebaiknya nggak mbak. Karena beda konteks dan akan membuat anak bingung.

Review :
Kelompok ini memaparkan fitrah seksualitas anak sesuai dengan tahapan usia anak. Nah ini sangat membantu sekali karena semakin memperjelas pemaparan kelompok 5 tentang tahapan psikologis perkembangan seksualitas sehingga orang tua tahu apa yang harus dilakukan.

Rabu, 10 Januari 2018

Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak Part#4

PENDIDIKAN SEKS SESUAI KAIDAH AGAMA SEBAGAI UPAYA MENJAGA FITRAH SEKSUALITAS

Oleh : Evy Dan Ela

   Pendidikan seksual dapat di maknai sebagai upaya memberikan pengetahuan tentang aspek-aspeknya, pengertiannya, tujuannya serta akibatnya yang meliputi bidang biologis, psikologis dan psikososial dengan menanamkan moral etika serta komitmen agama sehingga hormat terhadap diri.
      Pendidikan seksual di perlukan dengan tujuan untuk membimbing dan mengasuh seseorang agar mengerti tentang arti, fungsi dan tujuan seksual sehingga dapat menyalurkannya secara baik, benar dan tidak illegal.
  Teori psikoanalisis Sigmund Freud membagi tahapan perkembangan kehidupan seksual manusia menjadi 5 fase :
1. Fase Oral ( 0-1  tahun ).
Fase dmn kepuasan fisik dan emosional terfokus pada daerah mulut.
2. Fase Anal ( 1-3 tahun ).
Sensasi dari kesenangan berpusat pada daerah anus dan segala aktivitas yang berhubungan dgn anus.
Anak mulai di kenalkan toilet training.
3. Fase Phalic ( 3-6 tahun ).
Masa di mana alat kelamin merupakan bagian paling penting. Masa Ini sangat penting untuk perkembangan identifikasi jenis kelamin pada anak.
4. Fase Latency ( 7-10 tahun ).
Masa di mana kebutuhan seksual anak sudah tdk terlihat lagi. Anak di harapkan sudah dapat mengindentifikasi dirinya dengan baik dan mulai melakukan kegiatan dengan jenis kelamin yang sama dengan nya.
5. Fase Genital ( 10-15 tahun )
Masa di mana mulai ada ketertarikan dengan lawan jenis

Konsep Pendidikan Seks Dalam Perspektif Islam

Pengertian pendidikan seks tidak bisa dilihat dalam arti sempit yaitu membahas tentang jenis kelamin ataupun cara dan posisi dalam melakukan hubungan seksual, namun justru pendidikan seks sebagai usaha untuk membimbing seseorang agar dapat mengerti benar-benar tentang arti dan fungsi kehidupan seksnya sehingga dapat menggunakannya dengan baik selama hidupnya, singkat kata semua ada pedomannya atau aturannya.
💡Penerapan pendidikan seks menurut kaidah agama Islam :
  1. memberi nama yang baik sesuai jenis kelaminnya.
  2. mengajarkan toilet training
  3. mengkhitan dan mendidik menjaga kebersihan alat kelamin
  4. menanamkan rasa malu
  5. melarang anak laki2 menyerupai anak perempuan
  6. pengajaran pendidikan seks melalui sholat
  7. memisahkan tempat tidur anak
  8. mengenalkan waktu berkunjung ke kamar orang tua ( meminta izin di 3 waktu )
  9. mendidik anak agar selalu menjaga pandangan mata
  10. memerintahkan anak perempuan berhijab bila telah baligh 
    Pentingnya akan pemahaman konsep diri  anak akan berpengaruh terhadap perilaku seksualnya dimasa dewasanya. Konsep diri ini terbangun sejak anak usia 1 tahun, dimana anak mulai mengidentifikasikan dirinya sesuai jenis kelamin. Pemahaman konsep diri tersebut dapat berupa mengidentifikasi dirinya sendiri (laki-laki atau perempuan), menghargai dan menghormati dirinya sendiri, memahami perilaku-perilaku yang mungkin berpotensi merendahkan dan mengacu kepada pelecehan seksual.
  Dengan demikian pendidikan seks yang diberikan harus sesuai dengan tingkat pemahaman dan usia anak sebagai upaya untuk menjaga fitrah seksual serta mencegah dari terjerumusnya perilaku yang menyimpang yang dapat memicu terjadinya kekerasan dan pelecehan seksual pada anak.

