Selasa, 28 September 2021

Identifikasi Aksi

 Assalamu'alaikum ibu pembelajar

Sampailah sudah saatnya berAksi. Untuk menguatkan langkah Aksi tim Lentera ibu, kami membuat Highlights dan Key Updates "Nyalakan Cahaya dari Qalbu dengan Lentera". Lentera disini merupakan kependekan dari 3 emosi positif yang ingin kami kampanyekan yaitu Lengkapi syukur (syukur/gratitude), tenangkan jiwa (ketenangan/serenury), rasakan dan tebarkan cinta (cinta/love). Berharap dari 3 emosi positif ini bisa menjadikan ibu memanajemen emosi negatif dengan baik.


Kami memberikan judul "Nyalakan Cahaya dari Qalbu" untuk kampanye yang akan kami lakukan sesuai tagline dari Lentera Ibu. Kampanye ini bertujuan untuk memunculkan emosi positif dari dalam diri melalui LENTERA. Berikut penjelasan lengkapnya.


Untuk memperkenalkan tim Lentera ibu dan sebagai wadah tim kami untuk berkarya serta menebar manfaat, kami membuat beberapa media sosial yaitu website, instagram dan fanpage. Follow ya buk agar kami bisa menebar manfaat lebih luas lagi 😊.


Setelah kami mengidentifikasi aksi, menentukan gerakan yang akan kami jalankan lalu kami melakukan analisis SWOT terhadap aksi kami untuk mengetahui apa saja kekuatan, kelemahan, keuntungan dan ancaman dari gerakan kami. Berikut analisis SWOTnya.








Untuk sementara ini kami belum membutuhkan pendanaan. InsyaAllah kami akan memulai gerakan campaign tanggal 7-26 Oktober dan akan ada kelas pendampingan. Follow medsos kami ya bun untuk mengikuti update terbaru dari gerakan kami😊.

Lentera ibu, nyalakan cahaya dari qalbu

#materi5

#identifikasiaksi

#ibupembaharu

#bundasalihah

#darirumahuntukdunia

#hexagoncity

#institutibuprofesional

#semestaberkaryauntukindonesia

#ibuprofesionaluntukindonesia




Senin, 13 September 2021

Review Jurnal #4

Assalamu'alaikum ibu pembaharu....


Review jurnal ke empat kali ini saya mendapatkan buddy dari IP Bekasi yaitu mba Sally Dewi dari tim congklak. Setelah membaca jurnal dari mba Sally, secara keseluruhan sudah bagus tapi nampaknya ada yang terlewat yaitu identifikasi kekuatan sumber daya yang dimiliki oleh tim. Oleh karena itu saya menuliskan poin ini dalam feedback saya untuk mba Sally dan tim. Semoga nanti bisa dipertimbangkan karena mengenali kekuatan sumber daya yang dimiliki oleh tim sangatlah penting agar ke depannya pembagian tugas sesuai dengan kekuatan yang dimiliki anggota.

Berikut feedback saya untuk mba Sally dan tim.




#umpanbalik4
#merumuskansmartgoals
#ibupembaharu
#bundasalihah
#darirumahuntukdunia
#hexagoncity


Senin, 06 September 2021

Merumuskan SMART GOALS

 _Hidup tanpa tujuan ibarat berjalan tanpa arah_

Tujuan. Ya, semua orang tentu memiliki tujuan, impian, ingin ini ingin itu dsb. Mimpi memang layak dimiliki oleh setiap orang sebagai bahan bakar untuk melangkah. Tapi banyak pula yang hanya sekedar mimpi yang akhirnya hanya angan belaka. Bisa jadi salah satu penyebabnya adalah mimpi atau tujuan itu kurang SMART. 

Apa itu SMART?

.Specific

.Measurable

.Achivable

.Relevant

.Timebound

Ya sebuah tujuan itu harus spesifik, terukur, tidak muluk2 tapi juga tidak terlalu mudah, Relevan dan ada tenggat waktunya sehingga itu membantu kita saat akan melangkah. Mulai dari mana, bagaimana, dengan siapa, apa saja yang perlu dibutuhkan dan kapan waktunya melangkah sangat jelas. 

Nah, di dalam tim kami, Lentera Ibu, kami pun mencoba merumuskan SMART Goals tim kami agar nantinya bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Inilah hasil diskusi kami.