Sumber :
- Camelia  Lely dan Ine Nirmala Penerapan pendidikan seks anak usia dini menurut perspektif Islam, 2017
https://id.theasianparent.com/pendidikan-seks-dalam-perspektif-islam/

https://www.dakwatuna.com/2012/06/27/21327/pendidikan-seksual-untuk-anak-kenapa-tidak/amp/

SESI PERTANYAAN :
1. Mba kartini :  pengajaran pendidikan seks melalui sholat, maksudnya bagaimana ya? 
Jawaban :  Pada usia 7 tahun,saat anak sudah dibiasakan untuk sholat 5 waktu. Dimana dalam sholat ada shaff untuk laki2 dan perempuan. Dari situ kita bisa memberikan penjelasan ke anak mengapa dibedakan shaffnya, bagaimana batasan aurat untuk laki2 dan perempuan , kemudian saat anak mulai sholat, berarti anak harus sudah mengerti bahwa dia harus berwudhu, bersih dari najis..bagain2 tubuh mana saja yg harus dibersihkan
maksudnya pengajaran fitrah seksualitas yah. karena kemarin saya cari literatur kalau pendidikan seks adalah informasi terjadinya pembuahan, kehamilan, melahirkan dll. 
2.  Mba  leila niwanda  : Pada fase anal, bagaimana agar kesenangan itu tidak berkembang menjadi kesenangan yang menyimpang? Bagaimana penyampaiannya ke anak seusia itu?
Jawaban :  Pertama2 anak hrs di edukasi ttg tubuh dan fungsi nya, penyampaiannya bisa melalui bantuan media lain,seperti ensiklopedi tubuh manusia . Saat menyampaikan kita bisa menambahkan bagaimana jika organ tubuh tdk di gunakan sesuai fungsi nya, jadi titik tekannya adalah membuat anak memahami bahwa anus seperti juga alat kelamin atw organ tubuh lainnya mempunyai fungsi dan harus di gunakan sesuai fungsi nya.
 Pengalaman dari Mba Evi dengan memberikan penjelasan ke anak bisa lebih efektif saat anak sedang bab atau bak. Diberi penjelasan bahwa area anus hanya digunakan saat kita punya hajat
3. Mba Aini :  Anak saya usia 21 bulan. Belakangan ini lbh sering terlihat sering memperhatikan daerah kemaluannya. Berarti memang masanya?? Nah di awal saya sempat keceplosan langsung bilang "eh aisyah lg apa? Gak boleh gtu nak... Jgn pegang gitu.." Astagfirullah..  Terus pas kesini kesini saya mencoba untuk tanya dlu ke dia. "Kenapa nak, sakit? Gatel?" Terus dy mengalihkan dg aktivitas lain.Harusnya gmn ya bun? 🙈
Jawaban : 21 bulan berarti kurang dr 2 thn y mbak. Kl menurut saya sebaiknya memang respon kita tdk langsung melarang tetapi bisa di komunikasi kan dulu.  Seperti knp adek pegang penis/ vaginanya?  Dr jawaban anak kita bisa gali lagi
Saat anak memasuki fase phalic atau kenikmatan di dapat di area genital..orang tua dapat mengalihkan anak dengan bermain atau kegiatan lainnya agar si anak mengalihkan perhatiannyaa dari memainkan alat genitalnya
 Apakah ada masalah di alat kelamin nya, misal Ada yg terasa sakit atw hanya sebatas keingintahuannya saja. Jika hanya ingin tahu ortu bisa menjelaskan secara ilmiah. Dan dengan bahasa yang mudah serta tidak mengganti istilah2 genital dengan istilah lain.

Review:
Kelompok 4 memberikan pemaparan tentang pendidikan seks sesuai kaidah agama. Hal ini memberikan pencerahan bagi saya terkait pendidikan seks dari sudut pandang agama meskipun ternyata memang tak jauh beda dengan yang sudah dipaparkan oleh kelompok sebelumnya.
Tetapi kelompok 4 memberikan penjelasan tentang fase perkembangan psikologi seksual yang memudahkan kita untuk mengamati anak kita dan membantu kita utk mengontrol anak kita.

Selasa, 09 Januari 2018

Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak Part#3

Mengajarkan Anak Melindungi Diri dari Kekerasan Seksual 
Oleh : Kartini dan Widya


        Banyak hal yang perlu kita ajarkan pada anak-anak selama masa tumbuh kembang mereka seperti berbuat baik, kejujuran, jangan menerima makanan ataupun minuman dari orang yang tidak dikenal dan yang tidak kalah penting adalah pendidikan seksual untuk anak.
💡 Apa yang bisa orangtua lakukan untuk membuat anak sadar bahaya pelecehan seksual?
  1. Ajarkan anak tentang anatomi tubuhnya. Dengan mengajarkan anak nama-nama yang tepat untuk setiap bagian tubuh, mereka akan lebih akurat saat menceritakan apa yang terjadi pada mereka jika seseorang melecehkan mereka. Dengan menggunakan istilah anatomi yang sesuai, semua orang yang terlibat akan memahami persis apa yang anak-anak maksud guna meminimalisir kemungkinan salah tafsir. Misalnya, akan jauh lebih jelas jika seorang anak bisa melaporkan pelecehan yang terjadi dengan, “orang itu menyentuh vaginaku dengan penisnya” dibanding dengan jika ia mengatakan “orang itu pegang burungku.”
  2. Ajarkan anak mengenai batasan. Prinsip yang paling utama yang harus Anda ajarkan sejak dini adalah tubuh adalah milik pribadi, bahwa setiap manusia memiliki hak untuk menentukan apa yang bisa dan akan mereka lakukan terhadap tubuhnya masing-masing, siapa yang boleh menyentuhnya, dan bagaimana orang lain menyentuh tubuh mereka. Hak setiap anak harus dijamin dan diperlakukan sama, layaknya orang dewasa.
  💐 Mana sentuhan yang baik dan yang tidak baik? 💐
Sentuhan yang baik adalah sentuhan yang bisa memberikan kita kenyamanan dan merasa dipedulikan. Jelaskan pula pada anak bahwa terkadang, sentuhan yang baik bisa saja terasa sakit, misalnya, saat membersihkan luka. Memang sakit, tapi akan membuat ia jadi lebih baik.
Sedangkan sentuhan yang tidak baik adalah sentuhan yang menyakitkan, baik secara fisik maupun emosional. Contohnya: saat seseorang memukul, mencubit, atau menendangnya.
Satu jenis sentuhan lainnya adalah sentuhan yang tidak diinginkan, yang biasanya adalah sentuhan yang baik, tapi tidak diinginkan untuk saat ini. Misalnya, diayunkan di ayunan rasanya sangat menyenangkan, tapi jika dilakukan setelah makan siang, mungkin anak Anda akan merasa pusing dan mual, makanya mereka cenderung tidak menginginkannya.
❌ Mana yang termasuk pelecehan seksual?
Sentuhan pelecehan seksual adalah jenis-jenis sentuhan yang membuat anak-anak takut, cemas, atau gelisah di bagian-bagian tubuh privat (yang biasanya tertutup pakaian sehari-hari, termasuk baju renang)

Hal-hal yang perlu dijelaskan kepada anak :

  1. sentuhan ini mungkin seperti “baik”, tapi terasa tidak nyaman
  2. jika seseorang menyentuh mereka dan kemudian meminta mereka untuk menjaga rahasia tentang sentuhan tersebut, maka sentuhan tersebut adalah pelecehan seksual.
  3. Terangkan dengan jelas bahwa  pelecehan seksual juga bisa terjadi jika mereka disentuh saat mereka menggunakan pakaian lengkap, contohnya seseorang meraba celana atau rok mereka.
💐 Ajarkan anak berkata tidak 💐
Ajarkan anak bahwa mereka memiliki hak untuk menolak dan berkata tidak. Mayoritas kasus pelecehan anak dilaporkan berdasarkan paksaan dan bukan kekerasan fisik. Mengajarkan anak untuk bisa berkata “tidak!” dengan jelas dan tegas dapat memberikan perbedaan yang signifikan di banyak situasi.
Memang ada beberapa batasan jelas di mana anak tidak bisa berkata tidak, dan disinilah kebingungan orangtua bisa terjadi. Saat berdiskusi dengan anak, perjelas bahwa mereka bisa bilang tidak kepada siapapun yang ingin mencium mulut, menyentuh vagina, penis, dada, atau bokong mereka, atau bagian-bagian tubuh lainnya yang biasanya tertutupi pakaian. Perjelas pula bahwa mereka punya hak untuk menolak dengan keras jika orang tersebut mengatakan bahwa sentuhan ini aman dan tidak akan membuat mereka dihukum. Ajari anak untuk mempercayai insting mereka dan jika sesuatu terasa aneh, katakan tidak.
Selalu dampingi anak di kehidupannya
💡Sisihkan sebagian waktu Anda untuk bersama anak di mana mereka bisa mendapatkan perhatian penuh dari Anda. Pastikan kepada mereka bahwa mereka bisa curhat kapan saja mengenai segala hal yang terjadi di keseharian mereka, atau jika mereka memiliki pertanyaan tertentu, atau jika mereka merasa seseorang membuat mereka merasa tidak nyaman. 
💡Pastikan pula bahwa mereka tidak akan mendapat masalah jika menceritakan hal-hal tersebut. Banyak pelaku pelecehan yang menggunakan trik ancaman atau suap agar korbannya menjaga rahasia tentang kekerasan yang mereka alami. 
💡Selalu ingatkan anak bahwa tidak apa-apa untuk berbicara dengan Anda, terlepas dari apapun topik pembicaraannya. Dan ingat, peran Anda sebagai orangtua adalah untuk selalu tepati janji dan jangan berikan hukuman saat mereka bicara jujur dengan Anda.
Referensi :
1. https://hellosehat.com/parenting/tips-parenting/ajarkan-anak-lindungi-diri-dari-kekerasan-seksual/
2. https://www.ayahbunda.co.id/balita-tips/lindungi-anak-dari-kejahatan-seksual
3. http://id.theasianparent.com/pendidikan-seks-dalam-perspektif-islam/
4. https://mobile.twitter.com/unicefindonesia/status/597273127211569153