Untuk mengoptimalkan dalam berbagi tugas menggerakkan tim, kami mencoba menggali kemampuan masing-masing member. Dan inilah sumber daya yang dimiliki oleh tim kami.


Selanjutnya, untuk memudahkan apakah apa yang kami lakukan sudah sesuai dengan yang diinginkan atau belum, kami pun membuat indikator keberhasilan tim. Indikator keberhasilan tim ini merupakan garis besar dari indikator keberhasilan individu. Jadi selain ada indikator tim, di tim kami masing2 member juga memiliki indikator keberhasilan individu yang disesuaikan dengan kondisi, kebutuhan dan kemampuannya sehingga nantinya akan lebih mudah saat melakukan evaluasi.



Perjalanan ini membutuhkan waktu yang tidak singkat. Oleh karenanya agar lebih jelas dan terukur, kami membaginya dalam 3 milestone pencapaian untuk sementara waktu ini. Harapannya tim Lentera Ibu masih tetap berjalan usai kelas Bunda Saliha ini sehingga masih ada kemungkinan milestone lanjutan.

Dan dalam sebuah tim tentu berpotensi adanya konflik karena masing2 individu tentunya memiliki pemikiran yang berbeda2. Nah, untuk itulah kami merumuskan golden rules sebagai upaya preventif maupun kejelasan aksi saat terjadi konflik.


Inilah tujuan tim kami yang kami rumuskan lebih SMART.


Terakhir, kami pun mengidentifikasi potensi dan resiko konflik yang kemungkinan bisa terjadi di tim kami sehingga kami bisa melakukan tindakan preventif ataupun ketika konflik itu benar terjadi, kami bisa menyelesaikannya.


 Demikian hasil diskusi mengenai SMART goals, indikator keberhasilan, golden rules, milestone, sumber daya tim dan indentifikasi potensi konflik. Semoga kedepannya kami bisa berjalan bersama2, bergandengan tangan untuk mencapai tujuan yang telah kami rumuskan. Aamiin


Lentera ibu, nyalakan cahanya dari qalbu😊

#materi4

#merumuskansmartgoals

#ibupembaharu

#bundasalihah

#darirumahuntukdunia

#hexagoncity

#institutibuprofesional

#semestaberkaryauntukindonesia

#ibuprofesionaluntukindonesia


Senin, 23 Agustus 2021

Review Jurnal#3

Assalamu'alaikum ibu pembaharu di seluruh penjuru 😊

Review jurnal di materi ketiga kali ini, saya mendapatkan buddy Mba Nurul Fitriyah. Mba Nurul Fitriyah bersama timnya memiliki problem statement berkaitan dengan berbenah. Di Jurnal yang ditulis mba Nurul sudah lengkap pemahaman masalahnya bersama tim dengan starbursting yang mencakup what, who, where, when, how. Dari situlah sudah nampak gambaran jawaban dari permasalah yang dihadapi oleh tim.

Meskipun Mb Nurul mengatakan sempat tidak fokus karena habis mengalami musibah suaminya kecelakaan, alhamdulillah leader gercep sehingga bisa mengatasi masalah2 di anggota timnya dan tetap berdiskusi untuk memahami masalah tim bersama-sama. Ini feedback saya untuk mba Nurul dan tim. Semoga suami mba Nurul lekas sembuh dan tim bisa menebar manfaat.



#umpanbalik3
#memahamimasalahbersamatim
#ibupembaharu
#bundasalihah
#darirumahuntukdunia
#hexagoncity

Selasa, 17 Agustus 2021

Memahami Masalah Bersama Tim

Haloo....assalamu'alaikum

Setelah sebelumnya membentuk tim yang solid, di materi ketiga kali ini pembahasannya tentang memahami masalah bersama tim. Kami berusaha menggali secara lebih dalam masalah dalam tim kami yang merupakan benang merah dari problem statement setiap anggota tim.

Kami menyepakati untuk membahas tentang pengenalan masalah ini secara bersama-sama melalui Zoom. Sebelum mengenali masalah menggunakan starbursting, kami menyepakati poin besar dari masalah yang dihadapi oleh anggota tim yaitu "Memaafkan luka masa lalu dan merubah dampaknya pada karakter/pola asuh saat ini". Dari poin besar tersebut maka muncullah poin dalam starbuting.

Berikut hasilnya :



1. What

a. Apa itu emosi?

b. Apa itu mengelola emosi?

c. Apa karakter yang sesuai dengan Al Qur'an dan sunah?

d. Apa penyebab kita sulit dalam mengelola emosi?

e. Apa dampak dari tidak bisa mengelola emosi?

f. Apa itu inner child?

g. Apa itu luka pengasuhan?

h. Apa indikator kita sudah berdamai dengan masa lalu?

i. Apa faktor yang mempengaruhi sulitnya mengendalikan emosi?

2. Why

a. Mengapa harus mengelola emosi?

b. Mengapa emosi harus dialirkan?

c. Mengapa seseorang kesulitan mengelola emosi?

d. Mengapa kita perlu ilmu mengelola emosi?

e. Mengapa harus sesuai Al Qur'an dan Sunnah?

f. Mengapa perlu berdamai dengan luka pengasuhan?

g. Mengapa emosi masa lalu belum terselesaikan?

h. Mengapa emosi seseorang dapat "meledak"?

i. Mengapa seseorang sulit memaafkan?

j. Mengapa seseorang perlu memaafkan?

3. Who

a. Siapa saja yang perlu mengelola emosi?

b. Siapa saja yang bisa dijadikan panutan/karakter yang baik?

c. Siapa yang bisa mempengaruhi diri agar bisa konsisten dalam mengelola emosi?

4. When

a. Kapan release emosi yang baik?

b. Kapan kita merasa tidak bisa mengendalikan emosi?

c. Kapan luka pengasuhan itu bisa terbentuk?

5. Where

a. Dimana tempat yang tepat untuk merelease emosi?

b. Dimana innerchild bisa terbentuk?

c. Dimana kita bisa mengelola emosi?

d. Dimana unfinished bussiness bisa terbentuk?

e. Dimana mencari referensi mengenai emosi/mengelola emosi/luka pengasuhan?

6. How

a. Bagaimana karakter yang sesuai Al Qur'an dan Sunnah

b. Bagaimana cara mengelola emosi yang baik?

c. Bagaimana innerchild terbentuk?

d. Bagaimana bisa berdamai dengan innerchild?

e. Bagaimana cara memaafkan?

f. Bagaimana luka pengasuhan berpengaruh pada kehidupan sehari-hari?  (Misalnya cara mengasuh anak, berkomunikasi dll)

Dan di bawah ini merupakan jawaban yang telah kami rangkum dari pertanyaan-pertanyaan di atas.









Semoga setelah mengenali masalah bersama tim, kami bisa lebih mudah menemukan solusi dari permasalahan yang kami hadapi.

 

#materi3

#memahamimasalahbersamatim

#ibupembaharu

#bundasalihah

#darirumahuntukdunia

#hexagoncity

#institutibuprofesional

#semestaberkaryauntukindonesia

#ibuprofesionaluntukindonesia


 

Sabtu, 31 Juli 2021

Review Jurnal #2

Hai...assalamu'alaikum ibu pembaharu.

Setelah bolak balik baca jurnal buddy, yang kali ini dapat kesempatan mereview jurnal buddy yang kece badai, akhirnya bisa menuliskannya disini😁.

Pada review jurnal buddy di materi yang kedua ini saya mendapat kesempatan mereview jurnal mba Ratna Palupi dari Yogyakarta. Awal pertama saya membuka file buddy sambil saya penasaran siapa buddy saya di pekan ini, saya langsung kaget saat saya mendapati nama yang tertulis adalah nama mba Ratna Palupi. Pasalnya pas beberapa hari setelah melihat kampanye biyung di medsos, saya kepikiran kampanyenya terus yang kebetulan problem statementnya sama dengan tetangga cohousing saya. Saya mau menyampaikan ke tetangga tapi belum jadi. Ingat mba Ratna Palupi, langsung ingat griya berkah. Sebuah home team yang kompak. Mengenal mba Ratna sebagai orang yang semangatnya luar biasa, gercep dan sosok leader yang kece masyaAllah. Sukses selalu griya berkah dan HH team.