Referensi lagu :  https://youtu.be/oNZZ1ED9vuE

Tanya jawab :
1. Mba Aini :  Bisa dimulai pada usia berapa mengenalkan balita mengenai hal-hal yang berhubungan dengan seksualitas (terutama dalam mengenalkan batasan2nya)?
Jawaban : Mengenaikan balita  mengenalkan balita mengenai hal-hal yang berhubungan dengan seksualitas (terutama dalam mengenalkan batasan2nya pada saat Mengajarkan toilet training kepada anak adalah awal pengenalan sex…sambil dicebokin, anak dikenalkan dengan organ paling berharga yg tdk boleh disentuh orang lain kecuali ayah bunda atau org yg biasa memandikan atau menceboki…dan disentuh ini krn darurat…ade blm bisa membersihkan sendiri…. Hal ini bisa dimulai pada usia 2 tahun, 
Untuk waktu yang tepat adalah sedini mungkin, Pada usia 3-4 tahun, saat anak mulai memerhatikan sekitarnya, dia akan mulai belajar untuk mengenali tubuhnya sendiri dan membandingkan diri dengan teman-temannya. Pada saat itulah sangat mungkin baginya untuk bertanya tentang perbedaan tubuh pria dan wanita seperti  Kenapa rambut anak laki-laki pendek, sedangkan rambut anak perempuan panjang? Kenapa anak laki-laki memiliki penis, sedangkan temannya yang perempuan tidak?
2. Mba Natie : Apakah fitrah seksualitas itu sama dengan pendidikan sex?
Jawaban :
✅ Seksualitas adalah bagaimana seseorang bersikap, berfikir, bertindak sesuai dengan gendernya.
Fitrah seksualitas keperempuanan adalah bagaimana seseorang perempuan itu berfikir, bertindak, bersikap, berpakaian dll sebagai seorang perempuan. Fitrah seksualitas kelelakian adalah bagaimana seseorang lelaki itu berfikir, bertindak, bersikap, berpakaian dll sebagai seorang lelaki.
Secara fitrah seksualitas seseorang hanya dilahirkan sebagai lelaki atau sebagai perempuan, tidak ada jenis kelamin lainnya. Jika ada orang yang mengatakan bahwa homo atau lesbian atau lainnya adalah bawaan lahir, itu sesungguhnya ia telah menyimpang fitrahnya.
✅ Pendidikan seksual adalah adalah suatu informasi mengenai persoalan seksualitas manusia yang jelas dan benar. Informasi itu meliputi proses terjadinya pembuahan, kehamilan sampai kelahiran, tingkah laku seksual, hubungan seksual, dan aspek-aspek kesehatan, kejiwaan dan kemasyarakatan.
Referensi :
https://www.google.com/amp/s/ekoharsono.wordpress.com/2017/08/07/mendidik-fitrah-seksualitas/amp/
http://belajarpsikologi.com/pentingnya-pendidikan-seks/

3. Mba Rima  : Bagaimana tips memisahkan tidur anak? Anak saya laki2 7,5 tahun, perempuan 5 tahun dan laki2 3,5 tahun. nah si bungsu maunya tidur sama saya dan membuat kakak2nya cemburu. jadi hingga saat ini kami masih tidur sama2 🙈 PR banget nih buat kami.
Jawaban : Komunikasi dengan anak, kenapa harus tidur terpisah?
Awal mulai pasti berat, karena anak sudah terbiasa. Jadi komunikasi memegang peranan penting. Saat anak tidur diawal lakukan hypnosis terhadap anak kita atas izin Allah, kakak bisa tidur sendiri, anak mama hebat, berani tidur sendiri, mama disini. kakak aman 
- siapkan kamar seaman dan senyaman mungkin untuk anak
- lakukan rutinitas sebelum tidur seperti membaca buku, mendongeng, sikat gigi. buat anak merasa nyaman. 
- Berikan pujian jika anak berhasil melakukannya.
Referensi :
http://sayangianak.com/6-cara-yang-membiasakan-anak-tidur-sendiri-2/

4. Mba Fina :  Mengenai sentuhan...utk anak laki2 balita atau anak yg blm bisa mandi sendiri dgn baik kdg msh dimandikan oleh pengasuh. Bgmn menjelaskan ke anak bhw itu bkn termasuk sentuhan pelecehan sexual. Makasih mbak🙏🏽
Jawaban pertanyaan mba fina : dalam materi sudah dipaparkan bagaimana memberi tahu anak bahwa ini sentuhan yang boleh dan tidak serta mana sentuhan yang tidak termasuk pelecehan seksual. Dalam kasus ini tentunya kitat memberi pengertian pada anak bahwa babysister atau pengasuh hanya menolongnya ade atau kakak saat mandi agar badan bersih dan sebagainya dan ini tidak termasuk dalam pelecehan seksual. Berbeda saat orang yag tidak dikenal atau teman yang dengan sengaja menyentuh bagian2 yang terlarang .

Review :
Pemaparan kelompok 3 ini melengkapi pemaparan sebelumnya. Jika kelompok sebelumnya memaparkan tentang bagaimana cara kita sebagai ortu untuk membangkitkan fitrah seksualitas anak, kelompok 3 menambahkan penjelasan cara kita sebagai ortu untuk membentengi anak dari kekerasan seksual dengan beberapa cara yang sudah dipaparkan. Dan ini aplikatif sekali sehingga memudahkan untuk segera menerapkannya ke anak2 kita.

Senin, 08 Januari 2018

Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak Part#2

Paparan Materi Kelompok 2
By : Rita Fitriah Dewi & Winarti


Apa saja tantangan yang kita hadapi saat ini berkaitan dengan gender?
Penyimpangan orientasi seksual

Apa itu fitrah seksualitas?Seberapa pentingkah untuk kita bangkitkan?
Setiap anak lahir dengan fitrahnya masing-masing. Tugas orangtua adalah membangkitkan fitrah yang dimiliki anak, agar fitrah-fitrah tersebut mampu berkembang optimal.

Fitrah seksualitas adalah bagaimana seseorang berpikir, merasa dan bersikap sesuai dengan fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati.

Ada tiga tujuan utama yang ingin dicapai pada pendidikan fitrah seksualitas :

  1. membuat anak mengerti tentang identitas seksualnya. Anak bisa memahami bahwa dia itu laki-laki ataupun perempuan.
  2. mengenali peran seksualitas yang ada pada dirinya. Anak mampu menempatkan dirinya sesuai peran seksualitasnya. Seperti cara berbicara, cara berpakaian atau merasa, berpikir dan bertindak. Sehingga anak akan mampu dengan tegas menyatakan "saya laki-laki" atau "saya perempuan".
  3. mengajarkan anak untuk melindungi dirinya dari kejahatan seksual.

Bagaimana cara membangkitkan fitrah seksualitas pada anak?
Membangkitkan fitrah seksualitas anak bisa dimulai sejak mereka dilahirkan.Pada framework pendidikan berbasis fitrah, membangkitkan fitrah seksualitas pada anak berbeda menurut tahap usia anak masing-masing.

Ada tiga tahapan usia anak yaitu tahap pra latih (0-2 tahun dan 3-6 tahun), tahap pre aqil baligh 1 ( 7-10 tahun) dan tahap pre aqil baligh 2 ( 11-14 tahun).

Bagaimana Solusinya?
- perkuat ketahanan ayah ibu
- menyicil "hutang jiwa" dan merumuskan ulang tujuan pengasuhan kita
- komunikasi produktif (baik, benar dan menyenangkan)
- mengajarkan agama sendiri
- pilihlah teman dan lingkungan yang baik untuk anak kita

Referensi :
1. Harry Santosa, Fitrah Based Education.
2. youtube chanel Diah H Soehadi, https://youtu.be/Kb7zWBolJvM
3. http://www.ummi-online.com/membangkitkan-fitrah-seksualitas-pada-anak-bagian-2.html

Sesi  Pertanyaan
1. Mba Eka
Pertanyaan : Mohon penjelasannya mengenai menyicil "hutang jiwa "
Jawab : Jadi itu maksud "hutang jiwa" berhubungan dengan usaha memperbaiki kesalahan2 Ayah Bunda dalam pengasuhan yang sudah lewat.