Lanjut ke jurnalnya. Setelah terkaget2 dengan nama buddy saya pekan ini, mata saya pun terpesona saat membaca rentetan tulisan di jurnal buddy. Komplit...plit...plit. Sampai saya baca berkali2. Dan saya pun kebingungan mau memberikan masukan apa karena menurut saya sudah super duper lengkap dan saya justru bersyukur banget bisa membaca jurnal mba Ratna karena banyak banget insight yang saya dapatkan untuk diri saya pribadi maupun tim. Meskipun sempat ada miskom saat mba Ratna kampanye tapi mba Ratna langsung bisa switch dengan memberikan peran sesuai dengan apa yang dimiliki oleh anggota tim. Ibarat nasi sudah menjadi bubur, mba Ratna menambahkannya dengan suwir2an ayam, bawang goreng, kacang, daun bawang sehingga menjadi bubur ayam yang special. Jadi ga menjadu problem miskom itu karena sudah teratasi. Dan inilah feedback dari saya untuk Hello Healthy Team. Semoga semakin kompak ya biyung...💪💪.


Belum selesai sampai situ, saya pun terkejut lagi, terpana saat mendapati mba Ratna Palupi sudah selesai mereview jurnal saya dan menuliskannya dalam jurnal. MasyaAllah...saya pun berusaha mengejarnya tapi ternyata lambat banget saya dan baru bisa menyelesaikannya. Maafkan ya biyung🙈🙏.

Terimakasih untuk feedback mba Ratna untuk saya dan tim, pas banget dengan insight yang saya dapatkan setelah membaca jurnal mba Ratna dan ingin saya sampaikan ke tim. Dan inilah feedback mba Ratna untuk saya dan tim.


Ini sangat bermanfaat untuk kami. Terimakasih banyak mba Ratna🤗❤.

#umpanbalik2
#membanguntimyangsolid
#ibupembaharu
#bundasalihah
#darirumahuntukdunia
#hexagoncity


Selasa, 27 Juli 2021

Membangun Tim yang Solid

Haiii....assalamu'alaikum ibu pembaharu.

Pada pekan sebelumnya kami di kelas bunsal diminta untuk mengidentifikasi masalah sebagai permulaan untuk mengetahui apa yang akan kita fokuskan untuk dicari solusinya. Lalu saya memutuskan untuk mengangkat masalah manajemen emosi sebagai problem statement. Untuk memecahkan masalah ini dan menemukan solusi dari permasalahan ini, akan lebih mudah dan lebih berdampak jika kami kerjakan bersama dalam sebuah tim.

Pada pekan ini, kami pun diminta untuk membangun tim baik dari anggota keluarga, member ibu profesional, mahasiswa ibu pembaharu maupun ibu yang memiliki permasalahan ataupun memiliki keahlian yang kami butuhkan untuk memecahkan problem statement yang telah dituliskan. Kami diminta untuk berkampanye mencari tim. Dan saya pun berkampanye melalui facebook https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10208795554001472&id=169181095.


Sembari berkampanye, saya pun sambil membaca kampanye dari teman2 lain siapa tau ada yang memiliki problem statement yang sama. Saya pun akhirnya berhenti pada kampanye mba Nur Maulidah (Uli). Karena merasa memiliki problem statement yang sama, akhirnya saya melamar untuk bergabung dalam timnya. Dan ternyata mba Uli pun sudah bergabung dalam timnya Teh Michelle Ronida Karamoy. Hingga akhirnya kami bersama-sama bergabung dengan tim Emotional Healing yang digawangi oleh Teh Michele Ronida Karamoy seorang Terapis emotional healing beserta 9 ibu lainnya yang memiliki problem statement yang sama. Leaderpun segera berkoordinasi dan mengadakan pertemuan perdana via Zoom. Saya sendiri kesulitan bergabung untuk pertemuan perdana ini karena masalah sinyal. 

Dari hasil pemetaan hard dan soft skill yang dimiliki oleh tim, maka beginilah pembagian tugasnya.


Kami masih terus berdiskusi untuk melengkapi apa saja yang dibutuhkan tim, menyiapkan nama tim dan materi2 apa saja yang diperlukan oleh anggota tim sebelum menebar manfaat keluar. Semoga kedepan kami bisa bermanfaat baik buat anggota tim maupun masyarakat luas.

#Materi2

#Membanguntimyangsolid

#Ibupembaharu

#Bundasaliha

#Darirumahuntukdunia

#Hexagoncity

#Institutibuprofesional

#Semestakaryauntukindonesia

Scale Up Impact

Assalamu'alaikum Ibu Pembaharu... Pekan kemarin merupakan pekan terakhir perkuliahan di bunsal. Hampir 6 bulan menjalani perkuliahan ini...