2. Mba Leila
Pertanyaan : Bagaimana dengan keterampilan tertentu yang kadang identik dengan gender tertentu, seperti memasak, menjahit = urusan perempuan, memompa sepeda, memperbaiki keran = ayah. Apa tetap perlu dikenalkan ke anak sesuai gender tertentu saja, atau tetap apa pun jenis kelaminnya, anak tetap perlu belajar?
Jawab: sependek pemahaman kami, keterampilan bisa diberikan pada anak laki2 atau perempuan misalnya memasak. Dengan tetap memperhatikan tujuan dari keterampilann tersebut maka baik anak laki laki maupun anak perempuan tetap bisa terampil mengerjakannya.

3. Mba Pipit
Pertanyaan : Solusi di poin terakhir adalah: pilihlah teman dan lingkungan yang baik u anak kita.
Bagaimana jika kita ternyta sdh berada di lingkungan yang  saya sendiri kadang bilang ke suami "kayaknya anak ini kurang baik deh  kalau terus bermain dg anak kita."
Apa sebaiknya kita pilihkan siapa aja anak kita bisa berteman. Atau ttp membiarkan dlu mereka bermain bersama. Dimana dilingkungan saya sendiri anak saya termasuk anak yg paling kecil diantara anak sekitar.

Jawab:
Orang tua sebagai penanggung jawab utama tetap harus memberi ruang yang baik utk mereka bisa bersosialisasi dgn pedampingan dan monitoring melalui komunikasi produktif. Jika ada kejadian yg menyimpang maka kerjasama sesama orang tua utk membicarakan dan mengantisipasi resiko yg berbahaya


Review:
Dari kelompok 2 ini, kami dapat memahami tentang permasalahan yang bisa ditimbulkan berkaitan dengan gender. Oleh karenanya kelompok 2 memaparkan tentang bagaimana caranya membangkitkan fitrah seksualitas pada anak. Tambahan ilmu bagi saya sehingga jadi tahu kapan dan bagaimana menjaga fitrah seksualitas bagi anak.

Minggu, 07 Januari 2018

Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak Part#1

Membangkitkan & Merawat Fitrah Seksualitas
Dipresentasikan oleh Leila, Mumun, dan Neng Mardianis (Kelompok 1)

Apa itu fitrah seksualitas dan seberapa penting kita bangkitkan?
Fitrah ter-install sebagai potensi bawaan (human nature) yang baik (innate goodness atau original goodness). Fitrah adalah apa yang menjadi kejadian atau bawaan manusia sejak lahir atau keadaan semula jadi. Salah satu fitrah yang dibawa oleh manusia sejak lahir adalah fitrah seksualitas. Setiap anak dilahirkan dengan jenis kelamin lelaki dan perempuan. Bagi manusia, jenis kelamin atau gender ini akan berkembang menjadi peran seksualitasnya. Bagi anak perempuan akan menjadi peran keperempuanan dan kebundaan sejati. Bagi anak lelaki menjadi peran kelelakian dan keayahan sejati.
Dalam perkembangannya, sebagian golongan menolak pandangan bahwa gender dibangun berdasarkan jenis kelamin biologis, bahkan pandangan ini dianggap melebih-lebihkan perbedaan biologis dan membawa perbedaan tersebut ke dalam domain yang tidak relevan. Menurut  mereka, seharusnya tidak ada alasan biologis untuk mengharuskan perempuan menjadi lembut dan laki-laki harus tegas. Maka sebagai hasil konstruksi sosial, gender tidak bersifat alami dan karenanya bersifat lentur dan bisa berubah. (Penelope Eckert and Sally McConnell-Ginet, 2003:10).
Hal ini sejatinya tidak sejalan dengan fitrah manusia. Dalam QS. An Nisa' : 34 tertulis bahwa: “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, karena Allah telah melebihkan kaum laki-laki dari kaum perempuan, dan karena laki-laki telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.”
Kemudian pada ayat 1: Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak.
Kitab suci telah menjadi bukti utama bahwa pembagian peran berdasarkan gender bukanlah sesuatu yang sekadar kebiasaan, melainkan justru sesuatu yang indah dan telah diatur oleh-Nya agar masing-masing bisa mengambil peran sesuai dengan fitrahnya sebaik mungkin dan membantu terciptanya keseimbangan yang harmonis.

Apa saja tantangan saat ini berkaitan dengan gender?
Pada masa sekarang, ada pula yang menganggap bahwa orientasi seksual yang lain dari yang ‘biasa’ (laki-laki kepada perempuan dan sebaliknya) adalah juga merupakan kodrat atau fitrah. Padahal jelas, secara logika, bentuk kelamin saja wanita dan pria sudah diciptakan berbeda untuk berpasangan dengan tujuan reproduksi. Akal sehat juga sulit menerima alasan hormonal dan adanya perilaku homoseksual pada hewan sebagai pembenar. Nurani juga menolak, karena perilaku menggauli sesama jenis adalah menjijikkan dan menimbulkan rasa bersalah serta aneh. Juga bayangkan psikologis kejiwaan anak anak yang lahir dari "sewa rahim" atau "donor sperma" yang digadang gadang pelaku perkawinan sejenis sebagai solusi ketidakproduktifan mereka. Syariah jelas menolak keras, lihatlah kasus kaum Sodom di era Nabi Luth AS menjadi pelajaran nyata. Secara fitrah, manusia sudah disiapkan untuk menegakkan peradaban di muka bumi melalui lahirnya keturunan atau generasi melalui keluarga dari pernikahan lelaki dan perempuan. Maha Suci Allah dari penciptaan yang sia sia.

Perilaku gay bukan diakibatkan bawaan lahir atau Genetis, tetapi toeri BioGen sering disebutkan agar publik menerima eksistensi kaum gay. Mereka menyebutnya dengan teori ‘gen gay’ (gay gene theory) atau teori ‘lahir sebagai gay’ (born gay). Benarkah Gay itu Fitrah atau Bawaan Lahir? Mari kita simak sejumlah penelitian berikut.

Tahun 1899, adalah ilmuwan Jerman, Magnus Hirscheld memperkenalkan teori “born gay”. Dia menegaskan bahwa homoseksual adalah bawaan sehingga dan dia menyerukan persamaan hukum untuk kaum homoseksual. Teori ini tanpa landasan ilmiah sama sekali. Pada tahun 1991, dua orang periset Dr Michael Bailey & Dr Richard Pillard melakukan penelitian untuk membuktikan apakah homoseksual diturunkan alias bawaan. Yang diteliti dua periset ini adalah pasangan saudara –kembar identik, kembar tidak identik, saudara-saudara biologis, dan saudara-saudara adopsi – yang salah satu di antaranya adalah seorang gay. Riset ini menyimpulkan adanya pengaruh genetik dalam homoseksualitas namun gagal mengungkap faktor genetik sebagai penentu.
Femininitas dan maskulinitas harus dikelola dengan baik. Seorang lelaki perlu juga memiliki sifat femininitas, misalnya dalam memimpin, karena dalam mengelola organisasi perlu sifat mengayomi dan mengasihi. Seorang perempuan juga memiliki sifat maskulinitas, yaitu keberanian buat berkata tidak.
Atas izin Allah, pada umumnya anak laki-laki dekat dengan ibu, anak perempuan dekat dengan ayah. Orangtua memberi contoh bagaimana bersikap sesuai gender, jangan sampai tertukar.
Media edukasi
Dalam menangani tantangan, tidak bisa kita bergerak sendiri. It takes a village to raise a child. Sejumlah media edukasi yang dapat digunakan antara lain:
✓ Family Project
✓ Coaching Group
✓ Coaching one on one
✓ Diskusi bersama.

Solusi untuk menjawab tantangan dalam merawat fitrah seksualitas
Pertama, jelas, bergandengan tanganlah dengan orang terdekat. Suami, istri, tetangga atau teman yang satu visi.
Iqra, baca dengan matang konsep yang ada dalam kitab suci, tanyakan pada ulama jika ada yang belum jelas, rajin terus memutakhirkan ilmu dunia yang juga terus berkembang, termasuk mengambil pelajaran dari kasus-kasus yang sudah ada.




Referensi :
1. Buku Fitrah Based Education
2. Workshop Fitrah Based Education
3. Majelis Dhuha Keluarga
4. https://thisisgender.com/gender/
5. https://m.facebook.com/groups/107059299375674?view=permalink&id=877302135684716

Pertanyaan:
1.  Anna Andriani
Pertanyaan :  Bisa diberikan contoh detail membangunkan fitrah seksualitas utk usia 11-14 tahun?
Jawaban :
IMHO, Fase ini masuk pd pra Aqil Baligh 2, fase pengujian fitrah.
Jika 7-10 dekat sesuai gender, krn Laki2 hrs Belajar mjd sejatinya Laki2 & perempuan hrs Belajar mjd sejatinya perempuan
Usia 11-14, dibalik krn Laki2 musti faham sifat2 perempuan dr ibunya, biar dia nantinya bisa memahami istrinya
Perempuan 11-14 hrs dekat dg Ayah, biar dia tau Laki2 dr sisi Laki2 Anak2 perempuan yg tak dekat dgn Ayah nya diusia trsbt berpotensi 6* lebih besar utk jatuh ke pelukan laki2 lain
 (menurut risèt yg dipaparkan Ustadz Hari waktu WS FBE, mohon dicek lg)

2. Kartini
Pertanyaan :  Media edukasi menangani tantangan ini salah satunya dengan family project, contohnya seperti apa family project untuk menangani tantangan fitrah seksualitas?
Jawaban :
Disesuaikan dg range usianya. Misal bikin Family Project:
>>Anak Laki2 dg Ayahnya benerin Kran rusak, kipas angin : melatih menjadi Laki2 yg sejatinya Laki2.
>>Diajak naik gunung, ikut karate, taekwondo, dll
>>Mengamati saat Menjadi Leader Dr sebuah Project dg teman2nya
3. Annie Silvia
Pertanyaan :  usia 7-10 tahun,  teknis membangun fitrah seksualitas anak adalah mendekatkan anak sesuai gender.  Nah klo kasus saya yang sedang LDR-an,  saya yang akan cenderung membersamai anak-anak.  Nah,  kedekatan disini dilihat dari dimensi frekuensi waktunya atau bagaimana yaa mba?

Jawaban : Di usia 11-14 tahun, kedekatan 'disilang' dengan orangtua yang berbeda jenis kelamin agar bisa belajar tentang peran gender lain. Misalnya, anak perempuan akan melihat bagaimana ayah mengayomi, menjadi pemimpin, sehingga dia tidak mudah terbujuk oleh sosok lelaki lain, sekaligus menjadi filter baginya untuk jodohnya kelak. Sedangkan anak lelaki bisa belajar bagaimana peran seorang ibu dengan perasaannya, dengan pendekatan yang cenderung lebih lembut dan banyak berkata-kata. Mnrt Ustad Aad, saat Quality Time sang Ayah musti optimal membersamai sang putra. Bunda meneguhkannya saat Ayah sdg LDR. Juga intensitas komunikasi jarak jauhnya ditingkatkan. Jl perlu ada figur pengganti Ayah yg srg ketemu, misal paman atau kakeknya yg mengajak dia utk berlatih mjd Laki2 sejati.

Review :
Pemaparan yang disampaikan oleh kelompok 1 mudah dipahami dan jelas. Ditambah dengan slide power point referensi dari ustadz andriano yang sangat menawan. Sebagai kelompok pertama yang mengawali presentasi materi level 11, materi yang disampaikan sudah berasa masuk pada inti dari materi level 11.

Jumat, 22 Desember 2017

Aliran Rasa Level 10

   Saat mengetahui materi di level 10 adalah tentang mendongeng untuk membentuk karakter anak, saya pun langsung menyampaikan ke suami perihal kebiasaan mendongeng untuk anak. Suami pun antusias untuk melaksanakan tantangannya karena sebelum dapat materi ini kami juga sedang membahas tentang mendongeng dan pingin melakukannya setiap hari.
   Nah saat tantangan berlangsung, meskipun saya juga mendongeng untuk azhima, ia pun terkadang juga mendongengkan azhima saat sedang bermain bersama atau menjelang tidur.
  Materi level 10 ini sangat bermanfaat sekali bagi keluarga kami seperti materi-materi sebelumnya. Kami berusaha merutinkan untuk mendongeng meskipun dongengnya seringkali spontan tanpa perencanaan. Semoga seiring berjalannya waktu bisa mendongeng yang lebih baik lagi. Selain itu di level 10 ini juga mengasah daya imajinasi kami sekaligus kreativitas kami. Terimakasih bu septi dan tim di IIP beserta fasil.

Jumat, 15 Desember 2017

Mendongeng Part#10

   Seperti biasanya saat sedang bermain dengan azhima, jika sudah kelihatan jenuh, saya mendongeng buat azhima.

****
"Dek, bunda punya cerita", ucapku memulai dongeng. Azhima pun merespon panggilanku. Ia lalu menatapku. Aku melanjutkan ceritanya.
Suatu hari tho dek ada burung yang sedang terbang bersama induk dan teman-temannya. Saat terbang, ada seekor burung yang sayapnya terluka. Akhirnya, ibu burung mengajak burung tersebut istirahat dan mengobati lukanya. Sementara ia bermain dulu sama ibunya. Hingga keesokan harinya lukanya berangsur sembuh dan ia pun bermain lagi sama teman-temannya. Burung itu berterimakasih pada ibunya karena sudah merawatnya. "Begitu dek ceritanya, jadi azhima baik-baik juga ya sama bunda", ucapku menutup cerita.
*****

#Tantangan10Hari
#Hari10
#Level10
#KuliahBunSayIIP
#GrabYourImagination

Scale Up Impact

Assalamu'alaikum Ibu Pembaharu... Pekan kemarin merupakan pekan terakhir perkuliahan di bunsal. Hampir 6 bulan menjalani perkuliahan ini...